
Jam 2 siang tamu sudah pada pulang hanya tinggal beberapa kerabat.masih ada di sana.
Dantai pun masih bercengkrama dengan teman-temannya, nampak 3 orang baru masuk 2 orang laki-laki dan 1 wanita yang sedang hamil," Assalamualaikum, Maaf kami terlambat, Aril, Rudi dan Gibran yang mengenali mereka pun menyapanya," Wa'alaikum salam, Riko, Billy dan Mutia
"Siapa? apa aku mengenal kalian?" tanya Dantai pada mereka. Riko dan Billy serta Mutia merasa sedih mengetahui ke adaan Dantai.
"Dia teman kita di SMU Dan, dia juga teman Anta sebelum masuk ke sekolah kita, dan yang perempuan itu istrinya Riko adik kelas di SMU kita.
"Oh, maaf aku tak mengenali kalian bertiga."
"Gak papa kami ngerti."kata Riko mewakili mereka.
"Riko, Billy! lo berdua kemari, cepetan! teriak Anta
"Ambil duduk, bawah kemari! mereka berdua pun mengiyakan permintaan Anta mereka duduk di depan Anta tanpa tahu maksud Anta.
"Kalian sudah duduk di depan gue?"
"Sudah An, kami sudah di depan lo."
"Mana kepala lo? dekatkan ke gue," perintahnya
"Ini sudah An," jawab Riko anta pun meraba wajah Riko tersentak, ia baru tahu bahwa Anta tak bisa melihat belum hilang terkejut tangan Anta melayang ke pipi Riko, Riko diam aja menerima apa yang di lakukan Anta.
"Lo itu sahabat gue kenapa lu gak pamit gue waktu pergi ke Swiss, ha?"
"Maafin gue An gue gak tahu kalau jadi seperti ini, lo boleh tampar gue semau lo, tampar gue An," kata Riko sambil memegang tangan Anta dan memukul-mukulkan ke pipinya. Anta menarik tangan dari tangan Riko. lalu beralih ke Billy.
"Mana Billy?" Billy pun mendekat di tariknya tangan Anta dan di taruh di pipinya.
"Ini pipi gue, lo boleh tampar gue sekeras yang lo mau An," Anta pun menampar pipi Billy. Billy memejamkan matanya membiarkan apa yang di lakukan Anta pada dirinya.
"Lo berdua emang keterlaluan ya, lo pergi gak pamit gue, gue sendiri Rik, Bil, lo yang katanya sahabat gue gak ada buat gue waktu gue terpuruk, kekasih gue ilangatan gak ngenali gue lagi..hu..hu..hu," tangis Anta pecah. Dantai memeluk Anta dengan erat memberikan ketenangan untuk Anta.
"Cukup Sayang mereka datang untuk mengucapkan selamat pada hari bahagia kita jangan begini, Istrinya sampai bengong lihat kamu dan masih berdiri di sana padahal hamil," kata Dantai
Anta pun melepas pelukan Dantai," lo begok amat sih Rik kasih istri lo kursi," kata Anta lagi, Riko pun berdiri dan membawa istri mendekat ke Anta,"Duduk sayang."
"Mbak ini aku Mutia maaf baru bisa kemari,"
"Gak papa, boleh aku pegang perutmu Tia."
__ADS_1
"Boleh mbak," kata Mutia sambil menarik tangan Anta, di letakan telapak tangan Anta di perutnya, saat telapak tangan Anta berada di atas perut buncit Mutia terasa bergerak dari dalam.
"Mas dedeknya bergerak," kata dengan mata yang berbinar.
"Iya nanti malam kita buat sendiri," bisik Dantai ke telinga Anta, seketika Anta mencubit perut Dantai.
"Aduh sakit sayang," katanya pada Anta. Riko yang melihat kemesraan mereka pun juga turut merasa bahagia.
"Sudah berapa bulan ini?" tanyanya pada Mutia.
"Enam bulan, mbak," kata Mutia sambil tersenyum."
"Tia siniin telinga kamu aku mau nayak."
Tia pun mendekatkan telinganya ke bibir Anta," kalau begituan kata ya sakit ya?"
"Pertama aja kak sedikit sih," Bisik Mutia terkekeh.
"Ayo ngapain nih bisik-bisik?" tanya Dantai
"Yang biar makan dulu deh mereka." kata Dantai memberitahukan ke Anta jika tamunya belum makan.
Riko menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dari tadi ia kena maki sahabatnya itu.
"Sayang ayo makan dulu," kata Riko sambil membantu Mutia berdiri.
Mereka pun berjalan ke stand makanan, mengambil makan sesuai yang diinginkan. lalu kembali ke tempat duduknya," duduk sayang." katanya sambil
memberikan piringnya pada Mutia.
"An Mutia sudah di sini ya." kata Riko Anta mengangguk sambil tangannya memberi kode agar dia pergi, Riko menelan salivanya dari tadi Anta tak bersahabat dengannya.Dantai melihat itu tertawa," Duduk sini Rik," Ajak Dantai, Riko pun duduk di sebelah Dantai dan Billy mengambil duduk di sebelah Riko.
"Sudah lama kalian bersahabat dengan istriku?" tanya Dantai pada Riko dan Billy
"Sudah sejak kita SMP ya Bill." jawab Riko, Billy hanya mengangguk sambil menikmati makanannya.
"Beneran kamu gak ingat kita Dan?" tanya Riko pada Dantai
"Enggak, emang kita pernah ketemu?"
Riko menghelah nafas," Iya pertama kali show kolaborasi kalian, lalu aku pindah di sekolah mu dan 1 kelas dengan mu."
__ADS_1
"Dan maaf jika waktu itu kita ngak balapan, mungkin semua ini gak akan terjadi, ada orang yang menyabutase mobil Anta waktu itu tapi tidak temukan siapa yang menyabutasenya tidak ada bukti sisi Tv atau apapun benar-benar tak terlacak."
Dantai tersenyum," sudah lah tidak apa-apa itu sudah berlalu Rik, aku mendapatnya lagi setelah berpisah selama satu tahun lebih. Jika benar ada yang melakukan sabotase, walau ia tak tertangkap ia tetap di hukum dengan rasa bersalah."
"Seperti diriku juga Dan melihat keadaanmu dan Anta aku benar-benar dihantui rasa bersalah."
"ini ujian kami Rik, ujian cinta kami, aku yang di uji dengan kehilangan separuh ingatanku dan Anta pengelihatannya, kami akan tetap menjalani dengan segala keterbatasan kami mencoba saling mengisi dan mengerti saat ini Anta memang berbeda dengan yang dulu, dan menguatkannya agar tidak merasakan perbedaan tersebut."
"Rik !" Anta memanggil Riko
"Iya An ada apa?
"Mana Billy?"
"Aku di sini An!" jawab Billy
"Mana Iren?"
"Iren gak ikut An dia ikut suaminya di Spanyol."
"Kenapa kalian gak jadi nikah?"
"Engak aja An," kata Billy tak ingin cerita.
"Rik, kenapa Billy gak jadi nikah? Billy gak mau cerita sama gue, lo kalau gak mau cerita berarti lo belum bisa move on Bill"
"Lo itu gak pernah berubah An selalu memaksa."
"Ya gak papa kalau lo gak di paksa gak mau cerita, sini bawa tempat duduk mu ke sini."
"Sayang kalau gak mau cerita gak di paksa mungkin belum siap cerita." kata Dantai pada Anta.
"Gak bisa begitu cuma hari ini aja loh ketemunya."
"Ok! aku akan cerita," katanya sambil mendekat ke Anta dan duduk sebelahnya.
"Iren Selingkuh dengan kakak gue sendiri An, ia hamil anak kakak gue."
"Jadi iren kakak ipar lo sekarang, maaf ya gue maksa lo cerita."
"gak papa An." jawab Billy.
__ADS_1