Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Rencana Ngedate Bareng


__ADS_3

Sari menatap Rizal dengan mata berkaca-kaca, lelaki yang telah lama ia cintai ternyata mencintainya juga.


"Hai kenapa menangis?" tanya Rizal sambil menghapus air mata Sari.


"Aku bahagia karena ternyata mas Rizal mencintai ku juga, ku kira hanya aku yang mencintaimu mas Rizal."


"Hati ku tersanjung dek Sari kamu setia menunggu ku untuk bertindak," Sari tersenyum ter mereka menghabiskan makanan yang ia pesan, setelah makan siang mereka meninggalkan restoran itu.


Rizal melajukan mobilnya menuju masjid mereka mampir untuk sholat dhuhur lalu kembali menikmati kencan pertamanya. Di hari itu mereka pergi ke sebuah taman yang sering di datangi Sari saat dia sedang bersedih, dan Rizal selalu mengikutinya diam-diam.


Mobil itu berhenti di taman itu. Sari terkejut Rizal berhenti di taman," Mas kok tahu aku sering ke sini,"


"Aku sering membuntutimu diam-diam kemari" katanya sambil tersenyum, ia melepas sabuk pengamannya kemudian melepaskan sabuk pengaman Sari.


"Ayo kita turun, aku ingin mengigat di saat kamu memaki ku di sini," katanya sambil tersenyum lalu ia keluar, sementara itu sari hanya meringis mendengar kata-kata Rizal.


Sari pun keluar dari mobil sambil tersenyum mengikuti langkah Rizal dari belakang dengan hati yang berbunga-bunga, hingga tak tahu jika Rizal berhenti dan berbalik badan melihat Sari yang berjalan menunduk hingga...


"duk" Ia menabrak dada Rizal, Rizal menurunkan kepalanya melihat wajah Sari yang bersemu merah, Rizal pun tersenyum ia pun berbisik," Kau terlihat cantik saat tersipu," Sari pun mendongak kepalanya keatas hingga jarak wajah mereka begitu dekat, wajah Sari semakin merona.


Rizal tak ingin menggodanya lebih lama lagi di tariknya tangan sari di ajak di suatu tempat di mana Sari diam-diam menangis.


"Kalau kamu sering tersipu begitu jadi pingin segera halalin kamu, jadi bikin gemes," kata Rizal sambil mengenggam tangan Sari.


Setelah puas berjalan-jalan di taman Rizal pun mengajak pulang sari. Mereka berjalan meninggalkan taman dan masuk kedalam mobilnya, mobil itu pun berjalan meninggalkan taman menuju Vila.


Mobil Rizal berhenti di halaman Vila, ia pun keluar untuk mengantarkan Sari ke dalam, nampak Dantai baru ingin keluar dan duduk di teras kembali, melihat Rizal jalan menuju kearahnya.


Merekapun mengucapkan salam dan Dantai pun menjawabnya. Rizal pun ikut duduk di bangku teras," Wah hari ini kamu sukses ya."


Dantai pun tertawa," Aku tak menyangka hari ini keberuntunganku."


"Kau akan menginap di sini?"

__ADS_1


"Iya, kenapa? ada pak man jadi aku tak kwatir sih."


"Gak takut kilaf?"


Dantai terkekeh," Takut lah, awalnya aku mau menginap di hotel karena gak ada om Andi, tapi di larang pak man juga bik Ija, katanya itu pesan dari om Andi, jika aku ke sini gak boleh tidur di hotel tetap di Vila aja ada banyak kamar tidur kosong."


Anta terlihat berjalan hati-hati dengan hitungan baru saja Dantai berdiri ingin membantunya Anta melarangnya dengan isyarat tangannya," Biar aku sendiri mas," katanya lalu meraba tempat duduk dan duduk di samping Dantai.


"Kalau di tempat yang memang sudah aku kenali mas Afif gak usah bantu biar aku bisa mandiri, aku gak mau tergantung terus sama kamu, nanti pun jika aku tinggal di rumah mu atau di apartemen mu kamu hanya membatu ku untuk mengenal rumah itu dengan langkah ku."


"Ok! honey apa pun kau mau akan ku turuti," kata Dantai sambil menatap Anta.


"Aduh So sweet, sudah gak usah nunggu satu bulan lamarannya Dan." sahut Rizal


Dantai terkekeh," Maunya gitu tapi om Andi dan Tante Rena ada waktunya bulan depan." Dantai menoleh sang kekasih.


"Bagaimana kalau kita langsung menikah saja setelah lamaran honey?"


"Aku terserah kamu aja sih mas."


"Gimana mas Rizal, Sukses ni bikin mbak Sari hatinya cenat-cenut."


"Sukses lah non Anta."jawab Rizal.


"Jangan panggil non panggil Anta saja mas Rizal, itu mbak Sari aja yang bandel suka Panggil non lah,"


"Gak papa lah, gak enak cuma Panggil nama."


"Terus kenapa coba panggil mas Afif dengan Dantai aja, udah deh kalau mas Rizal masih sebut non gak usah kencan sama mbak Sari dan gak usah ke sini."


"Ok! dek aku panggil nama aja deh." kata Rizal.


"Gimana nih kalau besok ngedate bareng ke pantai? kayaknya seru, gimana honey, mau ya?" tanya Dantai pada Anta

__ADS_1


"Ya, boleh mungkin dengan ke pantai kamu akan ingat kalau kita dulu sering ke pantai."


"Moga saja honey, kalau pun tidak aku tetap mencintaimu honey." kata Dantai sambil menoleh pada kekasihnya itu, Anta tersenyum lalu meraba wajah Dantai," Aku ingin mengenali wajahmu yang sekarang mas Afif."


Dantai tersenyum dibiarkan tangan Anta meraba wajahnya, lalu di tangkapnya tangan Anta dan di gengamnya dengan hangat.


Dantai menoleh ke Rizal," Bagaimana?"


"Ok! Besok pagi jam 8.00, tolong kasih tau Sari ya An, aku pulang aja deh gak kuat lihat kalian berdua, tolong pamitkan Sari ya An," katanya sambil melangkah pergi meninggalkan teras menuju mobilnya, Ia pun masuk dalam mobil lalu mobil itu keluar meninggalkan Vila tersebut.


"Masuk honey mau magrib," kata Dantai.


"Loh kemana mas Rizal?" tanya Sari ketika baru keluar ke teras.


"Sudah pulang kamu kelamaan," kata Dantai masuk kedalam dengan menggandeng Anta.


"Mbak Sari nanti habis Isya' ke kamar ku ya, kita ngobrol, sambil ada yang ingin ku sampaikan."


"Baik non."


Waktu maghrib pun tiba, mereka sholat berjamaah diimami oleh Dantai selesai sholat magrib dan berdikir, mereka menunggu waktu Isya' ketika waktu Isya' tiba mereka Sholat isya' berjamaah, setelah selesai Anta masuk ke kamarnya di ikuti Sari di belakangnya, begitu pula Dantai masuk ke kamar yang sudah di siapkan untuk nya lalu merebahkan diri di atas ranjang.


Hari ini ia begitu lelah ia belum istirahat sama sekali, dari Bandara langsung ke malang belum beristirahat sama sekali, sebenarnya hari akan menelpon kembali om Andi tapi matanya begitu berat tak sanggup bertahan hingga beberapa detik ia pun telah terlelap.


Didalam kamar Anta Sari langsung memeluk Anta," Saya bahagia nona telah memutuskan untuk menerima den Dantai, dia sangat mencintai non, hanya den Dantai lah yang pantas untuk non maka itu adalah keputusan yang terbaik," kata Sari sambil menitikkan air mata karena bahagia.


"Aku pun mengucapkan selamat cintamu berbalas, dan semoga berlanjut di pelaminan,"


"Rencana kami satu bulan lagi akan menikah, tapi mas Rizal masih mengijinkan ku untuk bekerja." kata sari menatap Anta.


"Selamat ya, mbak Sari.O ya besok kita akan ke pantai bersama, kita double date."


Trimakasih untuk para readers yang telah mampir membaca karya saya dan memberikan tanda like dan favorit serta memberikan komentar yang membangun serta positif.

__ADS_1


Trimakasih telah setia menunggu update setiap saat. Semoga suka dan terhibur, jangan lupa selalu memberikan jejak dengan menekan 👍❤️ dan komentar, trimakasih banyak.


__ADS_2