Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Anakku Bisa Melihat Kembali


__ADS_3

Tiba-tiba tangan Anta bergerak, dan itu di rasakan oleh Hira,


"Ayah, tangan Bunda, bergerak!" teriak Hira, membuat Dantai terkejut dan meletakan makanan begitu saja lalu memencet bel panggilan Tak lama kemudian Dokter datang dengan seorang suster.


Emir dan Dantai sudah berdiri di sebelah Hira, sekali lagi gadis itu memperhatikan wajah ibu itu terlihat Anta mencoba membuka matanya. "Lihat, mata Bunda bergerak," teriak Hira memberi tahu.


Dantai dan Emir ikut memfokuskan pandangannya pada mata Anta, perlahan tapi pasti mata itu pun terbuka. sementara itu, Rio mendapat panggilan dari nomer Andi, segera menerimanya.


"Ya, Om dimana? Apa, di lobby? Baik Om saya akan kesana menjemput, tunggu saja di situ," kata Rio bergegas berjalan keluar menuju ke ruang tunggu rumah sakit sesampainya di sana dia menghampiri Andi dan Rena yang duduk di kursi tunggu, mereka berdiri saat melihat Rio berjalan ke arahnya, setelah mencium punggung tangan kedua orang tua itu, Rio mengajak mereka ke ruang inap Anta sesampainya di sana Andi, Rena, serta Rio melihat pemandangan yang luar biasa bahkan mungkin di luar pemikiran mereka.


Anta membuka matanya perlahan menampakan gadis kecil yang cantik, terseyum dengan lesung pipit yang dalam, ia menagis serasa tak percaya oleh pengelihatannya sendiri, di pejamkan dan di bukanya kembali, ia masih bisa melihat gadis itu lalu bibir dengan lemah mengucapkan takbir tanda syukur yang terhingga. "Allaahu akbar."


Anta terseyum pada putrinya lalu menatap pria kecil, kemudian terakhir lelaki yang bermata teduh sedang menatapnya, tangan Anta menyentuh pipi Emir lalu mengenggam telapak tangan yang kekar itu, "Hai, apa kabar? lama sekali rasanya aku tak melihatmu, kau terlihat begitu dewasa, aku terperangkap dengan ingatan masa SMU, Fif. Kau begitu tampan, apa kedua anak di depan ku ini adalah putra dan putriku?" tanya Anta pada Dantai


Dantai mengangguk, lalu memeluk istrinya itu. Apa kau sudah bisa melihat An?" tanya Dantai tergugu.


"yaa," jawabnya pelan.


Dantai mengucap takbir dan hamdalah di ikuti anak-anaknya yang memeluk ibunya sambil menangis, tangisan kebahagian tak terhingga.natap pria kecil, kemudian terakhir lelaki yang bermata teduh sedang menatapnya, tangan Anta menyentuh pipi Emir lalu mengenggam telapak tangan yang kekar itu, "Hai, apa kabar? lama sekali rasanya aku tak melihatmu, kau terlihat begitu dewasa, aku terperangkap dengan ingatan masa SMU, Fif. Kau begitu tampan, apa kedua anak di depan ku ini adalah putra dan putriku?" tanya Anta pada Dantai


Dantai mengangguk, lalu memeluk istrinya itu. Apa kau sudah bisa melihat An?" tanya Dantai tergugu.


"yaa," jawabnya pelan.


Dantai mengucap takbir dan hamdalah di ikuti anak-anaknya yang memeluk ibunya sambil menangis, tangisan kebahagian tak terhingga.

__ADS_1


Andi menghampiri putrinya, Kau sudah bisa melihat, sayang?" tanya Andi


Hira dan Emir menyingkir memberikan tempat dan waktu Kakek dan Neneknya.


Andi memeluk Anta sambil menangis kau mendapatkan cahayamu kembali Nak, duh Gusti maturnuwun sanget ucap Andi.


Sementara itu Dantai menemu sang Dokter. "Tolong pertemuan aku dengan pemilik rumah sakit saya ingin berbicara.


"Apa yang ingin Bapak bicarakan?"tanya Dokter.


"Saya adalah dokter Ahli saraf di rumah sakit terkenal saya ingin memeriksa istri saya tolong beri akses," kata Dantai


"Baiklah, Pak saya akan pertemukan Bapak dengan pak Darmawan, silakan ikut saya," jawab Dokter itu.


Mereka berjalan menemui pemilik rumah sakit di ruangannya, Dokter mengetuk pintu, lalu terbuka dan seorang pria paruh baya menyambutnya,"Silakan Masuk Pak," sambutnya pada Dantai dan seorang Dokter. "Begini, ini Pak Dantai ini adalah Dokter ahli saraf di rumah sakit ternama di Singapore ingin meminta akses untuk memeriksa sang istri," jelas Dokter pada pemilik rumah sakit.


"Anda berlebihan, saya merasa tidak begitu Dokter Darmawan," jawab Dantai.


"Kemarin Dokter Floren mengatakan bahwa ada Dokter dari sana sedang liburan, di malang jika memang saya sedang membutuhkan beliau bisa menghubunginya nama Dokter Afif Bayu Dantai.


"Oh Yaa, Jadi saya bisa menggunakan Fasilitas sini untuk memeriksa Istri saya, Riwayat kesehatan istri saya adalah mengalami kebutaan, karena ada kerusakan dalam otak besarnya dan setelah terjadi kecelakaan kemarin dan terjadi benturan kepala, justru dia bisa melihat, jadi saya ingin memeriksa saraf di otak kepalanya," ijinnya


"Saya mengijinkan tapi saya juga meminta bantuan anda selama berada di sini ada seorang pasien mengalami hal yang sama, mau kah anda memeriksanya menanganinya secara maksimal," pinta Dokter Darmawan.


"Baik, saya bersedia, tolong siapkan ruangannya yaa Dok," pinta Dantai.

__ADS_1


"Baiklah, Dok," akan saya siapkan.


Dantai pun kembali keruang Anta, suasana di sana sungguh membuat hati bahagia, sebenarnya dia pun tidak perlu melakukan pemeriksaan, karena apapun pemeriksaan yang dilakukan jika kuasa Tuhan apapun bisa terjadi.


Mereka berbincang-bincang di sana Hira begitu sangat riang, terdengar derai tawanya yang menggemah.


Dantai duduk di sebelah Rio yang menikmati kopi panasnya. "Cuma beli satu?" tanyanya.


Rio terkekeh. "Yah, ku kira kau sudah tidak butuh kopi, hidup mu sudah sangat manis jangan memadukan kepahitan di dalamnya. Setelah itu ajak dia berlibur, bawah ketempat romantis, sudah lama dalam kegelapan, mungkin ia merindukanmu, Dan," jawab Rio


Dantai memukul bahu Rio, dan mereka tertawa bersama.


Satu jam kemudian perawat datang dan membawa Anta keruang pemeriksaan dengan menggunakan bankar dorong,


Dantai pun mengikuti mereka, setelah sampai di ruangan Dantai mengenakan jas dokter yang di berikan oleh pemilik rumah sakit.


di sana di lakukan pemeriksaan CT scan di bagian kepalanya dan Dantai yang langsung memeriksanya dia begitu takjub akan kebesaran Ilahi, yang mungkin otak manusia tak akan sanggup menjangkaunya. Bayangkan saja yang tadi otak besar mengalami kerusakan akibat kecelakaan di masa lalu dan ini pun tidak bisa di jelaskan dalam dunia kedokteran.


Setelah selesai Anta di bawa kembali keruangannya dan pasien lainnya pun datang, Dantai memeriksa dengan sangat teliti dengan Pemeriksaan radiologi denganĀ rontgen, CT-scan atau MRI kepala. Pemeriksaan di periksa secara Detail, kemudian Dantai menjelaskan bahwa pasien bisa melakukan operasi untuk memulihkan pengelihatannya, kemungkinan keberhasilan 80% .


"Trimakasih Dok, tolong lakukan yang terbaik saya akan memberikan apapun untuk Anda jika Anak saya sembuh," pintanya


"Jadi dia putri Bapak?" tanya Dantai.


"Iya, dia putri saya ," jawabnya sambil menghapus air matanya di sudut matanya.

__ADS_1


"Bantu saya doa yaa pak dalam membantu kesembuhan putri Bapak, satu minggu kedepan jadwal operasinya, agar operasi berjalan dengan baik," kata Dantai menjabat tangan beliau lalu kembali keruangan Anta.


__ADS_2