Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Bertemu Kembali


__ADS_3

Jam 5.30 Dantai berangkat dari rumahnya menuju Bandara, sehingga ia belum sarapan pagi dan begitu sampai di depot Rudi ia pun merasa lapar.


Dantai makan dengan lahap, sesekali berkomentar tentang usaha Rudi," ternyata kamu pandai usaha juga usaha Rud." puji Dantai sambil meminum air dalam gelas.


"Apa tidak ada cewek yang tertarik dengan pengusaha calon dokter ini di sini?" tanya Rio pada Rudi.


" Aku gak pikirkan itu Ri, aku masih fokus dengan pengobatan adikku dulu.


Di saat mereka berbincang-bincang terdengar ribut-ribut, salah satu karyawan Rudi dengan seorang pelanggan yang tidak mau bayar.


"Mbak, mbaknya harus bayar!, di sini gak bisa hutang kak!" kata kasir itu masih dengan sabarnya.


"Bukan saya gak mau bayar mbak, saya mau bayar kalau ada bos kamu." katanya lagi gak mau kalah.


"Mbaknya sudah 3 kali loh mbak, saya takut di marahi bos saya mbak," kata kasir itu sambil nangis. Rudi yang mendengar itu langsung berdiri dari duduknya dan berjalan dengan lebar menghampiri karyawannya," Ada apa Tut?" tanya Rudi pada karyawannya.


"Ini loh mbaknya gak mau bayar mas , katanya nunggu mas baru mau bayar." kata kasir itu pada pada Rudi. Rudi pun menoleh pada gadis cantik yang berpenampilan modis dengan mengenakan beberapa aksesoris yang terlihat mahal. Gadis itu pun terbelalak, melihat pria yang selama ini dia cari-cari, memang ia mencari masalah agar bertemu dengan pemilik depot yang kata temannya tampan bikin jantung berhenti berdetak.


Rudi menghela nafas," Berapa total yang harus ia bayar?"tanya Rudi pada karyawannya.


"500 ribu mas belum yang hari ini," jawab Tutik Karyawan kasir Rudi.


Masukkan dalam tagihan ku nanti." katanya dan akan pergi namun ia di kejutkan dengan seseorang yang menahannya dengan menarik tangannya, ketika ia menoleh tiba-tiba saja bibir gadis itu mendarat bibirnya. Sesaat ia terkejut dan menikmati momen itu namun gadis itu mengakhiri ciumnya sambil berkata," Itu tip buat kamu tampan, aku akan bayar," katanya lalu membisikan sesuatu di telinga Rudi," Manis sekali lebih manis dari es cendol mu." ia pun berlalu, sambil berjalan ia memberi perintah pada asistennya," Pesankan 100 bungkus nasi pecel lengkap, Nil sekalian bayar hutang ku pada si tampan itu!"


"Baik non."


Gadis itu menoleh ke belakang lalu mengedipkan sebelah matanya pada Rudi yang masih terperangah, sebelum ia keluar dari depot Rudi.

__ADS_1


"Gila dia itu cowok apa cewek? berasa Rudi seperti perawan yang dilecehkan," kata Aril tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Rudi merah padam. tiga sahabatnya pun ikut tertawa.


"Dan, kalau kau tak berhenti tertawa aku tak mau video call dengan gadis yang ada di hati itu!" katanya mengultimatum temannya. seketika Dantai menghentikan tawanya dan merangkul sahabatnya.


Rudi menoleh pada Tutik," Jangan tertawa Tut, kalau kau tak ingin ku pecat!" seketika itu Tutik yang dari tadi menahan tawanya membekap mulutnya dengan rapat, beberapa penjual pun mengulum senyum dan berapa pengunjung terkikik. Rudi kembali dengan hati gusar di ikuti teman-temannya.


"Gimana tadi enak enggak? Rud, sepertinya kau menikmatinya tadi," kata Rio sambil tersenyum.


"Jadi ingin menginap satu malam lagi di sini." kata Gibran terkekeh.


"Ini jadi video call apa enggak?"


"Jadi dong Rud! teriak Dantai paling keras.


Rudi pun mengulum senyum lalu mulai menekan panggilan.


di ruangannya Anta baru saja selesai terapi dan saat ini ia duduk di ranjang yang sebelumnya sudah di set oleh Sari agar Anta merasa nyaman.


tak seberapa lama handponenya berbunyi, Rudi Rudi Rudi, Anta mengambil handphonenya dan didekatkannya di mulutnya" jawab." Anta mengucap untuk menerima panggilan Rudi maka seketika layar video pun menyalah, lalu terdengar salam di ucapkan Rudi dan Anta pu menjawab lalu tersenyum.


"Lagi apa?" tanya Rudi, Anta pun tertawa," Emang aku bisa apa, ya cuman begini lah habis terapi di sini di ranjang atau di kursi roda."


"katanya hari ini lagi ngumpul, gak jadi? Afif gak datang? teman-teman juga gak jadi datang?"


tanya Anta pada Rudi.


"Enggak jadi hari ini Dantai lagi sibuk, padahal teman-teman sudah datang loh." kata Rudi. Sementara itu, Dantai menatap layar tak berkedip sama sekali menikmati wajah ayu itu dengan menikmati debaran jantung yang semakin kencang berdetak. di pejamkan matanya berusaha mengingat namun tak ada ingatan yang tersisa dari kisah dirinya dan gadis itu.

__ADS_1


"Ok! kita absen ya, mulai dari aku ya, Hai aku Rudi apa kabar mu? kata Rudi lagi sambil melirik Dantai.


"Hai aku Rio, Apa kabar mu."


"Hai aku Aril masih ingat suara ku."


"Aku Gibran dan belum berganti nama sampai sekarang."


Anta tertawa, kalian seperti anak TK yang sedang melakukan perkenalan kepada gurunya. baik anak-anak ceritakan apa yang kalian lakukan hari ini? tanya anta menirukan seorang guru TK. Dantai menikmati wajah Anta yang terlihat ceria di kamera walaupun dia dalam keadaan tidak baik-baik saja, Dantai yakin itu seseorang yang kehilangan pengelihatannya dan terkungkung di kursi roda dengan gerakan terbatas karena tak bisa melihat dan berjalan.


"Maaf jika aku tak mengingat mu, tapi hanya engkau di hatiku." gumam Dantai dalam hati.


Mereka saling bersautan bercerita apa pun pada Anta kadang terdengar suara tawa Anta yang lepas, mendengar cerita temannya seolah tak ada beban di hatinya tapi siapa yang tahu di balik keceriaan itu tersimpan, kepedihan dan kerinduan pada pujaan hati yang tak lagi bisa di lihatnya dan tak lagi bisa mendengar suaranya. Di saat dia masih di batu ia akan pergi ke panti asuhan untuk membunuh rasa rindunya.


Mereka masih bercanda ria hingga terdengar suara teriakan dari Aril sambil terkekeh" Kau tau An, Rudi dapat sesuatu hari ini."


"Memang dapat apa dia?" tanya Anta dengan mimik ingin tahu.


"Dia dapat ciuman dahsyat dari gadis cantik aku yakin, nanti malam ia tak bisa tidur." timpal Rio. semuanya tertawa selain Dantai, ia menahan tertawanya agar tak diketahui Anta jika dia juga ada di sini bersama teman-temannya.


"Kalian ini benar-benar ya, bikin aku kesal saja dari tadi gak berhenti meledek ku."


"wow apa itu benar Rudi ?" tanya Anta kaget dan terlihat membayangkan raut muka Rudi yang merah padam


"An, sudah jangan tanya!" saut Rudi jengkel dan itu membuat Anta terpingkal-pingkal."


"Ya sudah aku rela jadi bahan Bullyan kalian kalau itu membuatnya tertawa."

__ADS_1


Trimakasih telah mampir dan memberikan jejak pada karya pertama saya, maaf jika ada susunan kata yang masih berantakan semoga suka dan selalu menunggu kelanjutannya. Mampir juga ke novel ke dua ku, ya " Menikahi Sahabatku" untuk kisah Rudi akan saya buat tersendiri setelah cerita ini tamat. Trimakasih.


__ADS_2