Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Indahnya Cinta


__ADS_3

Setelah melakukan aktivitas yang melelahkan dan melaksanakan sholat Ashar berjamaah mereka menunggu matahari terbenam, mereka duduk dikursi di atas dek vila yang berada di atas air.


Saat matahari pun mulai terbenam mereka pun menikmati momen itu, Roy memeluk tubuh Hira dari belakang.


"Apa kau memang menginginkan bulan madu di Maldives?" tanya Rio


"Bukan, ini permintaan Tante Jasmine," kata Hira menunduk.


"Oh, Kenapa tidak keinginanmu


saja?" tanya Rio


Entahlah aku ingin memenuhi keinginan Tante itu saja, Maaf Om," kata Hira


"Iya, ngak apa-apa, Princess. Cuma kalau ini keinginanmu Aku akan sangat senang.


"Ayo kita masuk! Kita sholat magrib dan isya dulu," kata Rio


Setelah menunaikan ibadah sholat magrib dan isya, mereka kembali mereguk indahnya cinta.


Berkali-kali dia melakukannya menyiram rahim Hira dengan benihnya, hingga tak lama kemudian terlelap dalam kelelahan. Dan terbangun di waktu subuh.


Saat ini mereka sudah bersiap-siap untuk pergi menikmati mentari di pagi hari di pinggiran pantai, mereka menunggu speed boad yang membawanya dari Overwater Villas ke pinggir pantai.


Berjalan bergandengan tangan menikmati sejuknya angin pantai di pagi hari, membiarkan kaki tanpa alas menapaki pasir putih yang dingin.


Senyum merekah di bibir pemuja cinta yang meraih kehangatan hati pemujanya. luka telah mengering seiring waktu berjalan, menapaki rasa yang cinta yang bergelora dari dulu hingga kini akhirnya cinta itu tumbuh indah kedua hati.


Kita mau sarapan di mana terserah kamu di sini banyak restoran, kau tinggal pilih dan aku tinggal bayar," kata Rio terkekeh.


Hira tertawa, dia menatap Rio dengan penuh arti. "Trimakasih, telah menunggu dan mencintai ku, Om," kata Hira pada Rio


"Aku memang mencintaimu Hira dari dulu tak pernah berubah tolong katakan kemana kau ingin pergi akan ku turuti," kata Rio berteriak pada Hira.

__ADS_1


Mereka pun sarapan disebuah restoran prasmanan. Rio memilih makanan yang cocok dengan lidahnya begitu pula dengan Hira


Mereka sarapan dengan tenang setelah selesai mereka bersnorkeling untuk wisata bawah laut.


Mereka berenang di kedalaman laut kadang menggenggam tangan, kadang memeluk tubuh Hira ini bagai mimpi bersanding dengan gadis muda nan cantik yang menyimpan hatinya sejak dulu.


Mereka terus menikmati keindahan bawah laut berdua saling bercanda


Pantai- pantai yang indah dan beberapa restoran yang mampu memanjakan lidah mereka, telah mereka kunjungi.


Di saat pagi hari hingga sore Rio memanjakan istrinya berpergian di berbagai tempat dan ketika malam hari ia memanjakan istrinya dengan sentuhan cinta bergelora.


Sentuhan ini lebih nikmat dari


yang dulu, ciuman ini lebih dahsyat dari yang dulu pernyatuan ini lebih indah dari yang dulu. Semuanya sangat indah karena cinta. Mereka berdua saling mencintai.


Kebahagiaan ini itu saja hadir pada hari ini datang saja mengetuk pintu hatinya dan mengetuk keinginannya untuk menikah kembali dan saat ini dia berada di sini bersama dengan kekasih hatinya yang sudah lama seperti mimpi Ini adalah sebuah kenyataan bahwa dia menggenggam hati


Di sini dulu dia bersama dengan istri pertamanya dan sekarang ia pergi ke sini bersama istri keduanya yang mempunyai sifat yang berbeda wajah wajah yang hampir mirip dengan mata yang berbeda bahkan kali ini dia lebih tergila-gila karena Hira cinta lamanya


Setelah berjalan di tepi pantai menikmati sajian kuliner di restoran-restoran dekat pantai mereka berjalan-jalan di tepi pantai memeluk erat tubuh Hira


Ayo pulang Princees aku sudah kangen sama kamu ini?" kata Rio sambil mengandeng tangan istrinya.


"Kangen apa wong dari tadi kita itu berdua, gandengan tangan ya selalu dipeluk," kata Hira pada Rio


"Ya, kalau di sini ya gak bisa ngapa-ngapain kamu, Daddy kangen saat kamu di ruang kerja Daddy, sayang waktu itu kamu gak bisa di itu, jadi bikin Daddy pusing," kata Rio terkekeh.


"Ahh Daddy bikin Hira malu saja," jawab Hira


"Ku kira kau sudah tidak punya malu lagi sama Deddy," kata Rio sambil meremas benda kenyal yang ada di tubuh bagian depan Hira.


"Daddy! Bikin yang lain jadi iri saja," kata Hira sambil merem melek menikmati rasa yang di timbulkan.

__ADS_1


"Kalau ada yang iri kita pulang saja biar Daddy kasih yang mantap-mantap," kata Rio sambil tertawa


Mereka pun naik speadboat ke vila terapung yang di sewanya.


Sesampainya di sana mereka pun langsung masuk ke vila mereka.


"Hir, godain om dong, biar lebih semangat, kangen sama godaan kamu, Ini sudah halal loh Ra," kata Rio menggoda istrinya.


"Baik om, jangan menyesal yaa kalau Hira jadi singa betina yang siap menerkam om jangan pingsan yaa om," goda Hira istri kecilnya itu.


"Ok! Siapa takut, Om siap nih digoda sampai lemas," kata Rio sambil tertawa.


Dengan cepat Rio pun melucuti pakaiannya dan hanya menyisakan kemeja dan menunggu istrinya keluar dengan tampilan Hotnya.


Tak lama kemudian Hira berjalan dengan tubuh polos dan kemeja yang hanya di sangkutkan di kanan kiri pundak nya


Dia berjalan membusungkan dadanya berjalan bak pragawati menghampiri suaminya.


"Sini sayang, duduk di pangkuan, Om!" perintah Rio.


Hira pun duduk di pangkuan suaminya. "Mau taruhan nih kalau kamu yang lemes dua hari seperti ini sepanjang hari cuma pas sholat aja kamu pakai lengkap," katanya sambil terkekeh.


"Kalau Om yang lemes? Bagaimana dong?" tanya Hira pada Rio


"Kalau om Rio yang lemes kamu seharian seperti ini," kata Rio pada Hira.


"Ya, itu mah, sama saja yang kena juga Hira," kata Hira pada suaminya.


Rio tertawa dan mulai menyerang bagai singa sedang lapar, menyerang tanpa ampun di titik kelemahan Hira terus dan terus dari berdiri duduk hingga di bawanya ke peraduan dari diatasnya dibawah lemas tak berdaya setelah itu di kecup keningnya dan di ucapkan terima kasih.


Setelah turun dari tubuh istrinya berjalan ke kamar mandi.


"Jangan lupa yaa, Hir, kamu kalah dua hari," kata Rio sambil meneruskan jalannya kekamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2