
Dantai yang sudah berada di kamarnya merebahkan diri setelah menunaikan sholat dhuhur, di ambilnya handpone-nya dan melakukan panggilan ke Anta kembali terhitung hingga 30 panggilan di mulai dari pagi sampai sekarang. Namun, belum tersambung juga. Dantai merasa kecewa karena Anta pergi tak mengabarinya sama sekali, andai Rudi tidak memberitahunya dia tidak akan tau. Karena marah dan kecewa hingga lelah hati, ia pun memejamkan mata berusaha tidur melepaskan keresahan hatinya, diapun terlelap tanpa mengganti pakaian.
...----------------...
Di tempat yang lain di rumah Anta mbak Lila mengetok pintu kamar Nona mudanya berkali-kali, hingga terdengar suara serak Anta sehabis tidur. "Sebentar Mbak saya mandi dulu," katanya
"Baik, saya akan tunggu di luar, Non," jawab Lila.
tak lama kemudian Anta keluar dengan outfit yang sederhana. Merekapun berangkat ke salon. Tak lama kemudian merekapun sampai ke salon. Jam 15.00 Anta mendapatkan perawatan di salon dan langsung menuju di tempat penyelengara konser. Anta membahas tentang kesiapan konser nanti malam hingga tidak memeriksa hanphone-nya sama sekali. Sampai pertunjukan akan di mulai pun Anta belum memeriksanya, hingga puluhan panggilan dan chat yang di kirim kan Dantai.
Afif
Honey, kamu dimana? kenapa tidak aktif. Apa kamu sakit?
Afif
Honey, kamu di mana? tolong jawab pesanku.
Afif
Honey, kenapa ngak aktif? kamu di mana?
Pesan yang sama di kirimkan ke Anta hingga beberapa puluh pesan belum masuk ke nomer wa Anta.
Dantai terbangun ketika mendengar gedoran pintu dan suara adiknya yang berteriak memanggilnya.
"Kak, Sholat ashar dulu! Ayo bangun kak!" teriak Salva.
"Iya, dik kakak sudah bangun," jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur.
Dantai segera ke kamar mandi, membersikan tubuhnya lalu mengambil wudhu kemudian melaksanakan sholat ashar. Selesai sholat terdengar suara panggilan dari handpone-nya dia mengakhiri doanya. Setelah itu, segera menyambar handphone yang ada di nakas, ketika melihatnya, dia sedikit kecewa bukan Anta, tapi Pak Surya rekan bisnis Ayahnya. Dantai menerima panggilan tersebut.
"Assalamualaikum, om ada yang bisa saya bantu om," kata Dantai lewat sambungan teleponnya.
__ADS_1
Suara Om Surya Terdengar dari seberang. "Wa'alaikumsalam, begini nak. Rekanan om ingin mengadakan konser untuk pembukaan usahanya yang baru, menginginkan band kalian yang tampil berkolaborasi dengan dengan pianis muda berbakat di Jakarta, bagaimana nak.
" Namun, kami tidak mengenalnya Om, tentunya kita harus mencocokkan dulu permainan dia dengan kami," jawab Dantai
"Oh ... itu nanti kalian akan diberi waktu latihan sebentar Dan. Tolonglah Dan!" pinta Om Surya
"Saya akan sampaikan dengan teman-teman kami om, baru saya buat keputusan," jawab Dantai sopan
"Boleh, tapi segera ya, Dan. Karena pertunjukannya sudah lusa, kalau bisa hari ini segera putuskan yaa!" pinta Om Surya
"Baik om nanti saya hubungi, Assalamualaikum," jawab Dantai.
Suara Om Surya terdengar menjawab salam. "Wa'alaikum salam."
Panggilan pun berakhir, dia mengecek kembali pesan di aplikasi wa Anta masih centang satu. Dia menghela nafas, beralih ke wa groub bandnya dan melakukan panggilan vidio. Mereka rapat sejenak lalu memutuskan untuk menerima tawaran om Surya. Dantai pun melakukan panggilan ke om Surya.
"Assalamualaikum, Om. Kami menerima tawaran Om."
"Iya Om, trimakasih, Wa'alaikumsalam," jawab Dantai
Panggilan pun berakhir, Dantai masih duduk di atas sajadahnya. Adzan magrib berkumandang.
Dantai beranjak dari duduknya dan menuju mushola rumahnya. Salva dan Bik Mirna menunggu untuk sholat jamaah. Dantai pun mengelar sajadahnya dan mulai mengimami sholat magrib. Selesai sholat dan berdoa Dantai mengambil Al-Qur'an dan mulai membacanya sambil menunggu Adzan isya'. Begitu pula Salva dan Bik Mirna menunggu sambil mendengarkan alunan ayat suci yang di bacakan Dantai. Hingga waktu isya' tiba mereka melaksanakan sholat. Setelah selesai, Dantai mencium punggung tangan Bik Mirna begitu pula Salva. Dantai pun beranjak kembali ke kamarnya dan menguncinya.
Tak berapa ada pesan wa masuk.
Om Alex
Jam 2.00 kalian berangkat, tiket sudah om kirim ke wa kalian masing-masing. setibanya di sana nanti om jemput sudah disiapkan hotel untuk kalian.
Dantai
Ok! Om trimakasih.
__ADS_1
Om Alex
Sama-sama Dan.
Seperti biasa keperluan panggung om Alex yang selalu menghandel.
Lagi-lagi Dantai mengecek wa Anta belum ada tanda di terima.
Dantai mendengus, 'Kau lagi apa sih An, kenapa Hpmu tak aktif dari tadi?' Dantai mengeluh dalam hati. Dantai menyiapkan pakaian yang akan di bawa nanti. dia hanya membawa tas punggung saja karena hanya 3 hari saja di sana.
Sementara di panggung pertunjukan Anta sudah mempersembahkan permainan pianonya yang apik dan di akhir penampilannya dengan menyanyikan lagu cinta yang sangat merdu. Dia membawakan 3 lagu berturut-turut di awal penampilannya di membawakan instrumen musik piano yang merdu dan indah. Di Akhir penampilan di mendapatkan standing applaus dari penonton. Anta meninggalkan panggung dan menuju ruang ganti, Anta berganti baju yang sederhana tapi elegan, Mbak Lila tiba-tiba masuk.
"Non ada yang menunggu di ruang tunggu," bisik Lila
"Baik saya akan ke sana, tunggu lah di luar kita langsung pulang!" jawab Anta lalu mengambil tas dan berjalan keruang tunggu. Lila pun mengangguk dan pergi meninggalkan majikan bersama tamu. terlihat di ruang tunggu Riko dan Billy menunggunya. Anta tersenyum melihat sahabatnya itu. " Hai pangeran sangkar emas bisa kesini juga kau," sapanya pada Riko.
"Karena kau ngajak balapan liar jadi aku di kurung," kata Rio sambil tersenyum sinis, Anta pun tergelak.
"Ada apa mencari ku? tanyanya pada Riko, Riko pun menjelaskan maksud tujuannya menemui Anta sambil menunjukkan foto yang ada di Hpnya, Anta pun mengangguk tanda mengerti.
"Tapi Aku harus bicarakan ini sama Afif Agar tidak salah paham padaku," katanya lalu tiba-tiba dia teringat belum mengabari Dantai sama sekali ia menepuk keningnya dan buru-buru mengambil handphone-nya dan menyalakannya banyak panggilan dan pesan wa di sana dia terbelalak melihat riwayat panggilan tak terjawab.
Riko tertawa melihat ekspresi Anta saat itu," Kenapa kau tak pamit dan tak memberi kabar sampai larut malam?" tanya Riko sambil tertawa diikuti oleh Billy, Anta menelan ludahnya.
"Cepat hubungi dia kembali! kau tak mau diputus, seperti Reno memutuskan mu, kau memang ceroboh An. Aku juga mau balik," kata Riko sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Anta di ikuti Billy di belakangnya.
Anta pun segera menelepon Dantai namun nomernya tidak aktif lalu ia menulis pesan pada Dantai.
Anta
Maaf baru memberi kabar padamu sekarang Fif, aku baik-baik saja dan ada keperluan di Jakarta selama 4 hari nanti setelah aku kembali ku jelaskan apa keperluanku, I love you say.
Anta lalu mengirimnya dan beranjak dari duduknya dan berlari keluar area gedung pertunjukan dan langsung masuk ke mobil di mana Lila telah menunggunya. sedan putih itu pun berjalan membela jalanan sunyi menuju rumah Anta. Sesampainya di rumah dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Rasa lelahnya membuat terlelap.
__ADS_1