Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Aqiqo Kaila


__ADS_3

Setelah saling berpelukan dan berama-tama mereka pun saling bertanya kabar masing-masing dan mempersilahkan untuk duduk di sofa kamar tamu. Bik Mirna datang dengan membawa minuman dan makanan.


"Aku heran perasaan tadi yang berangkat duluan adalah Dantai kenapa belum sampai juga, yaa," kata Andi pada Harlan yang di sambut dengan tawa yang berderai. "Mungkin nyasar ke hotel dulu," timpal Harlan.


Andi tertawa. "Bisa jadi Mas."


Mereka berbincang-bincang sambil memakan makanan kecil yang di buat bik Mirna, hingga tak terasa dua jam berlalu, dan terdengar suara mobil masuk di halaman rumah lalu berhenti.


Dantai membangunkan sang istri, untuk segera bangun. "Bun, bangun kita sudah sampai," bisiknya di telinga sang istri, Anta membuka matanya perlahan, dan dilihatnya sekelilingnya. "Sudah sampai, yaa?" tanyanya pada suaminya dengan suara seraknya sehabis tidur.


"Hem, iya kita sudah sampai," katanya pada istrinya. Dantai menunggu sang istri benar-benar telah terjaga dari tidurnya. Setelah itu, ia pun keluar dari mobilnya Dantai mengeluarkan koper dari begasi, lalu berjalan beriringan bersama sang istri sambil menyeret kopernya berjalan masuk kedalam rumahnya. Dantai mengucap salam, ketika mencapai pintu rumahnya.


Di jawab oleh Andi dan Harlan dengan iringan tawa setelahnya. "Nah itu mereka datang, benar apa kata sampean, Mas. dari bajunya sudah kelihatan kalau mereka mampir dulu," kata Andi terkekeh.


"Kenapa Pi, Yah?" tanya Dantai pada Andi dan Harlan sambil mencium punggung tangan mereka. Begitu pun Anta mencium punggung tangan mereka.


"Gak apa-apa, Dan. Taruh dulu koper ke kamarmu," perintah Harlan.


"Baik, Yah," katanya lalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya.


Anta berjalan menuju ke dapur mencari momy dan ibu. Ira yang melihat kedatangan Anta langsung menyambutnya dengan pelukan. "Ibu sangat senang kamu sudah bisa melihat kembali An."


"Trimakasih, Ibu dan Momy masak apa ni? Boleh Anta bantu?" tanyanya pada mereka.


"Kami gak masak An kami lagi berbincang-bincang sambil incip-incip masakan bik Mirna, duduk sini gabung sama kami, atau istirahat saja dulu di kamar, acaranya baru nanti malam kok," jelas Ira pada menantunya itu.

__ADS_1


"Mau lihat baby Kaila, Bu," jawab Anta.


"Ada di atas di kamar Salva, kesana saja," jawab Ira


"Baik, Bu," kata Anta lalu pergi menaiki tangga menuju kamar Salva. Setelah sampai di depan kamarnya Anta mengetuk pintunya terdengar suara menyuruhnya masuk ia pun membukanya dan menampakan Salva tengah duduk bersandar di ranjang sambil menyusui sang buah hati Anta masuk lalu menutup pintunya kembali ia berjalan mendekati Salva, di tengoknya baby Kaila. "Cantiknya, mungkin Hira dulu waktu bayi juga selucu ini."


Salva tersenyum. "Iya, Kak bahkan sangat lucu, malah waktu ketemu kak Rio, baby Hira anteng waktu di gendong kak Rio," kata Salva, Anta menarik nafas panjang. Salva yang mengerti kegundahan kakak iparnya itu pun tersenyum. "Maaf, Kak An. Jika membuat kakak Risau," kata Salva.


"Tidak apa-apa, Va. Cuma itu yang jadi pikiran ku saat ini.


"Tidak perlu dipikirkan kak, biar takdir yang akan menentukan jalan mereka," kata Salva menasehati sang kakak ipar


"Kak, An aku senang, kakak bisa melihat lagi sekarang," kata Salva.


"Ya, Alhamdulillah, Allah memberikan anugerahnya pada Kakak untuk bisa melihat kembali.


jam 18.30 acara pengajian untuk Aqiqoannya Kaila di mulai yang di hadiri oleh ibu-ibu acara berlangsung khidmat dengan mengumandangkan sholawat Nabi dan doa-doa untuk baby Kaila agar menjadi anak yang Sholehka.


Tak ada kemewahan dalam acara itu, yang terpenting adalah tanda syukur yang di panjatkan kepada Allah yang memberi kepercayaan pada mereka untuk mengasuh anak perempuan.


Anta bergabung bersama ibu-ibu menyenandungkan sholawat nabi


setelah itu prosesi potong rambut.


Jam 21.00 acara selesai, semua undangan yang mayoritas tetangga dekat pun pulang dengan membawa bingkisan makanan.

__ADS_1


Anak-anak sudah berada di kamarnya masing-masing, dan sepertinya sudah terlelap.


Anta berjalan menaiki tangga menuju kamar Dantai yang sekarang menjadi kamar mereka berdua. Dia melihat sekeliling lantai dua, baru sekarang ia bisa melihat kondisi rumah ini setelah sekian lama. Anta masuk kedalam kamar dan ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan di mana cintanya mulai bersemi.


Tak ada yang berubah di ruangan ini kecuali orang yang menempatinya saat ini. usia sudah tak remaja lagi ada banyak yang telah di lewati namun ia tidak pernah menyesal karena apapun yang terjadi pada dirinya adalah suatu pelajaran yang sangat berharga.


Di saat pikiran mengembara entah kemana sebuah tangan memeluk dari belakang, menghirup wangi tubuhnya dan perlahan melepaskan hijab instannya. Lalu menciumi leher bagian belakangnya. "Apa yang bunda pikirkan, hem?"


"Tidak ada, hanya teringat masa lalu di sini," katanya sambil tersenyum.


"Sebelum kita pergi bulan madu besok kita bisa melakukannya di sini, agar di sini kita punya jejak cinta yang halal," kata Dantai sambil tangannya kelepasan satu persatu kancing baju Anta. "Yah, bukankah tadi sudah," katanya pada suaminya.


Aku tak pernah bosan untuk bercinta denganmu Bun," katanya sambil melepas satu-satu kain yang menempel di tubuh Anta, hingga mereka pun hanyut dalam Asmara dan hasrat yang tak terkendalikan.


...----------------...


Sementara itu Rio yang tenggelam dengan pekerjaan kantornya baru menyadari hari telah larut malam, ia menghela nafas, ia kembali tak menepati janjinya pada Jasmine.


Beberapa file harus segera mendapatkan persetujuan dirinya, sehingga ia harus mempelajari dan menandatangi semua file yang ada di meja.


Di lihatnya jam yang melingkar di tangannya, sudah pukul 21.00, dia berdiri dari tempat duduknya, menggerakan beberapa kali tubuh yang terasa lelah dan kaku kemudian berjalan membuka pintu dan menutup kembali ruang kerjanya.


Rio berjalan masuk kedalam lift yang membawanya ke lantai dasar, pintu terbuka dan dia keluar serta berjalan dia area parkir gedung perkantorannya.


Ia pun masuk kedalam mobil yang kemudian berjalan meninggalkan tempat itu menuju rumahnya, butuh waktu setengah jam untuk sampai rumah, begitu sampai depan gerbang sekuriti langsung membuka pintunya dan mobil langsung masuk kedalam garasi.

__ADS_1


Rio keluar dari mobil dan menutup pintu garasi lalu masuk dalam rumah melalui pintu penghubung ruang tengah, lalu berjalan ke kamarnya ketika membuka pintu ia pun terkejut dengan penampilan istri dengan baju yang transparan menyambutnya.


Jasmine mengambil tas kerja suaminya lalu di letakan di atas meja kemudian ia melepaskan jas suaminya. "Jika kau berada di rumah artinya kau milikku, saat ini kau adalah milikku maka menurutlah apa yang akan ku lakukan padamu."


__ADS_2