
waktu Maghrib pun tiba semua melaksanakan sholat magrib dan lanjutkan dengan sholat isya berjamaah di mushola pak Andi yang cukup besar dapat menampung keluarga Dantai teman dan sahabat-sahabat beliau. Setelah itu mereka ngobrol di ruang tamu sambil lesehan.
Dantai yang akan mengikuti Anta masuk ke kamar, di cegah tante Rena.
"Kamu di sini dulu Dan, nanti tante panggil kalau sudah waktunya."
"Ya mam," jawab sambil terkekeh, Rudi menarik tangan temannya itu hingga terduduk, " Sabar Dan! berpisah satu setengah tahun aja kamu tahan Dan, masak hanya beberapa jam saja gak kamu sabar," kata Rudi pada Dantai
Dantai hanya meringis saja.
"Depot kamu gak bukak Rud?" tanya Dantai.
"Bukalah."
"Kenapa kalian gak pulang?" tanya Dantai pada temannya
"Kita di usir Rud," Timpal Gibran
"Biarin saja kalau bisa dia kita sandra dia di sini, biar gak bisa malam pertama,"kata Rio tertawa.
"Kalian itu benar-benar menyebalkan tahu."
"Lihat tuh Aril gak bisa lepas dari Salva," kata Rudi sambil menunjukkan dagu ke Aril yang sedang berbincang-bincang akrap dengan Salva.
Dantai hendak beranjak dari duduk kembali di tarik tangan oleh gibran hingga terduduk kembali," Kamu mau kemana Dan?"
"Aku itu mau nyamperin Aril, enak aja aku saja yang sudah halal dengan Anta kamu tahan di sini." kata dengan muka cemberut."
Mereka tertawa," jadi kamu itu iri Dan?" tanya Rio.
"Bukan begitu, masalah Salva adikku tahu."
__ADS_1
"kan ada tante Ira dan juga om Harlan gak mungkin lah macam-macam, udah biarin aja kasihan, besok adik kamu sudah harus pulang ke Singapura juga." jawab Rudi.
"Kamu gak kencan sama tuh cewek?" tanya Dantai pada Rudi
"Cewek siapa?" tanya Rudi pura-pura gak ngerti apa yang di omongkan Dantai.
"Ya, cewek kamulah Rud, masak ceweknya tentanggamu." kata Dantai jengkel.
Rudi Terkekeh," Dia lagi ada pertemuan dengan kliennya di Perancis selama 1 minggu, jadi hari ini aku bebas dari CEO sableng itu."
"Apa, CEO sableng? Dantai terkekeh dengan sebutan Rudi pada teman kencannya itu begitu pula Rio dan Gibran.
"Kalau aku tahu nomer telpon dia, akan ku telpon dia aku suruh untuk membawa pulang kau, biar gak ganggu aku." kata Dantai.
Mereka pun tertawa mendengar keluhan Dantai.
Dantai menebarkan pandangan mencari Lila.
"Mbak Lila, kenapa mami lama sekali ya?"
teriak Dantai.
Lila tertawa mendengar keluhan Dantai begitu pula yang lain," Sabar Dan, tante lagi siapkan yang spesial buat kamu." kata Lila masih tertawa.
"Benarkah mbak?" tanya Dantai dengan mata berbinar.
"Iya, Dan spesial pakai telur." timpal Rudi sambil tertawa. Dantai mengambil tissue dan dikepalnya lalu dilempar ke arah Rudi, Rudi menghindar sambil terus tertawa.
"Sana tertawa terus," kata Dantai sambil cemberut.
Tak lama kemudian Rena keluar menghampiri Dantai lalu menggeret tangannya agar mengikutinya, Dantai beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Rena sambil menjulurkan lidahnya ke teman-temannya lalu melambaikan tangan.
__ADS_1
Rudi, Rio dan Gibran tersenyum dengan ulah temanya yang sudah tak sabar untuk menemui istrinya.
Tak lama kemudian 4 sekawan itu pamit meninggalkan rumah Anta.
Sementara orang tua Dantai dan Salva tinggal di rumah Andi yang mempunyai banyak kamar.
Dantai sampai di kamar Anta, Rena membuka pintu kamar Anta, mami tinggal ya."
"Iya mam." kata Dantai menoleh Rena lalu membuka pintu kamar Anta, begitu pintu terbuka Dantai terpukau dengan pandangan yang tertumpu pada seorang wanita yang duduk di bibir ranjang dengan pakaian minim dan seksi, serasa jantung berdetak lebih keras, ia pun masuk dan mengunci pintunya," sayang sudah wudhu?" tanya Dantai. Anta pun mengangguk. Dantai menyiapkan sajadah dan mukena Anta," Sini sayang sudah mas siapkan." Anta berjalan mengikuti pendengarannya," di sini?" tanya Anta sambil kakinya meraba mencari sajadah.
"Iyah tunggu di situ ya, mas mau ambil wudhu dulu ya." Dantai berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, tak lama kemudian keluar dari kamar mandi lalu mengambil shaf," Ok! kita mulai sayang. mereka pun sholat sunah berjamaah, setelah selesai Dantai melafalkan doa, kemudian ia pun melepas mukena Anta.
Dantai terkesima Anta yang mengenakan balutan pakaian seksi nan menerawang berwarna putih menampakan pemandangan yang indah membuatnya tak berhenti memandangnya. " sayang kamu indah sekali, mami benar-benar menyiapkan mu untuk indah ku pandang.
Tangannya mulai menyentuh apapun yang indah dari tubuh Anta, tanpa balutan kain mereka menyatukan perasaan dan nafas mereka seiring detak jantung yang berirama sesuai gairah mereka," sayang aku mulai ya, kalau sakit bilang ya aku akan berhenti. Anta mengangguk.
Semakin lama semakin menggelora Dantai mengikuti instingnya mengisap madu cinta yang luar biasa, Anta merasa sesuatu yang tak nyaman dari tubuhnya rasa sakit yang berubah menjadi menyenangkan, ******* nafas saling bersautan hingga mereka pun mencapai puncaknya.
Dantai berhenti sesaat tanpa melepaskan tautannya, di tatapnya wajah cantik istri dengan nafas yang masih tersengal dikecupnya kening istrinya"Trimakasih sayang." Anta menggangguk lalu Dantai melepas tautannya dengan perlahan lalu berbaring di sebelah Anta sambil memeluk tubuh istrinya denga tangannya yang masih bermain di area tubuh yang begitu ia sukai. Sekali mengenalnya seolah tak mau melepasnya.
Bibir dan tangannya pun mulai bermain membuatnya ingin kembali mengulang dan mereguk manisnya malam pertama "Sayang boleh lagi,"
"Masih sakit mas," katanya dengan tatapan memohon
"Aku akan pelan sayang," bibir dan tangannya mulai bermain secara bersamaan hingga irama ******* dari bibir terdengar indah,mulai kembali petualangan yang lebih indah dan bergelora, rasa yang tercipta mulai menggila membuat dua insan semakin tenggelam dalam lautan cinta, semakin dalam hingga tercipta letupan gairah yang luar biasa akhirnya mereka pun mencapai puncak kenikmatan kembali.
Dantai menjatuhkan tubuhnya di sebelah Anta disekanya butiran keringat di dahi istrinya.
"Maaf ya sayang jika berlebihan, mau mandi sekarang?" tanya Dantai aku ngantuk mas, hai jangan tidur dulu sayang bersihkan tubuhmu, mas siapkan airnya.
Dantai menyiapkan air hangat dengan aroma terapi lalu di gendongnya tubuh istrinya lalu meletakan tubuh Anta kedalam bathup. Anta berendam di dalam air hangat aroma terapi. Dantai mandi dengan menggunakan shower setelah selesai ia pun mengangkat Anta dari bathup dan membawanya ke sofa kamar tidur. ia mengganti seprainya yang ternoda darah dan Dantai membuka lemari Anta terkesiap banyak pakaian seksi yang ada di sana ia mengambil salah satunya dan memberikan ke Anta. tanpa curiga apa pun Anta mulai memakai bajunya dan mereka tidur saling berpelukan.
__ADS_1