Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Merayu Nenek


__ADS_3

Sesampainya di rumah Dantai memasukan motornya ke garasi, lalu dia berjalan memasuki ruang tamu terlihat sepi, dia terus berjalan melewati ruang tengah terlihat Salva tengah asik menikmati pudingnya hingga tak melihat kakaknya datang. Dantai mendekati adiknya dan mencomot sepotong puding dan dimasukan dalam mulutnya," Eemm enak puding mangganya."


Salva memukul tangan kakaknya," Belum cuci tangan, kak Dan jorok." Dantai hanya tersenyum dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Salva berlari menyusul kakaknya," Kak Dan dari mana baru pulang?"


"Kak Dan pacaran ya sama kak An?


"emang boleh?" tanya Salva beruntun, Dantai hanya diam aja dan terus berjalan menaiki anak tangga.


"Kak Dan diam aja, aku bilangin ibu kalau kakak pacaran, ibu di rumah loh ...." katanya sambil menatap wajah kakaknya.


" Gak percaya kemaren baru berangkat," kata Dantai.


"Bener, gak percaya? Ibu ...." teriak Salva, Dantai terkejut dan panik dengan cepat merangkul dan membekap mulut adiknya.


"Mana dek Ibu? Benar Ibu sudah di rumah lagi?" tanya Dantai sambil menengok ke sana ke mari mencari apa benar ada ibunya, tiba-tiba Salva mengigit tangan kakaknya reflek Dantai melepaskan tangan dari mulut dan perut kadiknya.


Salva tertawa sambil berlari ke kamarnya," Tapi bohong, ha ... ha ... ha ...." lalu dia bernyanyi mengejek kakaknya sambil terus berlenggang masuk ke kamarnya," Hei kamu ketahuan pacaran lagi dengan kak Anta."


Dantai pun tertawa melihat kelakuan adiknya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia pun masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuh membuang rasa penatnya.


...----------------...

__ADS_1


Di lain tempat di rumah neneknya Anta, begitu sampai rumah ia langsung ke kamarnya, dia meletakan tas dan mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi melucuti semua pakaian dan mengguyur tubuhnya dengan shower, mendinginkan otaknya dan hatinya yang tercemari virus cinta, hingga satu jam lebih dia di kamar baru keluar dengan melilitkan handuk sebatas dadanya lalu membuka lemari dan mengambil baju rumahan dan memakainya kemudian melaksanakan sholat magrib. Setelah itu ia turun ke ruang makan, dilihatnya neneknya sedang duduk di sana menunggunya. Nenek tersenyum dan menepuk kursi di sebelahnya, menyuruh Anta untuk duduk di sampingnya. Anta pun duduk di damping neneknya dan mencium pipi neneknya dengan gemas" Anta sayang nenek," katanya menatap sendu.


"Nek dulu sebelum Anta di sini, apa papi tidak pernah menengok nenek sama sekali?" tanyanya sambil menyendok nasi dan mengambilkan lauk untuk neneknya.


Nenek menggeleng sambil menyeka air matanya, "Dulu papi mu sering ke sini sewaktu usahanya belum sebesar sekarang, dia rutin jenguk nenek ke sini, dua tahun yang lalu papi mu mulai sibuk, hanya bisa vedio call saja sama nenek, hingga dia ijin untuk mengirim mu ke sini untuk menemani nenek. Nenek senang kamu mau sekolah di sini An, jadi ada yang menemani nenek di sini," kata nenek sambil mengusap pipi Anta dengan lembut.


Anta memeluk neneknya dengan erat," Nek Anta akan menemani nenek terus di sini, Anta akan kuliah disini saja."


Nenek tersenyum melepas pelukan cucunya dan mengusap air mata di pipi Anta," Kemanapun kamu kuliah nenek akan mendukungmu An, doakan nenek panjang umur agar bisa melihat mu sukses, bisa melihatmu menikah dengan pria yang mengajakmu pergi dan mengantarmu pulang."


Anta terbelalak mendengar ucapan neneknya,"Nenek tau?"


Nenek terkekeh sambil mengedipkan sebelah matanya pada cucunya," Bagaimana tidak tau? dari jendela kamar nenek bisa melihat jalan diluar gerbang, dan melihat raut mukamu menunjukan kau menyukainya."


ketika ibunya sudah di Singapure kami baru bertemu.


"Kalau begitu nenek juga melarang mu bertemu, nenek tidak suka jika kalian sembunyi-sembunyi, hanya boleh bertemu kalau dia datang di rumah ini," kata neneknya tegas sambil meletakan sendok dan garpu menyudahi makan malamnya. Anta tersentak mendengar larangan neneknya.


"Tapi nek Anta sudah kenal tante Ira ibunya Afif," kata Anta setelah menelan makanannya dengan susah payah.


"Kalau begitu suru kemari kenalkan sama nenek, sebelum dia kesini jangan harap kamu dapat ijin dari nenek untuk pergi dengannya, mengerti An!" kata nenek sambil berdiri dari tempat duduk dan berjalan meninggalkan Anta menuju ke kamarnya, Anta hanya mengangguk saja. Setelah neneknya masuk ke kamarnya, Anta pun menggerutu Frustasi tak mengira nenek menjatuhkan larang itu padanya. Anta meletakan sendok dan garpu pada piring yang masih tersisa separuh makanan di dalamnya. Ia beranjak dari tempat duduknya dan menyusul neneknya di kamar.


Tok! tok! Anta mengetuk pintu kamar neneknya.

__ADS_1


"Masuk!" terdengar suara dari dalam, Anta pun masuk ke dalam dan duduk di sebelah neneknya dan memeluknya dari samping dan mencium pipi yang sudah mulai keriput.


"Nanti nek aku suru dia berkunjung ke rumah, sebenarnya dia juga mau mampir nek. Aku mencegahnya hari ini sudah terlalu sore dan mau akan magrib," katanya sambil memasang muka melas.


Nenek menatap cucunya itu. Lalu tersenyum "Bawa ke rumah kenalkan pada nenek! hem."


Anta mengangguk lalu beranjak dari ranjang neneknya dan pergi ke kamarnya sendiri.


Didalam kamar Anta merenung 'Ya memang benar, harusnya aku mengenalkan Afif pada nenekku seperti Afif mengenalkan ku pada ibunya, pertama kali mengantarku dia ingin mengenal nenek.' Anta berbaring di ranjang menatap langit-langit kamarnya tiba-tiba handphonenya berbunyi, Anta mengambilnya dari atas nakas tertera panggilan dari mommy. Anta menerima panggilannya.


"Hello Mam, Apa kabar?"


"Hello sayang, kabar mommy baik. Begini sayang mommy ada show di Singapore saat ini. Ada beberapa event di Jakarta ingin mommy tampil tapi mommy gak bisa lalu mereka ingin kamu yang mengantikan mommy. Karena mereka sudah tau performa kamu nak."


Anta menghela nafas lalu menjawabnya


"Bukannya Anta sudah bilang yaa, sama mommy untuk stop dulu, agar Anta bisa fokus sama sekolah Anta."


"Iya sayang mommy tau, tapi mereka memaksa nak, itu semua kolega papi kamu tahu mommy gak bisa nolak, ayo lah An bantu Mommy ya."


"Ok! kapan mom performnya?"


"Lusa, sayang jadi besok pagi kamu harus berangkat ke Jakarta, menejer mommy akan mengurus kepergian mu, tadi mommy sudah bilang sama nenek kamu juga, sudah ya sayang mommy sudah mau tampil ini."

__ADS_1


"Tut! tut! tut! Sambungan telpon pun berhenti. Anta memejamkan matanya hubungan mommy tidak seperti hubungan ibu dan anaknya. Mommynya hanya menghubunginya saat ada show saja layaknya sekedar rekan bisnis saja. sudah lama Anta merindukan kedekatan dengan mommynya itu. Dia meletakkan handphonenya di nakas. awalnya ia ingin menghubungi Afif namun diurungkannya.


__ADS_2