
Jam 3.00 dini hari Dantai terbangun seperti biasa yang sering ia lakukan melaksanakan sholat tahajud lalu membaca Alquran sampai waktu subuh dilanjutkan dengan sholat subuh
Setelah sholat subuh ia pun berjalan mengelilingi apartemennya ia tak mengira akan tinggal di sini secepat ini dengan keadaan apartemen yang belum terisi apa-apa, ia pun keluar mencari tempat makan di sekitar apartemen ia dan menemui kan cafe yang sudah buka lalu memesan spaghetti dan segelas cappucino hangat.
Setelah itu kembali ke apartemennya ia mulai memindahkan lukisan di kamar kosong. Ia pun mulai berselancar mencari toko online terdekat dari apartemen dan memesan barang yang di butuhkan lalu memintanya untuk segera di kirim, ia juga meminta layanan angkat barang dan penataan maka tak seberapa lama pun barang datang dengan beberapa pekerja.
1 jam mereka bekerja semuanya telah tertata rapi dari mulai sofa di ruang tamu karpet di ruang tengah, televisi, kulkas, mesin cuci, lemari pakaian, spring bed, meja kerja yang ada di kamarnya. Ada beberapa barang yang masih terbungkus rapi yang di letakan di ruang tamu.
Setelah selesai Dantai pun memberikan tips kepada mereka.
Dantai melihat jam tangannya masih pukul 9 pagi ia mulai membuka box berisi peralatan dapur, dicucinya terlebih dulu baru di tatanya dalam lemari dapur. setelah selesai ia pun keruang tamu mulai melakukan panggilan dengan Mr Brian.
flashback on
6 bulan yang lalu ketika ia melukis di pantai Changi dia bertemu dengan Mr. Brian ia menawar lukisannya dengan harga fantastis
5 M yang paling mengejutkan adalah Mr Brian menunjukkan karyanya yang di beli dari tuan Surya seharga 7 M sementara selama ini di selalu mendapat kan antara 2 hingga 2,5 M / lukisan dari om Surya.
lalu ia mengajak Mr Brian untuk ke apartemen melihat lukisan dan beliau tertarik lalu membawa beberapa untuk di perlihatkan kepada rekan bisnisnya. Sejak saat itu Dantai tak pernah menjual lukisan ke pada om Surya.
Flashback off
"Hello Mr. Brian saya ingin melepas semua lukisan saya yang ada di galeri anda Termasuk 7 lukisan yang di tawar dengan harga 100 M"
"Benarkah, anda ingin melepasnya?" tanya Mr Brian memastikan.
" Benar Mr, kira-kira berapa yang saya dapatkan dari seluruh penjualan?"
" Anda akan mendapatkan 2,1 triliun untuk 30 lukisan anda, Anda tidak ingin menunggu tawaran yang lebih baik lagi?" tanya Mr Brian.
"Tidak Mr itu sudah tawaran yang bagus saya trima harga sekian."
__ADS_1
"Ok! sekitar jam 14.00 uangnya sudah masuk ke rekeningnya anda."
"Trimakasih Mr Brian. Mr Brian di apartemen ada sekitar 10 lukisan yang baru apa Anda berminat melihatnya atau saya antarkan ke galeri Anda?"
"Besok saya akan langsung ke apartemen anda bersama kolega saya yang ingin memesan langsung pada anda." kata Mr Brian
"Trimakasih banyak Mr Brian, " ucap Dantai.
"Sama-sama, Dan,"Balas Mr Brian. lalu ia pun menutup telponnya.
Dantai melihat jam tangannya kembali pukul 9.30 ia pun mulai melakukan panggilan video pada Anta panggilan itu pun tersambung terlihat lah wajah Anta yang akan mulai terapi Dantai pun mengucapkan salam dan di jawab oleh Anta sambil tersenyum manis.
"Maaf ya sayang kemarin tidak video call ke kamu setelah sampai," kata Dantai pada Anta.
"Gak papa mungkin kamu capek."
"Ok! Sudah mulai terapinya? kalau sudah mulai tolong handponenya kamu kasihkan Sari sayang."
Anta pun memberikan handphonenya ke sari , Sari pun mulai mengikuti Anta yang sedang berlatih di sebelahnya agar Anta bisa mendengar suara Dantai.
Anta tertawa," Kelihatan ya..?"
"Iya, banget jadi pengen ngeringi keringat mu."
Anta tertawa," bahasan gini amat, jadi malu sama mbak Sari. Dantai pun tertawa," Salah sendiri di tawari nikah dari kemarin gak mau, kalau nikah kan bahasannya gak begini sayang."
"Lalu apa dong?" tanya Anta pada Dantai, Dantai pun mengulum senyum, melihat expresinya Anta," Apa sih Fif? lama amat nungguin kamu jawab."
"Ha..ha..ha Praktek sayang," jawab Dantai dan wajah Anta pun bersemu merah.
"Oh jadi sudah masuk ini kuliahnya? makanya kami sekarang lagi praktek gitu," kata Anta mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Dantai menghela nafas," Iya lagi kasih kuliah ke kamu yang tentang masa depan kita. Aduh sayang, kamu sebenarnya ngerti ngak sih yang arah bicara ku?"
"Enggak Fif, dan ngak mau ngerti," katanya lagi dengan wajah semakin memerah.
"Ok! ngak papa, aku sabar nunggu kamu ngerti, yang itu kamera kurang dekat ke wajah deh."
"Sudah, Fif."
"lebih dekat lagi sayang, arahkan ke bibir mu pingin kasih tahu ada apa di bibir mu. Anta pun mendekatkan bibirnya ke kamera ketika kamera itu hanya terpampang bibir Anta, Dantai pun segera mengecup layar handphone tepat di bibir Anta."
"Sudah, sayang ternyata gak ada apa-apa." jawabnya sambil tersenyum, Sari menahan tawanya ketika melihat kelakuan Dantai yang sedikit nakal itu.
"Ini pasti kamu modus lagi sepertinya," kata Anta.
"Enggak lah sayang, gimana mau modusin kamu kalau kamunya jauh." kata Dantai
"Sudah ya Fif, aku mau mandi dulu, Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam," Dantai pun mengakhiri panggilannya dan mengulum senyum di bibirnya, Anta benar-benar membuat hidupnya berwarna.
Dantai keluar dari apartemennya untuk pulang ke rumah mengambil buku-bukunya.
ia pun menjalankan mobilnya menuju arah rumahnya. Setelah sampai ia pun segera membuka pintu dan tak terkunci ia pun masuk perlahan memasuki beberapa ruangan lalu menaiki tangga, tiba-tiba terdengar suara cempreng adiknya,"Kak Dan!" teriak Salva sampai Dantai pun terjengkit. ia pun berbalik arah menghampiri adiknya yang membawa mangkok berisi mie panas.
" Enggak sekolah?" katanya sambil duduk dan mengambil alih mangkuk berisi mie kuah dan di taruh di depan mejanya lalu mulai memakannya. Salva pun terbengong, lalu tersenyum ia mulai melihat kakaknya 2 tahun yang lalu, jiwanya kembali hidup."
"Kenapa gak sekolah, kok malah bengong?"
"Yee, ini kan masih libur kak Dan, ihh itu tadi punyaku kak Dan." Dantai pun terkekeh.
"Bikin lagi sana kak Dan lapar tahu." Salva pun mengerucutkan bibirnya dan kembali ke dapur.
__ADS_1
Dantai yang sudah selesai melahap mie adiknya itu segera pergi ke kamarnya di ambilnya tas besar dan di taruhnya buku-buku nya di dalam dan di bawahnya keluar, Salva mengikuti kakaknya," mau di bawa kemana tuh buku,"
"Ke apartemen, mau ikut? ganti baju gih sana, kakak tunggu di mobil. Salva pun langsung berlari ke kamar dan berganti pakaian lalu berlari keluar tak lupa mengunci pintu rumahnya, setelah itu Ia masuk ke mobil dan mobil pun berjalan keluar meninggalkan rumah.