Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Sebuah Janji


__ADS_3

Jasmine pun membuang rasa kecewanya mulai menyimpan nomor Anta begitu juga sebaliknya. "Mbak kuharap percakapan ini Kak Dan tidak tahu dan Mbak bisa menyimpan rapat- rapat tentang percakapan kita," pinta jasmine.


"Baiklah, Jas. Untukmu akan kulakukan," janjinya pada Jasmine.


"Terima kasih Mbak," ucap Jasmine pada Anta.


Mereka pun kembali bergabung dengan suami-suami mereka.


"Hai sebenarnya apa yang kalian bicarakan? Serius amat," tanya Rio. "Ini rahasia wanita, kalian para pria tidak boleh tahu," kata Anta terkekeh Jasmine pun tertawa. Sungguh pengalaman yang luar biasa buat Jasmine bertemu dengan sahabat suaminya seolah kesedihan menguap begitu saja bahkan kekuatiran pun terasa tidak ada ya setelah melihat foto foto Hira Jasmine yakin suatu saat nanti, gadis ini telah dewasa maka akan bisa membahagiakan suaminya itu, hari ini dia adalah milikku esok jika aku tiada maka dia adalah milikmu, pikirnya ketika membayangkan sosok anak kecil yang akan berubah menjadi seorang gadis remaja yang cantik dan ceria, ia tersenyum sendiri dalam lamunannya hingga membuat sang suami terheran. "Apa sih yang kamu pikirkan sampai senyum-senyum begitu? Jangan lupa kalau aku ada di sini!" kata Rio sambil memeluknya dari belakang kemudian membelai perut Jasmine yang besar. "semoga kamu senang berada di sini Aku bahagia kamu bisa tersenyum dan tertawa."


Jasmine tertawa dengan lepasnya. "Aku sangat bahagia bahkan setelah bertemu Mbak Anta," katanya Sambil tersenyum.


"Kenapa begitu harusnya kau bahagia ketika bersama denganku," kata Rio


"Ya aku bahagia Mas Yo, kamu adalah suami yang terbaik yang pernah aku miliki aku bahagia bisa menikah denganmu," katanya sambil tersenyum.


Tanpa sadar mereka mengabaikan Dantai juga ada di sana yang melihat kemesraan mereka. Waduh, An! Dadi obat nyamuk awake Dewe ki," kata Dantai dalam logat jawanya.


Rio tertawa dengan gerutuan temannya itu.


"Yo wis nek ngono ngalio," timpal Rio dengan logat yang sama.


"Sudah gak butuhkan kita An," kata Dantai sambil menarik tangan istrinya mengajaknya pergi dari tempat itu.


Rio pun tertawa melihat kepergian mereka menuju Vilanya sendiri.


Mereka menikmati malam yang indah terangi dengan rembulan yang bersinar, dengan bintang-bintang yang taburan, memberi nuansa romantis di atas dek vila mereka, yang berada di atas permukaan air laut, pesona yang tidak bisa di lupakan begitu saja.

__ADS_1


"Esok hari kita akan berwisata di kedalaman laut dengan menggunakan kapal selam, Apa kau suka?" tanya Rio.


"Benarkah itu?" tanya Jasmine.


"Ya Anta dan Dantai akan snorkeling di bawah laut, sedakan kau dalam keadaan hamil Jadi tidak mungkin," katanya tertawa, Jasmine pun memukul tangan Rio.


"Tak kusangkah kau juga punya selera humor juga, kukira kau tidak bisa bercanda bahkan terlihat sangat begitu serius," kata Jasmine.


"Itu karena kau belum mengenalku," kata Rio.


"Awal kita menikah memang tidak sedang baik-baik saja, tapi kita akan selalu berusaha untuk memperbaikinya, agar kelak ketika anak kita lahir maka dia hanya tahu bahwa aku mencintai ibunya, Apa kau mengerti jas?" kata Rio dan Jasmine mengangguk serta tersenyum.


"Apa saat ini aku ada di hatimu," tanya Jasmine pada Rio.


"Apakah keberadaanku dalam di sisimu tidaklah cukup bagimu, sedikit demi sedikit kamu pasti memasuki hatiku jas, percayalah bahwa aku akan selalu menyemai cintamu, di hatiku agar tumbuh dengan subur sehingga hanya kau yang ada di dalam.


"Nyawa kita milik Allah, bahkan kita tidak tahu kapan nyawa kita diambil oleh pemiliknya.Ketika nanti aku tiada maka kau harus menikah lagi, dengan siapa pun yang kau cintai, tapi ketika saat di surga nanti carilah aku sebagai istri pertamamu," kata jasmine menatap sendu sang suami.


"Hai kau bicara apa? kau akan baik-baik saja, jas. Kita akan merawat anak kita berdua, aku akan selalu berada di sisimu dan juga anak kita," kata Rio


"Itu sangat indah Yo, semoga Allah mengabulkan keinginanmu. Namun, jika itu tak terjadi seperti yang kita inginkan, maka tetaplah menatap hidup dengan bahagia, Yo," kata Jasmine sambil meletakkan kepalanya di dada Rio.


"Apa baik-baik dengan kandunganmu jas? Kenapa kau katakan itu padaku?" kata Rio.


"Sangat baik yo tapi aku begitu takut, saat nanti aku melahirkan anak ini, bukankah setiap wanita yang melahirkan itu taruhannya adalah nyawa. Aku sudah siap untuk itu Mas Yo. Anak ini akan menghiasi hidupmu dan memberikan tawa di hari-harimu, jika untuk itu, aku kehilangan nyawa aku rela, Mas Yo," katanya, sambil tersenyum.


"Jangan bicara soal kematian Jas, mari kita jalani hidup ini dengan sangat bahagia dan kita berdoa agar umur kita panjang serta diberikan waktu untuk mengasuh anak yang akan kau lahirkan nanti," kata Rio.

__ADS_1


"Ya kita akan mengasuh anak ini bersama, Yo. Semoga umurku panjang," kata Jasmine.


Mas Yo, Aku ingin kau meraih cintamu rasanya tidak adil buatmu, jika kau hanya berusaha untuk mencintaiku dan kau belum mendapatkan kebahagiaan hatimu, sedangkan aku saat ini sudah merasa bahagia, Mas Yo, gumam Jasmine dalam hati.


"Ayo kita masuk sudah larut malam, hawa sudah semakin dingin aku tidak ingin kau sakit, karena cuaca yang dingin ini," kata Rio


"Jika aku kedinginan, ada yang menghangatkanku, yaitu kamu, Mas Yo," kata Jasmine terkekeh.


"Kau sudah pintar menggoda ya, sekarang," kata Rio.


"Kan kau yang mengajariku," kata Jasmine kembali.


Rio tertawa. Apa aku harus menggendongmu agar kau mau masuk ke dalam," kata Rio kembali.


"Jasmine tertawa tidak perlu ayo kita masuk," kata Jasmine.


Mereka pun masuk ke dalam Vila dan menutup pintu dengan rapat lalu menguncinya, kemudian Rio melepaskan hijab Jasmine.


Ketika hijab telah terlepas menampakan rambut yang di gulung ke atas leher yang jenjang menampakkan kecantikannya yang baru disadari oleh Rio.


Dilepaskannya gulungan rambut istrinya, terlihat rambut indah yang hitam lurus


dan tebal di kecup kening sang istri. "Tidurlah aku masih harus mengecek emailku, nanti aku akan menyusul."


Jasmine pun menggangguk dan berjalan menuju kamar bersama.


Rio mengambil iPad-nya yang ada kopernya lalu keluar kembali dan duduk di ruang tamu Vila yang mereka tinggali. Sementara Jasmine mengganti pakaian tidurnya, ia pun berdecak, melihat pakaian-pakaian tidur yang di bawanya. Hawa di sini sangat dingin tapi kenapa aku membawa baju seperti ini apa yang kau pikirkan Jas, batin Jasmine jengkel sambil melihat baju di tangannya.

__ADS_1


Tanpa diketahuinya, Rio berdiri di belakang sambil tersenyum dia pun berkata, "Pakai saja, nanti setelah aku sudah selesai, akan kuhangatkan kau."


__ADS_2