Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
double date


__ADS_3

Jam 3.00 Dantai terbangun ia pergi ke kamar mandi mengambil air wudhu, ia pun menelpon Anta," Assalamualaikum, honey sudah bangun ambil wudhu, ku tunggu di mushola." ia pun tersenyum keluar kamar menunggu Anta di sana, setelah Anta tiba mereka sholat sepertiga malam, mereka melanjutkan dengan membaca Alquran, Anta dengan mushaf khusus sudah mulai membaca dan di simak oleh Dantai ketika ada yang salah Dantai membenarkannya, lalu bergantian dengan Dantai yang membaca dengan merdu, Anta semakin terpesona dan merasa keputusannya telah tepat, ketika waktu subuh pun tiba pak man dan bik Ijah dan Sari datang ke mushola, mereka pun sholat subuh berjamaah yang di imami oleh Dantai. Setelah selesai sholat subuh Dantai pergi keruang olahraga, untuk sekedar membakar kalori, sementara Anta kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Setelah itu Anta pergi ke dapur, nampak Bik Ijah tergopo-gopo menghampiri dan ingin membantu Anta berjalan tapi Anta melarangnya," Bik, kasih aku apa gitu sosis apa apa gitu buat aku belajar memotong," kata Anta yang duduk di minibar dekat dapur.


"Jangan non bagaimana kalau tangan non kena pisau."


"Tidak akan aku akan hati-hati percayalah," mohon Anta pada Bi Ijah.


"Akhirnya bik Ija memberikan sosis dan wortel untuk di potong.


Saat sedang memotong Dantai masuk ke dalam dapur, ia terkejut melihat Anta yang sedang memotong sosis lalu ia pun tersenyum memberikan tanda agar bik Ijah tak memberitahukan kehadirannya.


"Non kenapa sibuk belajar potong, den Dan akan maklum kalau non gak bisa masak," kata bik Ijah.


"Bener ia akan maklum aku gak bisa masak, tapi aku tak ingin di anggap orang cacat bik, aku ingin melakukan sesuatu yang diluar batas kemampuanku, dan dia harus ngerti ini, jika aku bisa melakukannya itu lah kebahagiaan ku bik," kata Anta yang mulai memotong wortel degan pelan, ia pun mengendus bau yang lain," Mas, mandi sana bau, pasti habis fitness," kata Anta sambil memukul lengan Dantai yang bersandar di meja minibar.


"Kamu tahu saja kalau aku ada di sini honey," jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Bau mu mas, sampai disini," sahut Anta.


"Ok! aku akan mandi," katanya akan beranjak dari duduknya Anta pun menyegahnya dengan memegang lengan Dantai.


"Kenapa? Tadi di suru mandi."


"Menghapal bau mu yang ini, takut ketukar orang lain." katanya sambil menghirup bau khas Dantai setelah itu dia pun meringis. Dantai pun terkekeh dengan ulah Anta.

__ADS_1


"Sudah tau bau asem masih di hirup juga."


"Sudah sana mandi mas," kata Anta sambil mendorong tubuh Dantai, Dantai pergi meninggalkan Anta yang masih di dapur, dengan tawa yang masih terdengar, bik Ijah hanya tersenyum sambil menitikkan air matanya melihat sang majikan berusaha memotong wortel dengan menempelkan pisau di ujung jari jempol lalu memotong perlahan.


Tak seberapa lama masakan pun jadi," Karena aku bibik masaknya lama ya, karena nunggu potongan sayuran dari aku."


"Gak papa non, dulu bibik baru belajar pun sama, Ayo nona duduk saja di meja makan ya." kata bik Ijah lembut dia pun berjalan kemeja makan dengan menghitung langkahnya setelah itu ia meraba ruang di depan ada sebuah kursi di tariknya kursi itu perlahan lalu duduk dengan hati-hati, Dantai yang sudah mandi dan berganti pakaian hanya berdiri di sudut ruang makan sambil melihat Anta yang berusaha melakukan sesuatu sendiri, ia tak ingin melukai hati kekasihnya yang mungkin masih kehilangan kepercayaan dirinya dan akan bertindak di saat benar-benar Anta membutuhkan pertolongan.


Dantai menghampiri Anta dan duduk di kursi samping Anta," Sudah selesai bantu bik Ijah honey?"


Anta mengangguk dan tersenyum," Aku tak membantunya malah bikin rusuh," katanya sambil terkekeh.


"Kata siapa kau tak membantu, kau sangat membantu sayang, coba ku lihat ya sup yang di buat tadi, rapi sayang kamu hebat," kata Dantai sambil melihat sup di meja.


"kamu gak cari di dapur sih," kata Anta terkekeh.


"Non Anta ke dapur?"


"Hem, brantakin dapur bik Ija," kata Anta tertawa. Dantai menghela nafas, ia mengambil piring lalu menyendok nasi ke piring sesuai ukuran makan Anta.


"Mau sup sayang." Anta mengangguk.


"Begedel kentang dan balado telur?" Anta mengangguk.

__ADS_1


"Mau balado udang juga?"


"Enggak sudah itu saja cukup," katanya sambil menoleh Dantai. Dantai meletakan piring di depan meja Anta. Dantai mengambil makanannya sendiri lalu makan dengan sesekali melirik cara Anta makan. Tak seberapa lama mereka pun selesai makan dan terdengar mobil berhenti di halaman vila, dengan segera Sari beranjak dari duduknya dan berlari keluar.


"Honey Rizal sudah datang, Ayo kita berangkat sekarang."


"Apa aku harus berganti pakaian?"


"Tidak kau sudah cantik dengan pakaian yang kau kenakan sekarang."


"Tapi aku bau Dapur?" katanya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Mas mau pilih kan baju untuk?"


"Ok! Ayo kita ke kamar mu."


Mereka pun berjalan ke kamar Anta, Dantai masuk terlebih dahulu membuka pintu lemari, ia melihat beberapa pakaian Anta yang sudah di tata di gantungan dengan stelan masing-masing. Ia mengambil kaos coklat muda dengan celana panjang bahan kain warna coklat tua dan diberi kan ke Anta," Ini akan sangat cantik di tubuh mu, pakailah aku tunggu di luar," kata Dantai lalu melangkah keluar kamar Anta.


Setelah selesai Anta keluar kamar dan mereka beriringan keluar dan berangkat dengan mobil Rizal.Rizal yang mengetahui daerah malang mengajak ke pantai watu leter, sesampainya di sana Dantai mengajak Anta mendekati bibir pantai dan membiarkan kaki mereka terkena air pantai, ombak di pantai yang tenang terkadang menerpa kaki mereka dengan lembut, ada baberapa penyu abu-abu kecil berjalan di pasi putih lembut. Datai memegang tangan Anta dengan sangat erat.Tak lelah menjelaskan panorama indah pada Anta, angin menerpa rambut yang panjang sebahu menyentuh wajah Dantai mengurai aroma sampo yang begitu wangi menusuk hidung Dantai. Dantai memejamkan matanya ingin rasanya memeluk kekasihnya namun ia tak ingin kilaf terlalu banyak, entahlah ketika Anta telah menerima menikah dengannya jiwa lelakinya semakin bergejolak, ia berjongkok mengambil bayi penyu abu-abu yang berjalan didekatnya lalu di letakan di tangan Anta, Anta meraba hewan itu sambil menegadah menatap Dantai meminta penjelasan.


"Itu bayi penyu Abu-abu warnanya abu-abu sangat indah tapi lebih indah senyummu honey, apa kau ingin melepas kannya di air. Anta mengangguk ia berjongkok dan melepaskan penyu Abu-abu ke pantai senyum terkulum di bibirnya.


"Honey, Aku hanya ingin kau, aku tak ingin kau melakukan apapun yang memang tidak kau bisa. Rasa kan ombak di kakimu yang begitu lembut menyentuhnya, sama dengan mu yang menyentuh hatiku begitu lembut, hanya tetap berada di sisi ku aku sudah sangat bahagia, kau dengar honey," Bisik Dantai di telinga Anta dengan ucapan yang sangat lembut hingga membuat anta menitikkan air matanya lalu mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2