Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Apa pun Akan Kukabulkan


__ADS_3

Hari ini Anta tidak ingin membahas soal masa lalu mereka, karena itu sudah dia Anggap telah selesai. Mereka membahas tentang kerjasama mereka atau kerja sama batal karena Anta akan kembali segera ke Singapure. Itu tawaran yang diberikan pada Reno.


"Ok! Kita bahas kerja sama kita sekarang maaf jika membuatmu tak nyaman." kata Reno sambil tersenyum.


Mereka mulai membicarakan mengenai projects kerja sama, Ant mulai menjelaskan secara detail dari awal hingga akhir.


Akhirnya terjadi kesepakatan dan penandatanganan kontrak. Reno menawarkan untuk mengundang makan malam di sebuah restoran ternama di Jerman. Anta pun menolaknya," Maaf aku tidak bisa mungkin, Kak Dewi yang akan mewakiliku untuk makan denganmu, kalau sudah tidak ada yang di tanyakan aku akan segera pergi." kata Anta pada Reno.


'Baiklah sampai bertemu lagi." kata Reno pada Anta lalu menawarkan untuk mengundang makan malam di sebuah restoran ternama di Jerman. Anta pun menolaknya," Maaf aku tidak bisa mungkin, Kak Dewi yang akan mewakiliku untuk makan denganmu, kalau sudah tidak ada yang di tanyakan aku akan segera pergi." kata Anta pada Reno.


'Baiklah sampai bertemu lagi." jawab Reno sambil tersenyum samar.


Anta pun meninggalkan restoran itu menuju menuju hotel tempatnya menginap, dalam perjalanan menuju hotel pun tak ada perbincangan sama sekali hingga terdengar suara Anta memerintahkan pada Dewi untuk mewakilinya untuk makan malam di restoran nanti malam.


Mobil fasilitas hotel pun sampai di basement hotel, Anta membuka pintu lalu keluar dari mobil. Ia berjalan menuju kamar di mana ia menginap melewati be berapa kamar dan masuk kedalam lift yang n membawanya ke lantai di mana kamarnya berada. Setelah tiba lift berhenti dan terbuka pintunya ia pun keluar dan melangkah menuju kamarnya. Sesampainya di kamar


Ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, Ia tak mengira akan bertemu Reno orang di masalalunya, Cinta pertamanya. Namun justru Cinta yang semakin melekat di hati adalah Dantai.


Saat dia terpuruk, Dantai yang selalu berada di sisinya tanpa pernah mengeluh apapun.


Ia masih ingat waktu itu, Reno begitu saja pergi tanpa pesan dan tanpa kata dan sekarang ia kembali apakah itu benar, jelas tidak apalagi setatusnya adalah istri orang begitu juga dengan dia. Ia melihat jam menunjukan waktu sholat magrib ia segera menunaikan sholat magrib setelah itu ia memesan layanan kamar untuk makan malamnya.

__ADS_1


Dewi segera bersiap-siap untuk menemui klien dari Nona Muda


nya sesuai dengan perintah beliaunya.


Dewi berangkat dengan mobil fasilitas hotel tak seberapa lama Dewi pun sampai di restoran di mana ia bertemu dengan kliennya itu. dia masuk ke dalam restoran mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang telah mengundang majikannya tadi.


Ia pun melihat seorang laki-laki yang tadi sore bertemu dengannya dan Nyonyanya.


Ia melangkah dengan pasti menuju meja tersebut. Setelah dekat ia pun menyapanya. "Selamat malam, Tuan. Nona tidak bisa menghadiri undangan anda karena merasa kurang enak badan, mohon di maklumi atas tidak bisanya kehadirannya."


"Silahkan duduk, sebenarnya saya hanya ingin bertemu sekali lagi Sebelum Nyonyamu itu kembali ke Singapore. Namun sayang sekali Dia tak bisa hadir.


"Iya tuan, nanti selanjutnya saya akan menangani proyek Anda dan itu artinya Anda akan selalu bertemu dengan saya bukan dengan majikan saya, kata Dewi Dengan lugas."


Reno pun tertawa. "Ya, baiklah tidak mengapa, seperti dia tak ingin bertemu dengan saya," katanya sambil tersenyum kepada Dewi,


Setelah berbicara berbasa-basi, mereka pun memesan menu makanan sesuai yang diinginkan, mereka makan bersama di restoran tersebut. Setelah selesai Dewi pun berpamitan untuk kembali ke hotel di mana ia menginap.


sesampainya di hotel ia langsung masuk kedalam kamarnya. mengganti bajunya dengan baju tidur lalu membaringkan tubuhnya di ranjang.


Malam semakin larut mengantarkan mereka kedalam mimpi.

__ADS_1


...----------------...


Di kediaman Aldo, setelah serapan ia pun mengantar istri untuk berangkat sekolah. mereka beriringan berjslan keluar Apartemen menuju mobilnya lalu masuk kedalam besama istrinya. Ia membantu memasangkan sabuk pengaman pada Era setelah itu memasang sabuk pengamannya untuknya sendiri. Dan ia pun menarik tuasnya dan menjalankan kendaraannya. 30 menit kemudian dia sampai di gerbang pintu pintu sekolah Era. Sebelum keluar dari mobilnya Aldo mengecup bibir Era dengan sangat lamanya hingga semu merah di pipinya tergambar jelas. Era mencium punggung tangan Aldo, lalu Aldo mengecup kening Era lalu istrinya itu pun keluar mobil dan berjalan memasuki gerbang sekolah. Setelah melihat punggung istrinya menghilang di balik pintu gerbang sekolah ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampusnya. Setelah sampai kampus ia pun masuk kedalam kelas untuk memberikan mata kuliahnya, setelah mengisi mata kuliah di hari itu ia pun melesatkan mobilnya ke restoran yang di punya.waktu bergulir dengan cepat hingga waktu menjemput Era pun tiba.


Sesampainya di pintu gerbang nampak Era berlari dari pintu gerbang dengan di kejar beberapa pelajar Pria. Aldo pun keluar dan memeluk Era, dituntunnya istri masuk kedalam mobil.


Aldo menghampiri pria remaja tersebut lalu bertanya, "Kenapa kalian mengejarnya?"


"Dia itu wanita mur@han, Om sering kan menyewanya, dengan ia menolaknya tapi dengan Om tidak menolak, saya tahu Om tadi menciumnya, kami juga ingin melakukannya kami bisa membayarnya seperti Om," kata pemuda itu tanpa filter. Aldo menpar pemuda itu lalu mengatakan dengan sangat lantang, "Kau Ingin tahu siapa gadis itu bagi saya, dengarkan baik-baik Dia itu istriku."


"Om, kenapa Om tega menikahinya, dia itu masih kecil?" tanya pemuda itu


"Lalu kenapa kamu ingin melecehkan tanpa ada penjelasan yang jelas. Kamu, jika kamu di tolak apakah begitu perlakuanmu?" tanya Aldo dengan menatapnya tajam. Lalu pergi meninggalkan keempat pemuda yang termangu mendengar penjelasan Aldo.


Mobil itu berjalan meninggalkan pemuda itu. Era masih menangis, disentuhnya tangan Era sambil berkata, "Jangan menangis lagi, kamu home schooling saja akan kuurus segera."


Era mengangguk. Mobil itu pun berhenti di area parkir gedung Apartemen milik Aldo mereka keluar, Aldo menghampiri Era memintanya untuk naik ke punggung Aldo ketika ia berjongkok di depan Era.


"Ra, naiklah ke punggungku," pinta Aldo pada pada Era.


Era pun naik ke punggung Aldo, Aldo pun mulai berjalan menuju gedung Apartemennya lalu memasuki lift yang berjalan ke atas menuju flat mereka sambil berkata, "Maaf membuat menghadapi yang seharusnya tidak kau hadapi, jika aku tak memaksakan untuk menikahi dengan secepatnya tidak akan terjadi kejadian saat ini, maafkan aku, Ra."

__ADS_1


__ADS_2