Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Sisi lain dari Anta


__ADS_3

Hari itu mereka menghabiskan waktu di jalanan, mereka berhenti di sebuah rumah makan sederhana dan mengisi perut mereka yang kosong sejenak. Ketika waktu duhur mereka berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan kewajiban mereka. Lalu mereka melaju di jalanan kembali. motor mereka berhenti di pantai, mereka turun dari motornya. Anta berlarian menuju ke pantai mendahului Dantai yang berjalan santai sambil melihat punggung Anta yang semakin menjauh, Anta bermain air diantara gelombang air yang pasang surut dengan cerianya. Anta melambaikan tangan ke Dantai, Dantai pun melangkah dengan cepat menghampiri Anta lalu memeluknya dari belakang.


"Fif.., jika ketahuan ibumu kita pacaran, pasti beliau marah," kata Anta sambil mendongak ke atas melihat wajah Dantai.


"Iya..., ibu akan marah Honey, kita langsung digiring ke KUA." kata Dantai tertawa sambil melihat belahan gunung kembar yang sedikit terlihat.


"Honey apa kau tak ingin memakai hijab?" sambil mengalihkan pandangan ke pantai lalu tangannya bergerak mengancingkan kra atas baju Anta.


"Fif..., kenapa kau kancingkan?aku terlihat culun tau ?" kata Anta mengerucutkan bibirnya sambil mendongak ke atas kembali.


" Itu menggodaku, aku gak kuat," kata Dantai santai sambil terkekeh.


"Makanya pakai hijab biar aku gak kebablasan sama kamu," lanjutnya sambil tersenyum.


"Nanti kalau aku sudah jadi nyonya Afif Bayu Dantai," kata Anta sambil mengurai tangan Dantai dan melepaskan pelukan pria itu lalu berlari menjauh sambil berteriak jangan dekat-dekat Fif, nanti khilaf."


"Sudah khilaf Honey," teriak Dantai sambil terkekeh lalu menepuk jidatnya, 'duh Gusti nyuwun ngapunten engkang katha kulo tiang jaler engkang normal,' lanjutnya dalam hati dan tak berhenti tertawa, menertawakan dirinya sendiri.


Lama dia berdiri tak beranjak dari tempatnya, bermain dengan pikirannya sendiri, tak terasa dia sudah kehilangan sosok Anta yang lari menjauh darinya, dia pun berlari mencari kekasihnya itu. Dia terus berlari sambil berteriak memanggil Anta sambil menengok ke sana kemari hingga ia mendengar suara teriakan dan baku hantam.Dia pun mencari suara tersebut alangkah terkejutnya ia melihat Anta sedang berkelahi dengan seorang pria dan dua pria sudah terkapar dengan muka babak belur sambil meringis memegang bagian tubuh fitalnya. Ia segera menghampiri Anta hendak membatunya akan tetapi lelaki yang berkelahi dengan Anta pun terkapar dengan nasif yang sama dengan kedua temannya. Lagi-lagi Dantai terkejut melihat penampilan kekasihnya rok sepan abu-abu robek sebatas pinggangnya.


"Aduh.., ini gimana ceritanya,Han! sampai sobek begini," kata Dantai panik sambil melepas kemejanya meninggalkan kaos ketat lengan pendek mencetak tubunya yang six peck, di lilitkan ke pinggang Anta menutup bagian tubuh Anta yang terbuka. An Dantai menarik tangan Anta yang masih terbengong.

__ADS_1


"Ayo Han, kita pulang!" kata Dantai sambil tersenyum melihat Anta yang masih terbius dengan penampilannya. Anta pun menurut seperti orang linglung entah kemana arah pikirannya. Setelah beberapa menit dia pun tersadar.


"Hai..Fif kenapa kau lepas bajumu?


Lihat lah perempuan-perempuan itu melihatmu Fif! apa kamu sengaja tebar pesona?" katanya ketus. Dantai tertawa mendengar nada suara Anta yang terlihat cemburu.


"Tidak Honey,....aku tidak ingin itu terlihat oleh pria lain, nanti ketika kita sudah berada di dekat motor kita, kau ganti dengan jaket mu ya...dan kemeja itu bisa ku pakai lagi," kata Dantai lembut sambil terus menggandeng tangannya berjalan menuju motornya.


Sampai di sana Anta mengganti kemeja Dantai dengan jaketnya lalu Dantai mengenakan kemejanya kembali dan mengambil jaketnya dan akan di pakaikan ke tubuh Anta, tapi tiba-tiba Anta sudah duduk di depan kemudi.


"Hai ... apa yang kau lakukan Han? biar aku aja yang mengemudikannya," kata Dantai sambil mengeryitkan alisnya.


"Aku aja Fif, aku ingin sekali mencoba motormu," kata Anta dengan tatapan memohon, Dantai menggeleng. Anta terus memohon akhirnya lelaki itu mengijinkan dengan syarat Anta harus memakai jaketnya.


"Kalau kau ingin ku tonjok, kau bisa kau coba," kata Anta.


"Beneran ini bisa ku coba, aku rela kok, Han kamu tonjok," kata Dantai sambil tersenyum devil.


"Afifffff!" teriak Anta


"Ok! aku tidak akan melakukan apapun, tapi yang tadi itu putih sekali Han," katanya sambil terkekeh.

__ADS_1


"Afifffff!" teriaknya lagi menoleh kearah Dantai sambil melotot ke arahnya.


"Ok!, Ok! aku tak akan menggoda mu lagi awas kangen!" katanya mengangkat tangannya sambil tersenyum.


Tiba- tiba motor di jalankan anta dengan kecepatan tinggi Dantai pun terjengkit dan refleks meraih tubuh Anta karena terkejut tanpa di sadari tangannya bertengger manis di kedua gunung kembar Anta. Tubuh Anta terasa berdesir dia tenangkan dirinya lalu mengurangi kecepatan dan berhenti dengan tiba-tiba lalu melepaskan tangan Dantai dengan keras dan menoleh kebelakang sambil melotot ke arah Dantai, Dantai tersenyum canggung lalu mengangkat tangannya ke atas, "Maaf aku terkejut dengan caramu mengemudi," katanya lalu menundukkan kepalanya karena malu. lalu Anta meletakan kembali tak tangan Dantai melingkar perutnya. " Begini yang betul," katanya pada Dantai lalu menatap tajam padanya dan berkata lagi," jangan di ulangi."


"Nanti kau rindu," lanjut Dantai sambil terkekeh.


Anta menoleh kebelakang dan melotot ke arah Dantai. Dantai tersenyum dan mengangkat tangannya membentuk simbul damai," Ok! Honey, maaf."


Anta tersenyum, " kamu sudah siap."


"Sudah sayang tapi jangan terlalu kencang! kita belum menikah," kata Dantai dengan hati yang berdebar. seketika itu motor melaju dengan cepatnya melenggok ke kanan ke kiri menyalip mobil-mobil lainnya dengan sangat lihai ia tak menyangka Anta mempunyai skill seorang pembalap. tak terasa dia sudah sampai di depan pintu rumah nenek Anta.


"Fif!" panggil Anta, akan tetapi Dantai diam saja masih berada dalam pikirannya sendiri. Anta menepuk tangan Dantai sambil memanggilnya lagi. Dantai terkejut, lalu melihat sekelilingnya.


"Sudah sampai?" tanyanya sambil menatap Anta yang terus melihat dari tadi.


"Sudah, apa kau ingin terus disini, gak mau pulang?" tanya Anta sambil tersenyum mengejek nya.


"Cepat amat, sampainya?" katanya sambil turun dari boncengan dan mengambil alih kemudinya. Anta turun dan akan masuk kedalam namun tangan Dantai menarik tangannya dan mencegahnya masuk.

__ADS_1


"Jangan lagi mengemudi seperti tadi! aku takut kehilanganmu sekalipun kau ahli, Honey," kata Dantai menatap sendu Anta lalu tangannya mengusap rambut Anta dengan lembut. "masuklah! aku akan di sini sampai kau menghilang di pintu gerbang itu," katanya lalu melepaskan genggaman tangannya pada Anta. Anta tersenyum dan berjalan masuk melewati pintu gerbang rumah neneknya. Dantai melajukan motornya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumahnya nenekAnta dengan perasaan tak menentu.


__ADS_2