Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Membantu Anta


__ADS_3

Rio sudah masuk dan duduk di kelasnya kembali setelah dari toilet. Dia mendekatkan bibirnya di telinga Dantai.


"Dan, kau akan terkena masalah," bisik Rio sambil menyeringai.


"Apa maksudmu Ri?" tanya Dantai.


"Nanti istirahat, aku kasih tau," jawab Rio dengan tersenyum mengejek.


"Dasar kau brengsek! bikin penasaran saja," jawabnya sinis. Tak lama kemudian Bel istirahat berbunyi, Bu Ratna sudah mengakhiri pelajarannya dan memberi salam serta keluar dari kelas.


Dantai dengan tidak sabarnya ia menghadap ke Rio. "Apa ceritakan?" katanya dengan tatapan membunuh. Rio tak menjawab tapi menyalahkan vidio yang di rekam tadi di perlihatkan kepada Dantai. Setelah melihat itu dia begitu geram.


"Mana sepatunya akan ku kembalikan pada Mutia?" kata Dantai dengan begitu murkanya.


"He-he, jangan! Kita akan buat permainan kecil, kita lihat reaksinya bagaimana kalau aku memakai sepatu ini. Kau pura-pura saja gak tau masalah dia dan Anta," Kata Rio memberikan saran.


"Ok! Di mana Anta sekarang?" tanya Dantai pada Rio


"Mereka ada di perpustakaan," jawab Rio singkat. Dantai langsung berdiri dan berjalan dengan cepat menuju ke perpustakaan tanpa menghiraukan teman-temanya.


...----------------...


Di tempat lain di sebuah perpustakaan mereka sedang mencari referensi dari soal yang di berikan pak Dirga. mereka diminta untuk mencari rumus dan perhitungan dari 10 soal tersebut. dan di minta menjelaskan dengan detail secara bergantian. Anta sedang sibuk memecahkan soal yang di berikan pak Dirga. Sementara, ketiga temannya sedang sibuk mencari penjelasan ataupun rumus yang harus digunakannya.

__ADS_1


Anta baru selesaikan tiga nomer soal dan akan ke nomer 4 tanpa disadari, seorang lelaki duduk disebelahnya dan mengambil satu lembar kertas HVS dan mencoret-coret bulpoinnya di atas kertas. setelah beberapa menit di sodorkan dua lembar kertas pada Anta


"Ini no 5 sampai no 8, jangan menolak, di situ sudah ku jabarkan juga An. Referensi bukunya sudah kutulis disitu. tinggal nomer 9 dan 10. Aku akan kerjakan yang nomer 9 penjabarannya sangat panjang dan kau nomer 10, yaa," katanya sambil menatap lekat pada gadis itu dan Anta mengambil jawaban Dantai tanpa menoleh sedikitpun.


"Aku tak menolak, jika ada yang mudah kenapa pilih yang susah, oh iya apa kau sudah ijin pada Mutia? Kau harus menjauhi Aku Fif!" kata pelan Anta pelan.


"Kenapa?" tanya Dantai sambil mendekatkan wajahnya, reflek Anta memundurkan kepalanya dan tangannya mendorong bahu Dantai agar menjauh darinya. Dantai tersenyum.


"Aku tidak perlu ijin siapapun untuk dekat dengan mu, An," katanya sambil terus mengerjakan soal no 9 yang di janjikan ke Anta. Setelah selesai, diserahkan lembaran kerjanya pada gadis itu.


"Aku sudah selesai, masih 10 menit lagi aku mau ke kantin dulu ya, lapar. An, pulang sekolah tunggu aku di parkiran yaa, nanti mampir ke rumahku sebentar, ambil alat lukis ku. Jangan cemberut! Makin cantik saja," canda Dantai sambil menarik hidung Anta lalu berjalan ke arah Rudi. Mata Anta melotot kepada lelaki itu. Dantai tersenyum dan melenggang pergi.


"Rud, carilah buku yang sudah kutulis di situ yaa, tugas kalian sudah hampir selesai," katanya sambil melangkah pergi Rudi mengacungkan jempolnya ke pada sahabatnya itu lalu dia, Asep dan Bella pun menghambur menuju ke Anta. Tak lama berikutnya, mereka larut dengan tugasnya masing-masing, Bella membantu Anta melengkapi pekerjaannya. Sementara, Rudi dan Asep mencari buku yang menjadikan referensi nya.


...----------------...


"Mana kuncinya An?" pinta Dantai, Anta menatap Dantai, "Mau apa lagi si Fif ? tanya Anta ketus sambil buang muka.


"Ya, mau jalan sama kamulah, cepat mana kuncinya? nanti mampir dulu ke rumah ku ambil peralatan lukis ku dulu," jawab Dantai santai.


"Cek," Anta berdecak. "Itu Mutia mau di taruh kemana? Coba," jawab Anta tanpa melihat Dantai.


"Aku itu gak punya hubungan apa-apa sama Mutia," jawab Dantai.

__ADS_1


"Kamu pun begitu sama aku kan Fif, gak punya hubungan apa-apa," jawab Anta lagi.


Dantai melangkah semakin dekat dan mengikis jarak dengan Anta, ia mengambil kunci dari tangan Anta sambil berbisik, "Kamu berbeda An, kamu spesial."


"Ayolah An, tak usah kau pikirkan Mutia, apa perlu kau kupeluk di sini," katanya sembari mengedipkan sebelah mata, sambil mengandeng tangan Anta, Anta menyebikkan bibirnya. Dantai membuka pintu mobil dan didorongnya gadis itu dengan pelan ke tempat duduk dan memasangkan sabuk pengaman sambil terus menatap Anta.


Anta yang salah tingkah langsung mengusap wajah Dantai dengan kasar sambil membuang muka kesamping dan tersenyum samar. Tawa Dantai pun berderai sambil menutup pintu mobil. Dia berjalan memutar lalu membuka pintu dan masuk serta duduk di belakang kemudi serta mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang menuju rumah.


beberapa menit kemudian Dantai tiba dihalaman rumahnya. Dantai mengajak Anta turun dari mobilnya lalu berjalan masuk kedalam rumah. Dantai yang sebelumnya mengucapkan salam dan dijawab Ibu dari ruang makan yang sedang menyiapkan makan siang.


"Dan sama siapa? Kok, dengar suara mobil. Ajak ke sini makan siang dulu!" kata ibu


"iya Bu," jawab Dantai sambil mengajak Anta ke ruang makan.


"Bu, ini Anta," kata Dantai pada ibunya. Anta pun mengulurkan tangannya lalu meraih tangan Ibunya Dantai dan mencium punggung tangan ibunya Dantai.


"Saya Anta tante, teman sekolah Dantai," kata Anta.


"Oh teman Dantai, sini sayang duduk dekat tante Ira!" pinta tante Ira ibu Dantai. Sementara itu, Dantai menaiki tangga menuju kamarnya, berganti pakaian dan mengambil peralatan lukisnya lalu bergegas turun kebawah dan meletakkan peralatan ke mobil Anta. Setelah itu, ia bergabung di meja makan bersama Anta dan Ibunya.


"Kalian mau kemana habis ini?" tanya ibu.


"Mau ke rumah Anta bu,"jawab Dantai," Salva ke mana, Bu?" tanya Dantai sambil melongok ke kanan dan ke kiri.

__ADS_1


"Ok! Pulang gak boleh malam-malam ya, Salva kerja kelompok di rumah teman jam 04.00 sore baru pulang," kata ibu.


Mereka makan dengan tenang, setelah selesai mereka pamit pada bu Ira dengan mencium punggung tangannya. Lalu mereka keluar rumah dan masuk kedalam mobil, kemudian berjalan meninggalkan pekarangan rumah Dantai.


__ADS_2