Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Di Goda Istri kecil ku.


__ADS_3

Aldo mengambil hansphone-nya mulai memesan makanan online untuk makan siang.


setelah selesai dia kembali menemui Era di meja makan. "Jangan terlalu banyak makanan yang di goreng. Gak bagus juga, sayang." kata Aldo sambil duduk di sebelahnya.


"Kenapa? Makan ini kan jarang-jarang, Bang." katanya sambil menoleh ke Aldo


Aldo tertawa saat melihat tampilan istrinya di bagian area bibirnya penuh belepotan sambal tanpa ragu Aldo mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya lalu membersihkan bibir istrinya dengan bibirnya dan bermain-main di sana cukup lama, hingga bel Apartemennya berbunyi, membuat Aldo menyudahi permainannya di bibir Era.


Ia beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah menuju pintu dan di bukanya nampak seorang laki-laki membawa paket pesanannya kemudian di ambilnya pesanannya lalu memberikannya sejumlah uang pada lelaki itu, lelaki pengantar makanan itu pun pergi dan ia pun menutup pintu kembali.


Lalu kembali dengan menenteng makanan yang dibawanya. Dua nasi kotak penghantar makan siangnya bersama istrinya, satu ditaruh di depan Era satu ditaruh di depannya.


Ia pun segera membuka kotak makanannya sendiri lalu disuapkanya makanan jepang itu dengan lahap dilihatnya sang istri belum juga membuka makanannya.


"Ra, makan!" kata Aldo masih dengan menyuap makanan.


"Aku itu masih kenyang, Bang. Tadi itu aku makan bakwan itu banyak sekali, jadi nanti aja makannya kalau Perut Era sudah lapar, sekarang belum lapar Bang," kata Era sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ya sudah kalau begitu, tapi nanti benar-benar di makan, ya," kata Aldo sambil menyudahi makannya lalu meminum segelas air yang berada di depannya, kemudian mengambil tissue untuk membersihkan sudut bibirnya dengan tisu.


"Ra, Abang mau ke restoran dulu, mungkin pulangnya agak malam, gak papa kan, Ra?" tanya Aldo pada Era.


"Ya gak papa, Bang. lebih baik abang bekerja, dari pada di rumah ngerjain aku terus," kata Era pada Aldo.


"Jadi kamu gak suka aku kerjain, padahal enak loh." kata Aldo mengerling matanya sambil tertawa.

__ADS_1


"Sudah sana, Abang kerja cari uang, biar bisa kasih uang jajan yang banyak." kata Era sambil tertawa ia pun mencium punggung tangan suaminya.


Aldo tertawa mendengar protes dari istri kecilnya itu, diacak-acaknya rambut Era lalu di cium kening istrinya dan terakhir bibirnya. "Bang Aldo!" teriak Era ketika dia mendapat serangan kembali dari Aldo suaminya.


Aldo tertawa sambil berlalu meninggalkan Era yang masih marah karena ulah dirinya.


Ia keluar dari apartemen menuju ke mobilnya, dia masuk dan melajukan kendaraan ke restoran miliknya, beberapa menit kemudian Aldo sampai di restoranya.


Ia keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam menuju ruangannya. Beberapa saat ia pun memeriksa laporan keuangan hari ini sambil memantau karyawan restorannya.


Setelah selesai di restoran ini Aldo pun melajukan mobilnya kejalan raya menuju ke beberapa restorannya, berpindah-pindah tempat hingga menjelang sore ia pun menyempatkan waktu untuk sholat magrib, lalu kembali berkutat dengan angka-angka di laptopnya.


Ketika adzan isya berkumandang melaksanakan sholat isya berjamaah, setelah selesai Ia.pun bergegas masuk dalam mobilnya dan memacunya dengan kecepatan yang sedikit kencang menuju Apartemennya.


setelah sampai ia pun bergegas masuk kedalam lift lalu keluar dan berjalan menuju flatnya, menekan pasword pintunya kemudian mencari istri kecilnya.


Tubuh tinggi Era mengaburkan usianya yang sesungguhnya, membuat Aldo semakin terpesona.


Aldo berjalan berjalan mendekati istri kecilnya itu tangan satunya memeluk dari belakang, dan tangan kanannya menyentuh area privasi bagian bawah, kaki Era dengan sepontan merenggang lebar, mempersilakan tangan Aldo bermain di area itu dan yang lain di dada Era.


Aldo pun berbisik, "Ternyata kau merindukan sentuhan ini, Sayang."


Aldo bermain-main di sana, setelah pu@s Aldo melepaskan semua pakaiannya dan meminta Era memberi kepu@s@n dengan cara lain Aldo membimbingnya dengan sangat baik hingga Aldo mengger@m penuh kepu@s@n.


Setelah itu mereka mandi bersama, Aldo dengan hati berbunga-bunga menyabuni tubuh Era kadang menggodanya membuat istrinya menjerit manja, Aldo berlama-lama di dalam bathtub, bercanda dengan sentuhan dan ciuman, setelah puas Aldo keluar dari dalam bathtub menyelesaikan mandinya di shower begitu juga Era menyelesaikan mandinya juga.

__ADS_1


Selesai mandi mereka, berganti mengenakan piyama, jam menunjukan masih jam 10.00, Aldo mengajak Era ke balkon, mereka duduk di kursi kayu panjang yang terletak di taman bunga mini buatan Aldo semasa ia masih kuliah.


Entahlah kenapa dulu ingin membuat taman di sini. waktu itu ia hanya ingin tempat privasi yang bisa menyegarkan otak dan hatinya saat ia rindu dengan orang tuanya yang telah meninggal.


Ibu sangat menyukai taman dengan berbagai bunga-bunga di sana. Dulu setiap ada masalah ia selalu pergi ke taman bunga milik ibunya di rumah besar yang sekarang di tinggali bibik pengasuhnya, Rida. itu bersama keluarga, rumah itu di berikan kepada Rida karena telah mengasuhnya dari usia sebelas tahun hingga dewasa.


Sementara rumah kakeknya di biarkan kosong namun rumah itu selalu bersih dan terawat karena bik Rida yang selalu merawat serta membersihkannya setiap hari, bik Rida selalu menyuruhku untuk tinggal di sana, namun setelah kakek meninggal ia seolah tak bisa tinggal di sana.


Masa lalunya bersama sang kakek membuat ia merasa menjadi orang termalang sedunia.


Sejak saat itu ia tinggal di apartemen yang dulunya hanya di singgahi sesekali saja.


Taman inilah yang selalu menemaninya dalam keadaan apapun saja, sebelum kehadiran Era.


Aldo selalu menghabiskan malamnya di sini dengan asap rokok yang keluar dari mulut dan hidungnya. Akan tetapi setelah Era datang taman ini menjadi kencan pertamanya bersama istri kecilnya.


Aldo memeluk kekasihnya hatinya itu, ia tak tahu kenapa begitu menyukai gadis ini, menunggunya dewasa untuk dia persunting.


Menjadikanya ratu di dalam hatinya. Kini gadis itu ada di sini dalam pelukannya siap untuk mengarungi biduk rumah tangga bersamanya, namun belum bisa diajaknya mengarungi lautan cinta yang menghanyutkan jiwa, hati dan tubuhnya.


Dia menatap istrinya penuh rasa cinta.


"Sejak kapan punya ide, sambut Abang dengan penampilan seperti itu," bisik Aldo.


Era tertawa. "Sejak serangan siang tadi." Aldo tertawa dan masih menatap lekat wanitanya.

__ADS_1


"Aku suka, maukah kau melakukannya setiap hari saat aku pulang kecuali kau dalam keadaan berhalangan." Era mengangguk dan tersenyum manis.


__ADS_2