Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Masih Belum Terlewatkan


__ADS_3

Hira dan Dantai, berada di ruangan Aril menunggu pria itu membersihkan tubuh terlebih dahulu.


telah berganti pakaian dengan yang bersih Ariel pun mengajak dan teh dan Ira pulang ke rumah dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sedang sampai di rumah Dia pun disambut dengan Salva.


"Lho kok Bang nanti ada di sini emang Ada perlu apa," tanya Salva.


"Istri ingin ketemu dengan Hira dia ternyata mengalami konflik kasih pada panggilannya dan akan diadakan darah mengakibatkan dia melarikan dengan darah yang hebat saat ini dia masih dalam keadaan koma, udah tahu kapan sadarnya," kata Aril.


"Mas Dan dan Dira sudah makan," tanya Salva.


"Belum Sal aku dan Hira belum sempat makan lalu Jasmine kesakitan dan ingin melahirkan kemudian Aku menelpon suamimu Aku menelpon Rio ini kami sama-sama ke rumah sakit itu dia juga belum makan," kata Dantai.


"Kalau begitu kalian makan saja aku siapkan dulu ya," kata Safa


"Salvapun menyiapkan menu makanan di meja lalu menyuruh Hira dan Dantai makan mengisih perutnya


Hira dan Dantai akhirnya makan saat ini dia memang terasa sangat lapar sudah di pagi mereka belum makan karena ada hal yang tidak diinginkan tadi.


Sungguh dia bangga kepada putrinya yang tidak merasa panik melihat keadaan darurat seperti itu. Setelah selesai makan dan mereka beristirahat sebentar agar badannya tidak terlalu lelah.


...----------------...


Di tempat lain Rahanda dan juga Mutia segera naik mobilnya dan berjalan keluar rumah melintasi jalanan menuju rumah sakit di mana Jasmine dirawat mereka sedikit shock karena tidak ada ya tidak ada pemberitahuan sama sekali.


Mereka tidak tahu bahwa kondisi kehamilan Jasmine sangat bermasalah dan membahayakan nyawanya.


"Bagaimana ya keadaannya Jasmine pi?" tanya Mutia kepada suaminya itu


"Ya jangan tanya sama aku juga belum

__ADS_1


tahu Mi kita kan baru berangkat, sudah tenang saja dulu,yang penting kita berangkat dulu aja dan lihat apa yang terjadi nanti," kata Rajanda


"Ya betul Papi bilang" kata Mutia juga. Setengah jam perjalanan Mereka pun sampai di rumah sakit dan segera mencari ruang perawatan Jasmine dan akhirnya dan akhirnya mereka pun sampai di tempat perawatan Jasmine.


mereka mengetuk pintu tiga kali dan Rio pun menyuruh mereka masuk ketika mereka masuk rasa iba menyeruak dalam hatinya saat melihat menantunya tak berdaya di ranjang di rumah sakit menantunya saat ini Rahanda


merangkul putranya untuk memberikan kekuatan pada putranya itu untuk menghadapi suatu hal yang tidak terduga.


Mana cucuku katanya


"Ada di ruang anak saja, melihat untuk melihat dia," kata Rio.


"Baiklah kami nanti akan ke sana saat ini biar kami melihat dulu keadaan menantu kami," kata mutia pada putra itu.


"Apa kau sudah makan?" tanya Rahanda pada putranya.


"Belum Ayah Bagaimana mungkin aku bisa makan melihat keadaan Jasmine Seperti ini," kata Rio


"Terserah Ayah sajalah aku sudah tidak bisa berpikir apapun saat ini melihat keadaannya seperti itu saja membuatku susah untuk bernafas," jawab Rio


lama kemudian Yudi datang membawa bungkusan makanan dan minuman untuk tuannya.


"Makan dulu Tuan jangan sampai tuan sakit dan tidak bisa menjaga nyonya


kata Yudi pada Rio


Dia akhirnya pun makan walau terasa sangat tidak tidak enak tapi tetap ya harus mengisi perutnya apa tidak jatuh sakit dia harus kuat karena istri dan anaknya membutuhkannya.


Setelah mengisi perutnya Iya kembali duduk di depan aja istrinya dan meninggal di tangan Jasmine kita terasa dingin dia melihat monitor detak jantung Jasmine yang ada di sebelah masih terdeteksi dan dia merasa lega.

__ADS_1


Kedua orang tuanya saat ini sedang berada di ruang bayi melihat putranya di sana sungguh suatu pemandangan yang begitu menyedihkan Ketika sang putra membutuhkan ASI sang ibu belum bisa memberikan Asi pada putranya itu.


Orang tua Rio pergi ruangan anak untuk melihat cucunya di balik kesedian karena menantunya, ada sedikit kebahagiaan yaitu kehadiran cucu laki-laki yang akan menjadi pewaris dari usahanya itu.


Mutia menimang sang cucu dengan sangat bahagianya.


Setelah melihat sang cucu mereka kembali ke kamar jasmine menemui putranya itu.


Mereka pun berpamitan untuk pulang dulu dan besok akan kemari lagi.


Rio mencegah mereka. " Tidak perlu kesini dulu Pi, Ma. Kalian di rumah saja biar aku yang urus Jasmine. Kalau kalian sakit aku juga yang repot, nanti kalau ada perkembangannya Papi sama Mami aku kasih kabar," kata Rio.


"Baiklah kalau itu maumu kami akan menunggu kabarmu jaga menantuku dengan baik-baik kau mengerti Yo," kata Rahanda.


tentu Papi dia adalah istriku jelas aku akan menjaganya dengan baik-baik kata Rio pada papinya. Rahanda memeluk Sang putra sambil menepuk baunya yang sabar ya sambil terus kau ajak bicara agar dia segera sadar kata rahanda.


"Baik Pi," jawab Rio.


"Rahanda dan Mutia keluar dari kamar menantunya. Dia berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit keluar menuju area parkir dan masuk ke dalam mobilnya bersama sang istri dan melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah sakit.


Sebenarnya mereka ingin tetap berada di sana, menunggu sang menantu sampai sadar karena memang usia mereka pun juga sudah tidak mudah lagi dan juga sering sakit-sakitan membuat sang putra tidak mengizinkannya.


Tidak mau berdebat dengan putranya Dia pikir apa yang dilakukan Rio adalah yang terbaik perhatian mertua terhadap menantu, tidak harus menjaganya sepanjang waktu, dikala Dia sedang sakit karena tugas suamilah yang menjaga dan memastikan keadaannya baik-baik saja, cukup memantau di rumah karena fisik juga tidak mendukung untuk melakukan hal itu.


Sebaik-baiknya yang dilakukan adalah menjaga kesehatannya sendiri, sambil memantaunya di rumah, itu yang pernah dikatakan Rio pada mereka.


Rahanda menghela nafas sebenarnya ia takut terjadi sesuatu terhadap menantunya.


Dia tahu bahwa Sang putra saat ini masih menyukai gadis kecil anak dari sahabatnya itu. Rahanda tahu tak mungkin bisa menyatukannya karena usia yang cukup begitu jauh berbeda, dia sudah lama menginginkan keturunan dari putranya Rio dan sekarang sudah terwujud.

__ADS_1


Akan tetapi kalau harus merelakan menantunya itu pergi, sungguh dia tak sanggup, gadis itu adalah anak yatim piatu, dia sekolahkan hingga lulus kuliah serta dia memilihnya sebagai menantu karena Ada kemiripan wajah dari Putri sahabatnya putranya itu.


__ADS_2