Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Sah


__ADS_3

Baik om saya bersedia menanda tangani surat perjanjian itu. saya akan selalu menunggu sampai Era siap untuk melakukan dengan saya." kata Aldo lewat sambungan telepon seluler. Setelah berbicara panjang lebar Aldo pun mematikan sambungan selulernya. Lalu menoleh ke Era yang sedang menyiapkan makanan yang di beli online. Ando berjalan mendekati gadis itu, lalu memeluknya dari belakang.


"Bang, jangan peluk-peluk belum halal."


Aldo tertawa ia melepaskan pelukannya dan duduk di depan meja makan.


Mereka makan dengan tenang sesekali Aldo melirik Era, dan tersenyum dalam hatinya berkata, "Sebentar lagi kita akan sering makan berdua di sini, Ra."


"Ra, sebentar lagi kita belanja ya, untuk keperluan akad kita nanti malam." kata Aldo pada Era. Setelah mereka selesai makan, mereka pun keluar dengan mobilnya, berjalan meninggalkan Apartemen menuju Butik langganan Aldo. Dengan bantuan para pekerjanya Aldo dengan cepat menyiapkan keperluan lamaran dan hijab. Suara adzan magrib berkumandang, mereka mampir ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat magrib, setelah itu pergi ke salon untuk merias Era. Setelah selesai Era di bawah keluar oleh mbak Nani. Aldo sangat terpukau dengan penampilan Era.


Merekapun keluar dari salon dan masuk kedalam mobilnya lalu berjalan menuju kediaman Om Andi di sana. Semua sudah di siapkan oleh om Andi, ia sudah memberitahukan niat Aldo kepada Rizal, Rizal pun tak keberatan selama Era, bisa menerimanya. Mereka tiba tepat pukul delapan malam. Dua keluarga telah hadir, keluarga Dantai sebagai perwakilan darI Aldo.


mereka turun dari mobil merek masuk ke rumah om Andi. Aldo duduk berhadapan dengan penghulu sebagai wali nikah dari Era.


Aku nikahkan engkau Aldo Bahir bin Mark Bahir Dengan Maera Putri dengan mas kawin seperangkat alat sholat dengan uang 265 juta dolar di bayar tunai" Ucap Penguluh dengan lantang sambil menghentakkan tangannya.

__ADS_1


"Saya trima nikahnya dan kawinnya Maera Putri dengan mas kawinnya yang tersebut di bayar tunai" Aldo mengucapkan akad dengan lantang


"SAH"


"Bagaimana para saksi SAH ya!Alhamdulillah! sudah SAH!"


Terdengar ucapan takbir setelah selesai kata SAH semua orang ikut turut bagia.


Dantai merasa legah akhirnya wanita pujaan hatinya kini sudah menjadi istrinya.


Aldo mendekati Era , ia meletakan telapak tangannya di atas ubun-ubun Era membacakan doa buat sang istri lalu mencium keningnya. Setelah itu Era mencium punggung tangan Aldo, Aldo menyerakan dokumen miliknya begitu juga dengan Pak Andi yang menyerahkan dokumen Era untuk keperluan mengurus surat nikah mereka.


Setelah prosesi akad nikah selesai, di isi dengan ceramah oleh seorang ustadz, setelah itu tamu pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah dipersiapkan dari restoran milik Aldo, Mereka pun berbincang-bincang hingga jam 10 malam. Rena membantu mengepak baju Era dalam koper ia hanya membawa sebagai baju untuk hari ini dan besok, lusa akan kembali lagi untuk mengambil semua pakaian dan barang-barang Era untuk di bawa ke Apartemen Aldo.


Sungguh hari ini adalah hari bahagia untuk Aldo. Wanita, yang sekian lamanya dinanti dan dijaga selama ini telah menjadi istrinya. Aldo dan Era mencium punggung tangan kedua orang tua angkat Era dan orang tua Dantai.

__ADS_1


Aldo pun menghampiri Dantai dan memeluknya sambil mengucapkan terimakasih karena dengan mengenal Dantai ia jadi mengenal islam dan Era yang menjadi istrinya di usia yang sangat belia. Dantai membantu membawakan dan memasukkan barang-barang yang harus dibawa ke dalam bagasi, Aldo dan Era memasuki mobil yang kemudian berjalan meninggalkan rumah Om Andi dengan kecepatan sedang. Di sepanjang perjalanan tangan Aldo tak melepaskan tangan Era dan sesekali mencium punggung tangan Era, membuat wajah gadis itu memerah desiran hangat merayap di tubuhnya saat bibir Aldo menyentuh punggung tangannya, 30 menit mereka sampai di area parkir Apartemennya. Aldo meminta tolong pada sekuriti untuk membawa semua barang-barangnya ke dalam Apartemen.


sesampainya di sana Aldo memberikan sejumlah uang kepada sekuriti yang telah membantu membawakan barang-barangnya. Setelah itu ia pun masuk kedalam dan mengunci pintunya.


Mereka berdiri saling berhadapan, di lepaskan hijab Era dengan perlahan dan ditaruhnya di atas sofa, tampakla rambut Era yang indah dan tergerai. Aldo menatap Era dengan tatapan mendambah. Disentunya pipinya lalu turun kebawah menyentuh bibir indah Era yang segera ingin di nikmatinya.


Aldo mulai mencium kening, lalu pipi dan kemudian bibir yang indah itu. bibir Aldo bermain di bibir Era yang begitu terasa sangat manis hingga terbawa di otak dan hati dan baru melepaskan saat kehabisan nafas. Era yang masih sangat lugu dalam soal percintaan membuat Aldo begitu gemas dengan sikap malu.


Beberapa kali Aldo mengulangnya menikmatinya berulang kali hingga ia puas bermain diarea bibir Era.


Aldo terus menatap Era tanpa berniat untuk berpaling sedikit pun Aldo menarik gesper gaun Era yang berada di bagian punggung gadis itu sambil kembali bermain di bibir kenyal milik Era. tanpa di sadari Era gaun itu meluncur jatuh dari tubuhnya hingga terlihat bagian-bagian yang sangat indah dan hanya tertutup p@kaian d@l@m.


"Bang, jangan," bisik Era dengan nafas tersengal-sengal dan bibir mulai bengkak.


"Tidak, Abang gak akan melakukan lebih, Ra. Abang tahu kamu belum siap, ini hanya perkenalan saja, biar abang lebih kenal kamu dengan cara yang halal, duduk sini, Ra." kata Aldo mengajaknya untuk duduk di sofa, di tariknya tangan Era hingga terduduk menunggungi di atas pangkuan Aldo. Dia memeluk Era meletakan jemari tangannya di perut yang polos itu dan mulai merayap ke atas dan kebawah. Bibirnya mengecup bahu yang hanya terhalang tali kecil yang melintang di bahunya.di tarik kebawah hinggah menunjukkan bahu yang polos, bibirnya bermain di area leher di kecup kecil-keci dan terus merayap ke bahu, dan tak meberikan jeda sedikit pun. Lalu bagaimana dengan Era, jelas hal itu membuatnya sangat tegang namun memberikan efek kenimatan yang luar biasa yang baru di rasakan hari ini. Tiba-tiba Aldo menghentikan aksinya setelah ia menger@ng lirih, lalu berlari ke kamar mandi, sementara itu Era merasa tubuhnya sangat lemas bahkan untuk berdiri saja seolah kakinya tak mampu menopang tubuhnya, beberapa menit kemudian ia telah mampu menormalkan kembali, nafas dan degup jantungnya, berjalan menuju kopernya dan mengambil baju daster rumahan. Di pakai baju itu, dan mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size, dia tak mengira secepat ini menjadi nyoya Aldo.

__ADS_1


__ADS_2