
Hari berlalu dengan cepatnya tak terasa hari ini adalah hari istimewa bagi Dantai dan Anta.
Di rumah Anta telah di dekor dengan Indahnya.Seorang wanita mudah berdiri di depan jendela kaca menatap kosong.
Tubuh yang berbalut busana pengantin kebaya berwarna putih dengan hiasan mutiara bertaburan di padu rok berbahan jarik sido mukti, dengan rambut di sanggul modern dengan juntaian rambut di kanan kirinya dan riasan natural semakin menonjol kan kencantikannya.
Rena menghampiri putrinya dan memintanya untuk keluar, Acara di mulai dengan pinangan dari keluarga Dantai.
keduanya duduk saling berjauhan. Acara lamaran pun di buka oleh Harlan selaku orang tua mempelai laki-laki.
"Assalamualaikum, hari ini kedatangan kami dengan niat baik mengantarkan putra kami Afif Bayu Dantai untuk meminang Putri Bapak Andi Prayuga yang bernama Dianta Anta Bella secara resmi di hari ini walaupun kami tahu nak Anta telah menerima pinangan putra saya sebelumnya tapi ini perlu kami laku kan sebagai penghormatan penuh dari kami sebagai keluarga Afif Bayu Dantai kepada keluarga Dianta Anta Bella.
Waktu dan tempat saya persilakan untuk putra kami, silakan nak.
"Assalamualaikum, Saya Afif Bayu Dantai datang kesini untuk meminang Dianta Anta Bella bersediakah kau menikah dengan ku hari ini juga."
"Saya Dianta Anta Bella menerima pinangan Anda dan Bersedia menikah dengan Anda Afif Bayu Dantai sekarang juga," jawab Ant dengan bibir yang bergetar, tepuk tangan mengiringi akhir sesi acara lamaran dan di lanjutkan dengan acara akad nikah.
Semua keluarga sudah duduk khidmad. Satu tangan Andi menjabat tangan Dantai satu tangannya lagi memegang mic.
"Aku nikahkan engkau Afif Bayu Dantai Harlan Dengan Dianta Anta Bella binti Andi Prayuga dengan mas kawin seperangkat alat sholat,1set perhiasan permata senilai 500 juta dan uang 500 juta di bayar tunai" Ucap Andi dengan lantang sambil menghentakkan tangannya.
"Saya trima nikahnya dan kawinnya Dianta Anta Bella binti Andi Prayugo dengan mas kawinnya yang tersebut di bayar tunai" Dantai berhasil mengucapkan akad dalam satu kali tarikan nafas.
"SAH"
"Bagaimana para saksi SAH ya!Alhamdulillah! sudah SAH!"
Terdengar ucapan takbir setelah selesai kata SAH semua orang ikut turut bagia.
Dantai merasa legah akhirnya wanita pujaan hatinya kini sudah menjadi istrinya.
Rena mengantarkan Anta duduk di samping Dantai lalu mundur beberapa langkah dan duduk di samping Ira.
Dantai mendekati Anta, Dantai meletakan telapak tangannya di atas ubun-ubun Anta membacakan doa buat sang istri lalu mencium keningnya. Setelah itu Anta mencium punggung tangan Dantai, setelah itu mereka menandatangani surat nikah Dantai menuntun tangan Anta di tempat Anta menandatangani surat nikah mereka.
Setelah prosesi akad nikah selesai, di isi dengan ceramah oleh seorang ustadz, setelah itu tamu pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah dipersiapkan. nampak 4 sekawan berbincang dengan Alex yang mengendong putrinya berusia 8 bulan itu.
Tak lama kemudian Lila datang mengambil Alih putrinya duduk di sebelah Ira dan Rena.
Di sebelah kiri sudah di siapkan panggung dan alat musik drum, orgen, gitar dan juga ada kendang di sebelah drum juga ada di sana.
Alex pun naik ke panggung dan mulai memegang mic," Assalamualaikum, untuk menghibur kedua mempelai kita dan juga para tamu yang sudah hadir tampilkan group band Kumbang Jantan saudara Aril, Rio dan Gibran serta kami mohon saudara Rudi berkenan berjoget bersama untuk memeriahkan hari ini silahkan tampil ke depan.
Aril, Rio dan Gibran sudah di posisi masing-masing. Gibran pun memanggil Rudi karena tak kunjung datang ke panggung."Ayo Rud dang Munggah panggung ojok mlayu loh wis janji awakmu."
__ADS_1
Rudi pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia pun berjalan namun tidak ke panggung tapi ke pelaminan Dantai dan Anta," Tak pinjam dulu bojomu An," katanya sambil menyeret Dantai ke panggung semua yang di panggung serta para undangan tertawa melihat kekocakan mereka.
Setelah sudah berada di panggung Rudi mengambil mic dan berbicara pada audience," Bukan kah suatu kehormatan bagi tamu jika pengantinnya sendiri menyanyikan lagu bukan," kata Rudi mengundang sorak Sorai.
"Karena beliaunya baru saja menyandang gelar suami saya request lagu Pamer Bojo, Ayo teman-teman mainkan.
Dantai pun tertawa oleh ulah sahabatnya yang menariknya di atas panggung ia pun melepas jasnya dan memberikan pada Alex yang berdiri tidak jauh dari panggung dan meletakan di kursi sebelahnya.
Intro mulai di mainkan dan terdengar suara merdu dari Dantai. Rudi berjoget sekenanya menimbulkan gelak tawa para tamu dan dengan sengaja ia pun menyeret Alex, Harlan dan Andi ke panggung mau tidak mau pun mereka bergoyang di sana.
Koyo ngene rasane wong nandang kangen
Rino wengi atiku rasane peteng
Tansah kelingan kepingin nyawang
Sedelo wae uwis emoh tenan
Cidro janji tegane kowe ngapusi
Nganti seprene suwene aku ngenteni
Nangis batinku nggrantes uripku
Teles kebes netes eluh neng dadaku
Sing neng njero lemariku
Nanging bojo anyar
Sing mbok pamerke neng aku
Dudu wangi mawar
Sing tak sawang neng mripatku
Nanging kowe lali
Nglarani wong koyo aku
Suara Dantai pun mengundang para tamu untuk berjoget. Setelah selesai Dantai akan turun pun dipegangi oleh tamu yang ikut berjoget di minta menyanyikan lagu Los dol reques dari tamu. Suara Dantai pun mengemah kembali di ruangan itu
Los dol, ndang lanjut lehmu WhatsApp-an
Cek paket datane, yen entek tak tukokne
__ADS_1
Tenan, Dek, elingo, yen mantan nakokno kabarmu
Tandane iku ora rindu
Nanging kangen kringet bareng awakmu
Tak gawe los dol, blas aku ra rewel
Nyanding sliramu sing angel disetel
Tutuk-tutukno chattingan karo wong liyo
Rapopo, aku ra gelo
Kok tutup-tutupi, nomere mbok ganti
Firasat ati angel diapusi
Snajan mbok ganti tukang las
Bakul sayur lan tukang gas
Titeni, bakale ngerti (hok a, hok e)
Setelah itu Dantai pun berbisik kepada temannya untuk memainkan intro lagu Ojo Dibandingke. lalu turun dari panggung dengan membawa mic dan naik ke pelaminan memberikan mic pada sang istri, Anta terkekeh menerima mic dari Dantai. Intro mulai di mainkan anta pun mulai bernyanyi.
Wong ko ngene kok dibanding-bandingke
Saing-saingke yo mesti kalah
Tak oyak'o aku yo ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu
Ku berharap engkau mengerti di hati ini
Hanya ada kamu
Jelas bedo yen dibandingke
Ora ono sing tak pamerke
Aku ra iso yen kon gawe-gawe
Jujur sak onone
__ADS_1
Dantai melihat kejanggalan Rudi tak ada di panggung ia mengedarkan pandanganya, ia pun terkekeh melihat temannya itu justru duduk di pojok ruangan menikmati kuliner, " Benar-benar licik dia tamu di suruh joged dia malah makan."