Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Hari bahagia Riko


__ADS_3

Dua hari Anta dan Dantai tak berkomunikasi dan gosip itu dengan sendirinya hilang dengan cepat dan hanya menganggap keisengan orang saja. Ayah Riko mengijinkan Riko sekolah di tempat yang sama dengan Mutia dengan catatan tak lagi balapan liar.


Riko belum berani menyapa Dantai walau sekarang jadi teman sekelasnya karena ia sudah menyalahi kesepakatan kemarin yang ia janjikan pada Dantai. Ia tak akan mempermalukan Anta di sekolahnya namun buktinya foto Anta tersebar melalui Mading sekolah.


Untung saja Dantai segera membereskannya sehingga tak tercium guru-guru dan kepala sekolah, konsekuensinya Anta akan di sidang di hadirkan orang tuanya dan di skors beberapa hari.


Pagi ini Dantai sudah duduk di kelasnya sambil membaca buku pelajarannya.


Riko menghampirinya dan duduk di depan bangkunya," Dan, aku mintak maaf. ku kira Mutia gak akan sampai sejauh itu, ku kira ia hanya akan mengirimkan ke hp mu saja."


"Harusnya itu jadi perhitungan mu sebelum melakukan rencana itu, mestinya kau tahu seperti apa tunangan mu itu?" Jika ia meminta mu melakukan itu ke Anta. berarti ia tak menghargai mu Rik," kata Dantai Dengan tatapan tajam.


"Ya aku tahu Dan, maka saat itu aku ingin memberinya pelajaran padanya.


Aku juga mau bilang sama kamu bahwa hari Minggu nanti kami akan menikah jadi kalian akhiri sandiwara kalian itu!" katanya sambil tersenyum malu.


"Jadi kalian sudah itu, gila kau Rik," kekeh Dantai tak percaya


"Ya enggak lah mau nipu dia aja seolah-olah sudah pakai dia, padahal ya itu, sekedarnya aja," kekeh Riko sambil membayangkan peristiwa itu.


" Seharusnya itu pun tidak kau lakukan Rik, sebagai lelaki kau juga gak hargai dia lah dan lagi itu juga zina, dosa besar tau. Masalah mengenai sandiwara itu kau bilang lah pada Anta. Dia gak mau aku temui kalau kamu gak bilang," kata Dantai pada Riko yang hanya mengangguk.


"Sekolah gimana? Berhenti atau homeschooling lagi ? tanya Dantai sambil tertawa.


"Enggak lah, masih sekolah lah, Mutia juga.


Lagi pula ia gak akan hamil lah." jawabnya sambil tertawa dan ia melihat ke kiri dan ke kanan masih belum ada siswa masuk di dalam kelas membuatnya lega.

__ADS_1


Ia pun pergi ketempat duduknya kembali sambil menunggu bel yang sebentar lagi berbunyi sambil mengetik pesan dan mengirimkan ke Anta lalu tersenyum ketika telah mendapatkan balasan.


Hari berlalu dengan cepat tibalah waktu kebahagian Riko. Hari Minggu pagi jam 8.00 dirumah Mutia sudah berkumpul keluarga terdekat Mutia dan Riko.


Acara tertutup untuk umum hanya terlihat Dantai dan Anta yang datang di acara mereka. hijab kabul pun sudah di ucapkan dan buku nikah mereka sudah di tandai tangani mereka. Anta dan Dantai menghampiri mereka," Selamat ya bro."


" Makasih ya, kalian mau datang, jangan pulang dulu kita ngobrol ada Billy juga tuh lagi ada di stand makanan."


"Kak An, kak Dan, aku minta maaf sama kalian ya." kata Mutia sambil menunduk, Riko menatap Mutia dengan sendu.


"Emang kamu salah apa? kita sudah lupa tuh, yah kan Fif, " kata Anta sambil terkekeh begitu pun Dantai. Mutia pun makin tertunduk.


"Kami udah maafin kamu, jadi gak usah merasa gak enakan, kamu sekarang sudah jadi istri Riko, gak boleh lagi lirik pria lain gak lirik aku lagi," kata Dantai tertawa di ikuti teriakan Anta dan Riko bersamaan,"Ehh! PD amat kamu." mereka pun tertawa dan Riko memeluk erat Mutia.


"Han, ke stand makanan yuk, di sini hawanya bikin panas dingin jadi pengen nikah aja," gurau Dantai sambil menarik tangan Anta ikut


"Han, setelah ini kita gak usah dulu kemana-kemana berdua ya, kita cukup chat aja kalau kita kangen," kata Dantai tiba-tiba


"Kenapa? emang kamu marah karena masalah kemarin? atau kamu sudah punya cewek lain?" tanya Anta dengan tatapan membunuh.


Dantai terkekeh," Mana ada yang ngalahin kamu, Han ? aku cuma takut kayak Riko. Aku itu cinta dan sayang sama kamu honey, jadi aku jagain kamu gak mau ngerusak kamu. aku juga gak mau ngerusak otak aku juga, soalnya nih kalau dekat sama kamu aku jadi gak bisa berfikir jernih, Aku sama Salva adik ku aja protect, kemanapun harus sama aku, apalagi kamu. Aku gak mau jadiin kamu pacar aku, aku mau jadiin kamu calon istri aku, aku sadar aku kemarin-kemarin itu kelewatan sama kamu, dan aku gak mau begitu lagi."


"jadi apa kalau di sekolah kita juga diam-diaman kaya kemarin? Apa lagi kita di mintak ikut olimpiade matematika dan kamu pasang ku gimana dong?" tanya Anta sambil menyuap makanan.


" Nah itu dia, repot Han, Dantai terkekeh," apa lagi senyum mu itu, mampu mengalahkan rumus matematika."


"Gombal kamu Fif, dulu aja aku kamu teriakin maling, sekarang gombal melulu." protes Anta sambil memukul bahu Dantai. Dantai pun tertawa.

__ADS_1


"Jadi gimana solusinya?"


"Di rumahmu ada nenek yang bisa jagain kita biar kita gak nakal." kata Dantai sambil mengedipkan sebelah matanya pada Anta.


"Kita? kamu Fif yang nakal aku mah diam aja, aku anteng orangnya." protes Anta dan Dantai pun tertawa.


"Kamu anteng?" tanya Dantai tertawa, Anta mengangguk sambil tertawa.


"Emang kalau di rumah mu kenapa? kan ada bik Mirna dan mang To ada Salva juga,"tanya Anta lagi.


"Banyak setan, setannya gak takut bik Mirna, gak takut pak To, gak takut Salva. Apa lagi kalau kamu di rumah ku makin banyak tuh ngumpul di otak ku Honey, bukan matematika yang kupikirkan tapi yang lain, dan yang bisa usir cuman ibu atau ayah," jawab Dantai sambil tertawa.


"Bukan mereka yang takut setan, mereka takut kamu lah," jawab Anta sambil memutar bola matanya keatas.


"Nah itu tahu, cerdas kamu," Dantai terkekeh


"Hai, mojok melulu, ikut nikah sana!" tiba Billy datang bergabung dengan mereka.


"lo yang kemana?" tanya Anta.


"Cari cewek, tapi gak ada, yang ada stw." jawab Billy santai sambil mencomot daging rendang yang masih ada di piring Anta. Anta dan Dantai tertawa mendengar jawaban Billy


"Di sini lo cari cewek? lihat di sana, yang undang Bapak-bapak, ibu-ibu lo cari cewek?" sahut Anta tertawa di ikuti Dantai dan Billy.


"An, gue jadi pengen pindah sekolah sini deh, udah gak ada lo dan Riko di sana. gak ada yang traktir gue lagi," kata Billy sedih, Anta melotot mendengar curhatan Billy dan Datai pun tersenyum mendengar curhatan sahabat kekasihnya itu.


"Hah, lo sedih karena cuma gak dapat traktiran dari gue sama Riko, bukan sedih karena gak ketemu dan bareng kita lagi, dasar loh ya! dompet lo juga tebal dari bokap lo, dasar lo ya!"

__ADS_1


kata Anta marah lalu berdiri menghampiri Billy. Billy terkekeh melihat Anta marah ia pun lari menghindarinya. Dantai pun mencegah Anta mengejarnya, Anta pun duduk kembali sambil menggerutu," Dasar tuh anak bikin emosi saja"


__ADS_2