
Mobil berjalan melintasi jalan kota batu, jam 2.00 siang Dantai berangkat dari Vila Batu ke Surabaya, ketika waktu ashar tiba Dantai memberhentikan mobilnya ke sebuah masjid untuk menunaikan sholat Ashar.
Jam 16 .00 Dantai sampai di rumah Surabaya, Dantai mengucapkan salam lalu masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya dan orang tuanya menyiapkan dokumen yang di perlukan untuk di KUA.
Dantai keluar rumah kembali menemukan perangkat desa, setelah itu kembali pulang lagi.
Pukul 16.30 Dantai kembali mencangklong tas punggungnya berjalan ke dapur," Bik Mirna pak To kemana?"
"Ada di kebun den, mau pulang sekarang den?"
"Ya bik besok ada kuliah," jawab Dantai pergi ke kebun belakang, terlihat pak To tengah merokok sambil duduk di kursi taman.
"Pak tolong antar saya ke Bandara."
"Baik den."
Pak To mematikan rokoknya beranjak dari duduknya dan berjalan ke garasi mobil. Dantai berpamitan kepada bik Mirna kemudian ia berjalan keluar rumah menunggu mobil siap, mobil pun berjalan dan berhenti tepat didepan ia berdiri.
Ia pun masuk ke dalam mobil dan mobil itu pun berjalan meninggalkan rumah menuju Bandara.
Begitu tiba di Bandara ia menuju masjid menunaikan sholat magrib setelah selesai ia langsung masuk dalam pesawat yang akan berangkat pukul 17.45
jam 19.15 ia sampai di Bandara Jakarta, tak lupa untuk mampir ke masjid dan Sholat isya'.
Dantai memberi kabar kepada om Alex bahwa ia sudah berada di Bandara Sukarno-Hatta.
Alex pun berpesan bahwa ia sendiri yang akan menemui Dantai ke Bandara untuk mengambil dokumen.
Dantai berjalan menuju area parkir Bandara tak lama kemudian mobil berhenti tepat di depan ia berdiri, pemilik mobil itu pun membuka jendela mobilnya, Dantai pun tersenyum pada pria lalu memberikan berkasnya," Trimakasih om Alex."
"Sama-sama Dan, selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan." kata Alex lalu menjalankan mobilnya Dantai mengamini dan mengacungkan jempol tangannya lalu pergi meninggalkan area parkir menuju ke terminal 3 Bandara lalu masuk ke pesawat tujuan Singapure.
Jam 19.30 pesawat Dantai pun lepas landas di sandarkan punggungnya di sandaran kursi pesawat, di pejamkan matanya sesaat,"Hari yang begitu melelahkan." gumamnya dalam hati.
Tepat pukul 21.30 Dantai pun sampai di Bandara ia memesan taxi menuju ke apartemennya, taxi pun datang ia pun masuk kedalam taxi dan taxi pun bejalan meninggalkan Bandara menuju apartemennya.
Tak lama kemudian dia sampai ke gedung apartemennya. ia memasuki lobby apartemen lalu masuk kedalam yang lift membawanya ke lantai 10, setelah tiba di lantai 10 lift pun berhenti dan terbuka.
__ADS_1
Dantai berjalan menuju apartemen menekan password lalu membuka pintu.
Ia pun masuk kedalam apartemennya dinyalakan semua lampu lalu di tutupnya kembali pintu apartemennya.
Ia pergi ke kamar dan langsung ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah segar ia merasa lapar di langkahkan kakinya menuju dapur, ia mengambil 2 bungkus mie instan goreng, di buatnya mie goreng dengan irisan cabe dan telor mata sapi, setelah matang di bawahnya ke mini bar dia duduk di sana dengan menikmati mie goreng yang baru di buatnya.
Setelah Kenyang justru membuat ia mengantuk, ia melangkahkan kaki ke kamar tidur dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya, tak butuh waktu lama ia pun tertidur.
pagi hari Dantai sudah beraktivitas di kampus hingga selepas magrib, Setelah itu Dantai pun meluncur ke rumah orang tuanya.
Mobil pun berhenti di halaman rumah, ia pun turun dari mobil berjalan masuk kedalam rumah setelah salam.
Salva menyambut kedatangan kakaknya, Dantai pun menghampiri ibu, mencium punggung tangan ibunya, lalu ayahnya.
Dantai duduk di sebelah Salva dan menoleh ke adiknya lalu mengacak rambut Adiknya," Ah kak Dan, berantakan ni."
"Ayah, ibu sehat kan? maaf baru bisa ke sini."
"Gimana kabar Anta, Dan?" Tanya Ira
"Baik bu, Di sudah bisa berjalan," jawab Dantai sambil menyuap makanannya.
"Ehh, emang tahu?" tanya Dantai sambil menoleh ke Salva. Salva terkekeh,
"Bukan cuma aku yang tahu, mereka juga tahu," sahut Salva sambil menggerakkan dagunya ke arah Ibu dan Ayah. Mereka tertawa ketika melihat ekspresi Dantai yang terkejut.
"Gimana, kapan ayah dan ibu mendapat tugas melamar seorang gadis untuk putranya." kata Ayah pada Dantai.
Dantai terkekeh," Sebenarnya Dan ke seni juga mau bahas ini ke ayah dan Ibu ternyata ayah dan ibu sudah tahu bahkan nanya duluan."
"Aduh kak Dan semua pada tahu, perform kak Anta dan kak Dan kemarin itu luar biasa."
"Sampai kesini juga?"
"Iyalah, kak."
"Oh..., Begini Yah kemarin itu rencananya mau lamaran aja, tapi Dan pikir lagi lebih langsung nikah aja gitu, jadi kemarin Dan juga bilang sama om Andi bahwa rencana lamaran langsung nikah dan Om Andi sudah menyetujui 2 minggu lagi acara." kata Dan menatap kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Apa gak terlalu cepat, Dan?" tanya Ira
"Enggak bu, lagi pula pada waktu itu lagi tidak ada acara jadi menurut Dan itu sudah pas."
"Mengenai tempat acaranya, baju pengantin, serta keteringnya bagaimana ?
" Semuanya sudah di atur oleh om Alex bu."
"Ok! berarti ibu tinggal menyiapkan kebutuhan kita saja dan hantaran yang harus di bawah."
"Lalu bagaimana mana dengan bajuku bu apa cukup waktu untuk pesan? tanya Salva sambil mengerucutkan bibirnya.
"Nanti beli aja dek, nanti biar ibu ngatur." kata Dantai pada adiknya.
"Iya, biar nanti ibu yang atur," kata Ira sambil tersenyum.
"Ayah dan ibu gak marah, Dan melangkah tanpa ijin dan restu kalian dulu? Dan minta maaf, hari ini kesini juga sekalian minta restu pada kalian."
"Kalau kamu meminta ijin dulu jadinya malah gak jadi nikah kamu Dan, kamu laki-laki lebih leluasa untuk mengambil keputusan yang tepat, kami selalu mendukung keputusanmu Dan," kata Harlan sambil tersenyum.
"Trimakasih ibu, ayah."
Setelah selesai makan malam dan membereskan semuanya mereka pun ke kamar masing-masing."
Dantai memasukki kamarnya yang sudah hampir seminggu di tinggalkannya, ia duduk di bibir ranjang. Ia mengeluarkan handphone mulai mengirim pesan pada wa group friends.
Dantai:[Assalamualaikum, friend dua minggu lagi aku bakal melamar dan sekalian nikahin Anta, aku minta bantuan kalian untuk bantu om Alex yang menyiapkan segalanya terutama pada Rudi dan Aril yang berada di Jakarta]
Rudi:[Ok! Dan beres ]
Aril :[Sip, siap ]
Gibran:[ kalau kami kebagian apa nih?]
Dantai:[ Kalian Persiapkan saja performa kalian]
Rio :[ Sip dah, wak Rudi siap jadi penari latar]
__ADS_1
Rudi. :[Waduh ajur iki rek-rek ]
Dantai: [Sorry wak request dari tuan putri wkwkwk]