Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Bermai Parkour


__ADS_3

Hira sangat suka dengan olahraga ekstrem yaitu parkour sebelum menikah dengan Rio dia sangat sekali bermain Parkour dengan mengenakan pakaian olahraga yang seksi melompat melintasi dinding dan Rintang terus melompat, sekarang dia ingin melihat dan kembali ikut latihan. Namun itu tergantung pada suaminya sekarang memperbolehkan atau tidak,


Hari ini adalah hari Minggu biasanya mereka pada berkumpul dan berlatih di sana, Hira merengek untuk di antar ke puncak ia ingin main parkour hari ini


Pagi hari Hira sudah menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anaknya.


"Bilal ayo mandi kita ke puncak," kata Hira pada putra sambungnya itu.


Bilal pun yang mendengar kalau akan pergi ke puncak Ia pun mandi dan segera mengenakan pakaian lalu pergi ke meja makan Gimana sudah disiapkan menu makanan sarapan paginya Oleh Mamud.


"yang bikin Mamud sendiri?"tanya Bilal pada Hira


"Iya dong gini-gini juga mama bisa masak," kata Hira ada Bilal


Tak lama kemudian aku pun datang dengan memakai setelan kaos lengan pendek dan celana pendek sebatas lutut.


duduk di sebelah sini sambil menatap sang istri yang memakai kaos yang sangat seksi yang terlihat dibalik kemeja putih yang tipis


"Mam bajunya kok pakai yang itu?" tanya Rio pada Hira.


"Lalu pakai baju yang mana dong. aku parkour," Dad


"Tapi jangan pakai yang itu dong jangan ngangkat longgar gitu," protes Rio


"Daddy gak tahu mereka pakai apa kalau parkour,"


Sudah deh sarapan dulu nanti saja kalau di sana kan jauh soal matematika apa yang harus dipakai," kata Hira


Rio menghelah nafas terus dia meneruskan sarapannya.


Setelah itu mereka pergi dan masuk ke dalam mobil bersama Bilal yang sudah berganti dengan pakaian olahraga.


Rio pun mengemudi mobil dengan kecepatan sedang menuju ke puncak Bogor. Dua jam berikutnya mereka pun sampai, mereka memarkirkan mobilnya di area parkir lalu pergi di arena parkour sudah terlihat teman sedang bermain parkour.


Mereka dengan lincanya melompat melintasi dinding, dan rintangan, beberapa teman sudah memanggilnya untuk ikut bergabung.


"Dad aku ikut bergabung ya teman-teman aku sudah manggil," kata Hira.

__ADS_1


"Nggak usah sayang itu kan olahraga yang bahaya nanti kalau jatuh bagaimana? Patah tulang bagaimana?" katanya pada suaminya itu.


"Tidak apa-apa Hira sudah terbiasa melakukan aktraksi seperti ini," kata Hira.


"Kalau Billal misalnya mau nanti aku daftarin latihannya yang mudah-mudah dulu," kata Hira pada Rio.


"Princess jangan dong kalau terjadi apa-apa Bagaimana?" larang Rio


"Nggak apa-apa deh sudah dibilang aku sudah biasa itu jadi udah ada dilihat aja bagaimana Hira beraktrasi" katanya berjalan sambil bergabung dengan teman-temannya parkour.


Hira melepaskan kemejanya membuat Rio terperangah, dia benar-benar terkejut melihat penampilan diri semacam itu.


diraupnya wajahnya dengan sangat kasar dia tidak rela tubuh istrinya yang indah di lihat banyak orang apalagi terlihat perut yang putih dan mulus itu.


Dia benar-benar geram dengan istrinya itu, baiklah sekali Ini saja kau bisa melakukan aktraksi ini besok- besok kau tak akan pernah bisa menikmati olah raga ini lagi," kata Rio


Hira mulai melompat melintasi dinding dan rintangan dengan sangat mudanya berlari lagi dan melompati lagi Hinga sampa ke finis begitu seterusnya.


Banyak mata lelaki yang mengagumi tubuh Hira serta lompat-lompatannya itu Bilal begitu antusias melihat mamudnya beratraksi.


"Dadd, mami keren, yaa," kata Bilal pada Daddy-nya.


"Siapa Bilang tidak Keren dia sangat keren sekali, Pak. Coba Bapak lihat banyak sekali cowok yang datang di sini hanya ingin melihat dia bermain, Pak," kata pria yang di sebelahnya itu.


Mendengar celotehan kekaguman dari pria yang di sampingnya Itu membuatnya geram ingin di tinju saja mulutnya itu.


Tubuh Hira bermandikan keringat membuat terlihat sangat seksi apalagi di bagian dada terlihat besar dan kostum olahraganya itu memperlihatkan perut yang langsing tidak tertutup kostum.


Rio semakin naik darah mendengar pujian para pria sekaligus candaan-candaan yang menjurus pada hal yang negatif.


"Boy, ikut Daddy!" perintah Rio pada putranya


Dia berjalan dengan langkah lebar di ikuti Bilal dari belakang ia tahu sang ayah sudah mulai marah, membuat dia tidak berani membantah apa yang di perintahkan oleh ayahnya


Dia terus melangkah mengikuti sang Daddy yang mulai gusar dengan istri kecil itu.


Semakin dekat dengan Anak-anak muda yang bermain parkour.

__ADS_1


Kemeja Hira yang dipakainya tadi di bawah teman prianya beberapa kali baju itu diciumi oleh pria tersebut membuatnya semakin marah dan terbakar api cemburu.


Setelah dekat dengan gerombolan anak muda tersebut, Rio langsung merebut kemeja Hira.


"Hi, apa-apaan saja main rebut, saja, kata pria itu ingin memukul Rio. Namun, temannya melarangnya saat dia tertawa dengan teman-temannya dia melihat suaminya datang mendekat dengan aura wajah yang menyeramkan tidak pernah di lihat sebelumnya.


"Dadd ada apa?" tanya Hira sedikit takut.


"Pakai bajumu kita pulang!" perintah Rio pelan tapi penuh penekanan.


"Sebentar Dad tinggal satu putaran saja," jawab Hira.


"Pakai Hira dan kita pulang!" kata Rio menekan Amarah yang sebentar lagi meledak


"Pak biarkan saja nanti akan saya antar putri Bapak," kata pria yang membawa baju Hira.


"Tutup mulut atau kutinju dengan tanganku ini jangan ikut campur!


"Emira Anta Bahira, aku tanya sekali lagi padamu pakai bajumu dan kita pulang atau kau kehilangan aku pilih salah satu," kata Rio sambil membuang baju Hira dan pergi dengan kemarahan yang benar-benar memuncak.


Bilal, mengambil baju Hira dan di berikan pada Hira. "Mam, Daddy marah, Mami tetap di sini atau ikut Bilal," kata Bilal kemudian berlari menyusul ayahnya.


"Sorry aku gak bisa lanjut," kata Hira sambil memakai kemejanya


"Jika kau tidak lanjut kau akan kalah.


"Terserah kalah pun tidak jadi masalah," kata Hira melangkah pergi


"Jangan pergi dulu nanti akan ku antar dan ku jelaskan pada ayahmu," cegah teman pria Hira


Hira pun memukul wajah pria itu dengan tinjunya. "Dia suamiku Bodoh!" Hira pun berlari dengan cepat menyusul putra sambungnya itu.


Dia melompat dengan cepat, Hingga akhirnya ia sampai di mobil suami yang sebentar lagi berjalan. Dia mengetuk jendela, Rio membuka kuncinya akhir pintu pun terbuka dan Hira duduk di sebelah suaminya itu.


Rio mengambil tapecoder dan head set menyerahkan pada putranya itu.


"Boy, pakai pindah ke belakang!" perintahnya pada putranya itu.

__ADS_1


Bilal pun pindah kebelakang dan memakai headset.


__ADS_2