Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Kekesalan Clara


__ADS_3

Hari berjalan dengan cepat, semua urusan dengan Surya pun sudah di selesaikan Harlan, walau awalnya Surya ingin tetap bermitra dengan temannya itu tapi ia harus menerima keputusan temannya.


Clara mendapat teguran dari Surya dan mengingatkan untuk tak menganggu Dantai lagi dan menerima kenyataan bahwa Dantai tak akan pernah mencintainya, jika itu terjadi Surya akan memulangkannya ke Jakarta.


Dantai pun sudah mulai sibuk dengan aktivitas kuliahnya. Ketika jam terapi Anta di mulai ia pun berusaha untuk menelpon kadang ketika jadwal kuliahnya sama, maka ia akan segera menelpon Anta setelah materi kuliahnya selesai.


Beberapa kali Clara menemuinya namun Dantai tak pernah menghiraukannya Clara tetap mengejar Dantai,walaupun sudah diperingatkan ayahnya. Ia tak segan datang ke tempat kuliah Dantai.


Pagi itu Dantai baru sampai di kampusnya dan baru keluar dari mobilnya sudah di hadang oleh Clara," Kenapa kau menghindari ku?apa kau takut aku akan memberikan minuman yang di campur obat? hingga kau tak mau meminum minuman pesanan mu sendiri saat ada aku." teriak Clara.


Dantai berhenti dan membalikan badannya,"Siapa kau? kenapa aku harus mengakrabkan diri dengan mu? Dengar! aku muak melihat mu," kata Dantai sambil berlalu


Clara berteriak kembali sambil tertawa. "Semakin menghindar semakin ku kejar kau Dantai!"


Clara pun berjalan menuju mobilnya ia pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, "Anta, apa istimewanya gadis itu? ia lumpuh dan buta kenapa Dantai menyukainya, bahkan setelah ia kehilangan memori ingatannya pun tak mengikis rasa cintanya." gumamnya dalam hati dengan penuh kemarahan


Tiba-tiba dari jarak 2 meter terlihat banyak mobil berhenti ia pun mendadak mengurangi kecepatan dan berusaha mengerem laju mobil ia pun mengarahkan mobilnya ke arah kiri namun sayangnya ada mobil yang berhenti di tepi jalan akhirnya mobil Clara menabrak mobil tersebut dari belakang hingga terseret ke depan sejauh 1meter. Kab mobil belakang itu pun ringsek, begitu pula kab mobilnya tak jauh berbeda.


"Seorang pria muda sedang menelpon di dalam terkejut karena mobilnya terdorong ke depan, ia pun keluar dari mobilnya, ia terkejut saat mobilnya tertabrak dengan mobil lain, ia pun berlari menuju bagian belakang mobilnya matanya membelalak saat tahu kap mobil belakangnya ringsek. Ia mengetuk pintu kaca jendela mobil Clara, Clara pun membuka kaca jendela mobilnya.


"Keluar!" perintah lelaki itu. Clara pun keluar dengan merasa bersalah.


"Maaf," katanya tertunduk


" Bagaimana tanggung jawabnya ini?" kata pria itu. Clara memberikan handphonenya," Akan ku bayar biaya perbaikan mobil Anda." katanya kembali.


pria itu mengambil handphone Clara dan memasukkan nomor teleponnya lalu melakukan panggilan pada nomernya sendiri.

__ADS_1


"Mana kartu identitas mu?"


"Kenapa harus menahan kartu indentitas ku?"


"Kalau tidak menahan kartu indentitas mu kau akan kabur," kata pria itu sambil merebut tas Clara, lalu mengambil kartu identitas dan kartu debitnya.


"Akan ku tahan ini." katanya pria itu sambil memasukkan kartu dalam dompetnya lalu di masukannya kembali dalam saku celananya.


"Hai mana bisa begitu, aku tak tahu kau pencuri apa bukan main ambil kartu debit ku saja."


"Dasar bodoh, mana bisa aku ambil uangmu jika tak tahu PINnya," kata pria itu sambil menjitak kening Clara. Clara mengusap keningnya yang sakit sambil menyorotkan matanya ke pria itu.


"Bisa saja kalau kau seorang hacker," jawabnya tak mau kalah. Pria itu menjitak kembali kening Clara sambil melakukan panggilan," Kau terlalu suka nonton film ditektif jadi otak mu pun tak berfungsi dengan baik." jawab pria itu lalu ia pun berbicara dengan seseorang di handponenya, kemudian ia menekan kembali handphonenya setelah selesai ia pun memasukannya dalam saku celananya.


"Mobil derek akan membawa mobil itu ke bengkel dan kau akan membayar seluruh perbaikan, jangan sampai lari kamu!" katanya tanpa menatap Clara sambil tangannya menunjuk mobilnya sendiri


" Mobilmu akan di bawa ke laut dan di tengelamkan," kata sambil berjalan menuju taxi yang ia pesan, Clara pun mengikuti pria itu dengan sedikit berlari ketika Pria itu masuk Clara pun ikut masuk," Enak saja kalau bilang, kalau bertindak itu jangan setengah-setengah."


" Hai kenapa kau ikut masuk juga? ini taxi aku yang pesan."


"Lor Ong Lye , sir," kata Clara menyebut nama jalannya


"Hai kenapa harus mengatar mu dulu?" kata pria itu lagi.


Clara memutar bola matanya jengah," jalan itu dekat dari sini, ayolah!" kata Clara melunak, pria itu hanya mengangguk. akhirnya taksi itu pun mengantarkan dulu ke gedung perkantoran ayahnya, setelah sampai Clara pun keluar dari taxi dan taxi itu berjalan kembali mengantar pria tersebut.


Di kantor Surya, Clara masuk tanpa mengetuk pintu dulu. Ia duduk di sofa dengan menghentakan pantatnya,"Pa! mobil ku menabrak mobil orang kartu indentitas ku dan debitku di tahan, aku tidak punya uang sekarang." katanya sambil menatap ayahnya.

__ADS_1


Surya yang sedang menandatangani berkas-berkas di kantornya pun terkejut.


"Kenapa menabrak mobil orang? Apa kau mengemudi dengan kebut-kebutan?"


"Aku marah sama Dan, hingga mengemudikan mobil ku kecepatan tinggi," jawabnya dengan tenang.


"Surya menatap anak sekilas," Kau akan dapat uang jika bekerja."


"Aku tidak mau pa," kata sambil membuang muka kearah lain.


"Maka tak ada uang, silakan pulang dengan jalan kaki, jangan kau pikir kau akan dapat dari mamamu, tidak! karena mamamu juga papa hukum, tidak memegang uang sepeser pun, pengeluaran di atur asisten Ayah. Jadi silahkan pilih," kata Surya sambil terus melanjutkan pekerjaannya.Clara menghembuskan nafas kasar," Baiklah aku akan bekerja pa."


Surya menekan intercom menyuruh lndra untuk masuk, Indra memasuki ruangan Surya.


"Maaf, Bapak panggil saya?" tanya Indra.


"Beri Clara posisi di bagian staf keuangan dan perlakukan seperti karyawan biasa jika terjadi perlawanan laporkan ke saya."


"Baik pak," jawabnya sambil mengajak Clara keruangan bagian staf keuangan.


Pria yang satu taxi dengan Clara tiba di sebuah gedung perkantoran yang Megah ia pun keluar dari taxi menuju ke lobi lalu masuk ke lift menuju lantai 10, keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan pamannya. Ia pun di bukakan pintu oleh sekertaris pamannya setelah memberitahukan lewat intercom. Pria itu pun masuk dan duduk di sofa.


"Kapan sampai, Boy? kenapa baru kesini?"tanya pria paruh baya yang masih gagah itu yang tak lain adalah Brian.


"Sudah satu minggu om, langsung ke apartemen, ini tadi mau kesini eee... mobil yang baru aku beli 2 hari yang lalu di tabrak dari belakang sama cewek, kab mobil belakang ringsek deh."


"Cantik?" tanya Brian

__ADS_1


"Kok tanya ceweknya bukan mobilnya," sahut boy sambil terkekeh di ikuti Brian yang tertawa renyah.


__ADS_2