Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Pertemuan Tahunan


__ADS_3

hari sudah menunjukan pukul 9.00 malam Dantai baru keluar dari perpustakaan nasional Singapore, ia berjalan menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya lalu menjalankannya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


Mobil itu berbelok memasuki gerbang rumah Dantai lalu berhenti di halaman rumahnya. Dantai pun keluar dari mobil lalu berjalan memasuki rumahnya. Rumah itu nampak sepi mungkin penghuninya sudah tidur semua.


Waktu menunjukkan pukul 10 malam Dantai berjalan dengan cepat menuju kamarnya hingga terdengar suara ibu di telinganya," Dan, kau baru pulang?"


"Iya bu." jawabnya sambil mencium punggung tangan ibunya.


"Kamu sudah makan? kalau belum ibu panaskan sayurnya ya?"


"Tidak usah bu, Dan sudah makan tadi, mau langsung ke kamar."


" Baik lah jangan tidur larut malam!" pesan Ira pada putranya lalu ia kembali ke kamarnya. Dantai mengangguk ia pun segera menaiki tangga menuju kamarnya. Begitu ia sampai di tatapnya semua lukisan yang berlatar belakang sama yaitu Anta. ia berjalan pada lukisan dengan latar belakang seorang yang duduk di kursi roda dengan pandangan kosong, dia meraba wajah dari lukisan itu, "Apakah kamu yang selalu ada di hati ku? setiap kali memandang mu jantung berdetak lebih cepat. Siapakah kamu?" gumamnya dalam hati.


Dantai meletakan tas di meja lalu pergi ke kamar mandi tak lama kemudian terdengar gemericik suara air dari kamar mandi, beberapa menit kemudian dia keluar dari kamarnya.lalu berganti dengan pakaian rumahan ia mengambil handphone dan menghidupkannya, setelah menyalah ada banyak pesan masuk dari grup wa friends


📱081654523224


▶️" Maaf aku pergi ke Turki, gak tau berapa lama, selamat bersenang-senang aku akan merindukan kalian." 6.30


📱Rudi


Dan jangan lupa Agenda tahunan kita, besok kita tunggu di depot ku jam 8.00 pagi. 18.00


📱Rio


Ambil penerbangan pagi Dan jam 6.00 18.03


📱Aril


Tiket sudah di urus om Alex, kami tahu kamu bakal lupa, lihat wa om Alex. 18.05


📱Gibran


Kami sudah di depot Dan, kamu kemana Dan?


18.06

__ADS_1


📱Rio


Masih kencan dengan buku🤭 18.07


📱Aril


Laptop 18.07


📱Rudi


Cari Cuan 18.07


Dantai melihat ada pesan suara paling atas sendiri. lalu di dengarkan pesan suara itu begitu terasa familiar di pendengarannya. di pejamkan matanya dan di rasakan debaran jantungnya.


📱Dantai


Rud, apa kau sudah menemukan gadis itu 081654523224 nomernya siapa? 22.30


📱Rudi


Sudah di tunggu dari tadi baru on. 22.32


📱Rio


📱Aril


Aku sudah ngantuk Dan. 22.33


📱 Gibran


Sama, Tidur dulu Dan lanjut pagi, segera terbang ke sini. 22.33


Tiba-tiba saja semua sudah off seketika itu, Dantai menghela nafas panjang. Lalu ia menyimpan nomer dengan nama Beflow tak tahu mengapa nama itu terlintas di pikirannya. Dia pun merebahkan tubuhnya di ranjang, di putarnya pesan suara itu berkali-kali hingga ia tertidur.


Jam 3.00 dini hari Dantai terbangun ia pun mandi dan mengambil wudhu melaksanakan sholat malam. Setelah itu ia melanjutkan membaca Alquran menanti adzan subuh.


Ketika waktu subuh tiba Dantai melaksanakan Sholat subuh berjamaah dengan Ayah, ibu dan adiknya di Mushola di kediamannya. setelah selesai ia mencium punggung ayah dan ibunya begitu juga dengan Salva mencium punggung tangan ayah ibu dan kakaknya.

__ADS_1


"Ayah pagi ini aku harus ke Bandara, penerbangan ke Jakarta jam 6.00 pagi, bisakah ayah mengantarku ke sana?" tanya Dantai pada ayahnya.


Harlan mengangguk, ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamarnya, di ikuti oleh Dantai yang beranjak pergi ke kamarnya juga berganti pakaian casual dan mengambil tas punggungnya lalu keluar kamar bersamaan dengan ayahnya yang keluar dari kamarnya.


Mereka pun berangkat dengan mobil yang di kendarai Harlan jam enam kurang lima belas menit mereka sampai di Bandara Dantai pun pamit pada Ayahnya, lalu pergi menuju pesawatnya.


Mobil Harlan pun kembali berjalan meninggalkan Bandara.


Jam 8.00 Rudi menunggu Dantai di area penjemputan di terminal kedatangan. ia melihat seorang pria yang mengenakan kaos berlengan pendek berwarna biru dengan celana jeans biru, berjalan mendekatinya, " Sudah lama nunggunya?"


Rudi mendongakkan kepalanya, ia pun berdiri dan memeluk sahabatnya itu. Rudi mengajaknya ke area parkir menuju mobil SUVnya, mereka pun masuk kedalam mobil. Lalu mobil itu pun berjalan keluar dari terminal kedatangan Bandara Sukarno-Hatta.


"Rud, sudah menemukannya bukan? tanya Dantai pada Rudi.


"Dan, tolong jangan pikirkan dia lagi! kami tidak ingin terjadi sesuatu pada dirimu."


"Berhenti dan turun kan aku disini! aku akan kembali ke Singapura saat ini juga."


"Ok! kita bicara setelah sampai di depot ku. Apa akan aman untuk diri mu jika kau tahu tentang masa lalu mu Dan?"


"Aku pernah konsultasi pada dokter ku, selama aku tidak berusaha mengingatnya. Tak akan terjadi apapun dengan ku."


"Ok! ku rasa sudah waktunya kau tahu tentang masa lalu mu Dan."


Mobil itu pun berhenti di sebuah area parkir depot sederhana miliknya di depot inilah Rudi menjual makanan yang di sukai sahabatnya entah itu kesukaan Dantai atau pun kesukaan Anta dan ketiga sahabat lainnya. Rudi menjalankan dengan sistem ke mitraan pada penjual yang ada di depotnya. Rudi menyediakan tempat dan bahan yang di perlukan, keuntungan di bagi rata 50% setelah di ambil modal dan biaya pegawai. pedagang menyetujui hal itu. Depot ini dekat dengan kampusnya hingga setiap hari ramai pengunjung.


Rudi memasuki depotnya bersama Dantai tak lupa menyapa para pedagang ia pun memasuki ruangan privasi yang terlihat ketiga temannya sudah duduk di kursi menantinya, Rudi memanggil salah satu karyawan memesan sesuatu untuk temannya yang baru datang.


Rudi masuk kedalam mengambil sesuatu dan kembali lagi di ruangan di mana teman-temannya berkumpul, ia pun duduk dengan tenang, meletakkan laptop dan sebuah Hp mahal keluar lama sekitar 3 tahun yang lalu.


"Ini Hp lama mu, di sini tersimpan kenangan antara kau dan dia sebelum kecelakaan terjadi, aku memperbaikinya untung tidak terlalu para kerusakan hingga semua data yang ada di situ masih utuh." Kata Rudi sambil melihat Dantai sahabatnya itu menatapnya tajam menuntut penjelasan.


Rudi pun kembali berbicara," Jika kau sudah siap melihat masa lalu mu itu maka bukalah Hp ini. jika belum maka jangan kau lakukan!"


Dantai pun menghela nafas panjang menatap tajam pada ke tiga sahabatnya itu. Di ambilnya Hp tersebut dan di masukan kedalam tasnya.


lalu menatap Rudi tanpa mengubah expresinya,

__ADS_1


"Apa tak ada nasi yang kau jual disini, Rud? aku lapar." tanyanya santai.


Mereka pun tertawa mendengar pertanyaan Dantai dan Rudi memesankan nasi pecel berserta rempeyek udang kesukaan Dantai.


__ADS_2