
Dantai dan Anta memutuskan untuk tinggal selama 2 hari di malang begitu pula dengan Andi dan Rena menemani putri untuk beristirahat sejenak selama 2 hari.
Bumil satu ini mulutnya gak bisa diam nyemil sana nyemil sini.
Apa yang di masak bik Ija pasti tandas.
Beberapa macam jajanan tradisional di mintanya, alasannya karena di sana tidak ada.
Selama dua benar-benar di manfaatkan untuk berburu kuliner.
Dantai dengan sabar menuruti kemauan si bumil.
Waktu dua hari di gunakan untuk berjalan-jalan di tempat-tempat wisata tak henti-hentinya mulutnya bercerita pada Anta tentang apa yang di lihatnya dengan apa dilalui andai harta bisa mengembalikan penglihatan Anta maka ia akan memilih penglihatan Anta walaupun dengan biaya yang sangat tinggi jika itu membuat pengelihatannya istrinya akan dilakukannya.
Dua hari telah terlewati dan saat kembali ke Singapura, papi dan mami berencana untuk menempati rumah lamanya yang ada di Singapore.
Pagi hari bik Ija memasak kesukaan masing-masing orang, ada Panggang ayam dan balado udang, ada soto kesukaan papi, nenek dan Anta.
Mami lebih suka dengan mes potato yang di kasih dengan makaroni dan keju yang di panggang.
Pagi itu mereka menikmati sarapan kami dengan tenang tak ada percakapan apapun di di meja makan.
Setelah sarapan mereka duduk-duduk sebentar sambil menunggu pak man memanaskan mobilnya.
Tak lama kemudian pak man mulai memasukan koper-koper ke dalam bagasi mobil.
Mereka pun masuk dalam mobil yang akan di kemudikan oleh pak man.
Mobil pun berjalan meninggalkan Vila menuju Bandara Juanda Surabaya.
Mobil berjalan membelah jalanan kota batu malang menuju Surabaya.
Perjalanan sekitar 2 jam lebih mereka sampai di Badara Juanda.
Sesampainya di Bandara mereka lasung menuju ke terminal kepergian melewati pemeriksaan dan masuk kedalam pesawat yang mengantarkan mereka Pulan ke Singapura.
__ADS_1
Pesawat pun lepas landas pukul 11.00.
Mereka melewati perjalanan dengan beristirahat sebentar dalam perjalanan udara.
Sekitar pukul 2.00 siang hari kami Sampai ke Bandara Singapura.
Keluar dari pesawat menuju terminal kedatangan pak Amru datang menjemput atas perintah Ayah dan ibu.
Aku meminta pak Amru mengantar mereka ke rumah lama Andi, sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Rena menangis terkenang masa lalu yang menyakitkan.
Setelah tiba di rumah itu mereka pun turun dari mobil, Dantai meminta untuk meninggalkan mobilnya di rumah Andi dan Pak Amru kembali dengan menaiki taksi.
Andi membuka kunci pintu rumahnya tersebut dan membuka pintu tersebut, dan memulai masuk ke rumah dengan perasaan tidak menentu.
Rena berjalan memasuki rumah yang penuh dengan kenangan kebahagiaan maupun kesedihan di sudut-sudut ruangan rumah.
Di tatapnya ruangan demi ruangan masih jelas teringat dalam ingatannya, kaki-kaki mungil berlari di ruang tamu bercanda dan tertawa. lalu berlari menaiki tangga dengan ceria, tak terasa air mata mengalir membasahi pipinya tanpa mampu di cegah.
Setiap orang mempunyai masa-masa yang indah mau pun masa-masa yang sedih atau pun sulit. Badai datang silih berganti, menghantam dan menggantikan tawa dengan tangis. Ketika badai itu pun redah mencoba menerima semua apa yang terjadi.
Rena berjalan perlahan melalui ruangan-ruangan yang penuh kenangan, terus berjalan mencoba memantapkan hatinya untuk menerima kenyataan bahwa masih ada alasan untuknya tetap tersenyum.
Hari ini Rena ingin mengikhlaskan sesuatu yang telah pergi dan tak akan kembali.
Hari ini ia ingin menyakinkan dirinya bahwa Diana akan tetap di hati yang paling dalam dan Anta ada putri yang akan membuat dia punya alasan untuk tersenyum, untuk memeluk dan memberikan kasih sayang seutuhnya.
Cinta untuk Diana tak pernah padam namun cinta untuk Anta harus tetap tumbuh bersemi di hatinya apalagi Anta sebentar lagi akan memiliki anak yang akan memberikan dunianya berwarna.
Jika satu warna hilang tak akan menghilangkan seluruh warna dalam kehidupan ini.
Andi membiarkan istrinya larut dengan perasaan dan hatinya sendiri. Dia mengantar ibunya untuk ke kamar tidur sambil membawa koper milik Ibunya.
"Bu kita akan tinggal di sini beberapa waktu hingga Anta melahirkan. Apa ibu tidak keberatan?"
"Tidak nak ibu tidak keberatan apa lagi tinggal bersama putri mu."
__ADS_1
"Nanti kita akan ke makam Diana, Apa ibu ikut?"
"Boleh aku iku?"
"Apa ibu tidak capek?"
"Tidak, ibu tidak capek."
"Baiklah ibu istirahat sebentar, nanti akan aku kasih tau kalau mau berangkat." ibunya mengangguk dan tersenyum.
Andi keluar dari kamar ibunya berjalan mencari istrinya.
Tak ubahnya Anta, meskipun ia tak lagi mengenali ruangan-ruangan itu hatinya begitu sedih ketika ia meraba sebuah piano yang sudah berada di sini 10 tahun yang lalu di bukanya penutupnya lalu dia duduk di kursi di depan piano mulai jari-jemarinya mulai menari di atas tuts-tuts itu mengalunkan irama yang indah samar-samar terngiang di telinganya tawa Diana yang begitu ceria
tangan itu menari sesuai Irama hati yang membawanya ke masa silam.
Tak akan pernah kembali dan tak akan sama dengan masa yang sekarang.
Dantai memeluk Anta dari belakang menikmati aroma harum dari rambutnya
mencoba menyelami perasaan Istrinya.
Hari semakin sore mereka pergi ke pemakaman Diana.
Ya Rena baru 2 kali ini datang ke makam anaknya setelah prosesi pemakaman dulu.
Dia tak mau dan tak ingin untuk untuk pergi ke sini dulu takut hatinya terluka.
Kini ia datang dengan hati yang berbeda, Dia datang untuk mengatakan pada putrinya bahwa Diana selalu di hatinya dan ikhlas melepasnya.
Rena meletakkan rangkaian bunga mawar dan di letakan di atas makam Diana.
Di panjatkan doa yang tulus agar putri juga bahagia di dalam alam yang berbeda.
Anta duduk berjongkok di makam saudaranya, " Maaf tak bisa ujutkan keinginan mu Dian. tidak semua keinginan harus di ujudkan bukan. Aku punya hati yang berbeda dengan hati mu. Biarkan sahabat kecil mu mencari cintanya sendiri dan melangkah dengan keputusannya jangan bebani dengan keinginan mu, kami akan selalu mendoakan mu."
__ADS_1
Trimakasih telah berkunjung dan membaca karya saya, dukungan anda sangat berarti buat saya, selalu dukung saya dengan memberi Like dan koment agar lebih semangat lagi untuk update dan sehat selalu serta di berikan kelancar rizki bagi anda semua.