Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Bertemu Rio


__ADS_3

Hira menatap anak lelaki itu seperti familiar buatnya. "Wow namamu indah sekali siapa yang memberi nama," tanya Hira.


"Tentu Daddyku yang paling ganteng sendiri," kata Bilal terkekeh.


Saat sedang berbincang-bincang dia dikagetkan dengan suara bariton dari orang pria yang di belakangnya, sambil mengangkat Bilal ke atas dan bertanya pada gadis yang duduk memunggunginya itu. "Hai kenapa main sepatu roda di sini ini akan sangat berbahaya lihatlah jalannya menurun."


"Apa kau tidak apa-apa?Apa ada yang terluka, nak?" kata lelaki itu


"Dia tidak terluka paman aku menangkapnya dan menggendongnya yang terluka justru aku lihatlah," katanya sambil membalikkan badannya.


"Kau, Hira. ke sini dengan siapa?" tanya di sambil melihat ke kanan dan ke kiri serta sekitarnya.


Dia pun terkejut melihat yang di hadapannya adalah Rio, Ia pun tertawa. "om cari siapa aku datang kemari sendiri kenapa?" tanyanya balik.


"Berapa usiamu sekarang," tanya Rio lagi sambil menatap gadis yang terlihat cukup dewasa.


Hira pun tertawa. "Sembilan tahun Om apa Om lupa?" tanya gadis itu.


"Aku tidak pernah menghitung umur anak orang lain Hira," kata Rio.


"Aku ini bukan anak orang lain Om Rio tapi aku ini adalah anak sahabatmu," katanya sambil kekeh


"Sudah jangan cerewet Ayo ikut om, Kamu tinggal di mana?" tanya Rio sambil berjalan.


jalan begitu menanjak membuat Rio menguwatirkan Hira. "Hira Lepas sepatu rodamu!"


"Ya aku tahu Om Ini aku baru melepasnya katanya sambil melepas sepatu rodanya lalu berlari menyusul Rio yang sudah berjalan mendahuluinya.


"Apa Om tinggal di sini? Apa ini milik Om?" tanya Hira sambil berjalan


"Ya apa ayahmu mengijinkanmu datang kemari," tanya Rio


"Ayah tidak tahu kalau aku ada di sini Ia hanya tahu kalau aku ada di Indonesia Aku tidak pernah mengatakan di manapun aku pergi Aku hanya mengatakan aku pergi ke sini," kata Hira


"Apa kau kira usia 9 tahun cukup bagi anak untuk pergi sendiri? tanya Rio pada Hira.


"Aku sudah sering pergi sendiri Om jika ada show kemanapun aku pergi sendiri karena engkau tahu kan bunda pasti sibuk dengan perusahaannya dan ayah juga sibuk dengan profesinya sebagai dokter aku pun sibuk dengan profesiku sebagai diriku sendiri," katanya terkekeh.

__ADS_1


"kau ini besar-besar badung yaa, ternyata," kata Rio


"Ayah kenal dengan kakak ini ya kenapa tidak bilang padaku? harusnya aku kan juga mengenalnya kenapa baru tadi aku mengenalnya?' kata Bilal pada ayahnya


"Karena kamu baru bertemu kalau Ayah sudah dari dulu bertemu jadi Sudah mengenalnya kau mengerti Boy," kata Rio dan bilal mengangguk-angguk dalam gendongannya.


"Kita sudah sampai Hira Ayo masuk, oh ya di mana kau tinggal bawa kemari koper-koper MU dan tinggal di sini,"


Perintah Rio.


"Benar tidak apa-apa aku ini gadis lho om," katahira.


"Iya gadis masih kecil jadi jangan macam-macam dan jangan buat huru-hara," kata Rio


"Hira terkekeh aku sudah mendengar kata ini tiga kali Om kenapa semua mengatakan Hira jangan bikin huru hara," kata Hira


"Ayo cepat tunjukkan Om, di mana kau tinggal? Apa kau selalu bikin masalah sehingga ayahmu dan ibumu selalu mengatakan itu padamu?" kata Rio.


"Tidak juga sih. Aku tinggal di sebelah Om situ loh," kata Hira


"Oke om aku akan bawa ke sini, hai Bilal tampan tunggu kakak ke sini ya nanti kita bikin huru-hara ,"katanya sambil terkekeh


"Hira! pagil Rio memberi peringatan


Iya Om aman kata Hira pada Om rionya. Hira pun berjalan keluar lalu masuk ke dalam villa yang disewanya mengambil kopernya dan keluar lagi lalu berjalan menuju rumah Rio dan masuk ke dalam Om di mana kamarku kata Hira sambil menyeret kopernya


Rio sampai menunjukkan tangannya Ada kamar yang paling ujung lalu ia pun berjalan ke kamar itu dan masuk menyimpan kopernya kemudian ia keluar kembali.


"Om kenapa desainnya beda ya dengan yang sebelah om hanya bangun satu lantai," tanya Hira


"Ya karena putraku ini hiper aktif waktu di rumah kakeknya Dia hampir jatuh dari tangga apalagi emang harusnya sendiri Bilal tidak bisa diam kata Rio


di sini tidak ada piano Om tanya Hira?" tanya Hira pada Rio


"Aku tidak bisa memainkan piano jadi buat buat apa aku punya," tanya Rio


"Untuk anak seperti Bilal terapinya adalah memainkan piano nanti akan ku ajarkan jadi tolonglah belikan piano untuk Bilal bukan untukku," kata Hira pada Rio

__ADS_1


Betulkah kalau begitu besok pianonya akan datang nanti akan ku pesankan.


sekarang mandi lah obati luka-lukamu itu kata Rio pada Hira.


Baik, Aku mandi dulu ya Om, Bilal nanti kita main lagi," ya kata Hira


Bilal bantu ayam buat makanan ya," kata Rio pada anaknya


mereka mulai memotong-motong sayur bumbu dan lain sebagainya lalu mulai membuat masakan yang sederhana yang bisa dimakan pada saat.


setelah itu dia membuat omelette lalu diletakkan di dalam piringsayur sopnya pun sudah matang dan dipindah di mangkuk kaca diletakkan di atas meja Setelah semua tersaji Ia pun memanggil


Hira.


"Hira Apa kau sudah selesai kau sudah selesai ke marilah," kata Rio.


'Om yang masak semua ini apa Om bisa memasak apa rasanya enak?" kata Hira kata Hira


"Aku yang masak Kak Hira nanti kakak harus makan ya Ini pasti rasanya lezat karena aku yang memasak ada bumbu rahasia mau tahu apa itu," kata Bilal.


"Oh ya kalau kau yang masak aku pasti suka apapun yang kau masak pasti enak kan bilal ganteng." Mereka pun tertawa bersama


Tanpa bicara Rio menarik tangan Hira berjalan menuju sofa. "Duduk di sana dulu dan tunggu jangan jalan-jalan dan jangan lari-lari," kata Rio tegas sambil berjalan ke dalam untuk mengambil kotak obat kemudian duduk di sebelah Hira. "Taruh kakimu di atas meja," perinta Rio.


"Tidak boleh Om menaruh kaki di atas meja itu tidak sopan,"kata Hira sambil terkekeh


"Hira!" pangil Rio sambil menatap tajam


Oke baiklah kata Hira sambil melektakkan kakinya di atas meja


Rio pun mulai mengobati luka-luka, Hira.


miring sedikit Ra, Hira memiringkan tubuhnya sambil meringis. "Sakit Om," katanya


"Tadi tidak kan kenapa sekarang sakit?" kata Rio


"Karena kena obatnya Om obatnya itu perih sekali aku paling tidak suka dikasih obat biasanya aku biarkan saja begitu tapi kalau Ayah tahu dia pasti marah juga," katanya

__ADS_1


__ADS_2