
Aldo menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju kampus dimana ia mengajar setelah sampai di area parkir kampus Aldo pun bergegas keluar dari mobilnya dan berjalan ke kelasnya untuk segera mengisi mata kuliahnya. selama dua jam penuh ia memberikan materi pembelajaran di mata kuliahnya, lalu ia berpindah kelas dan mengajar dua jam mata kuliah, begitu terus hingga jam 12.00 siang ia pun ke Masjid kampus untuk menunaikan sholat dhuhur
Setelah Menunaikan sholat dhuhur, ia pun berjalan meninggalkan Masjid menuju mobilnya kemudian masuk kedalamnya lalu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan kampus menuju ke Apartemennya melihat kondisi Istrinya paska kejadian di sekolah yang tidak menyenangkan.
30 menit kemudian ia sudah sampai di Area parkir, keluar dari mobilnya berjalan menuju lobby lalu masuk kedalam lift yang membawanya kelantai lima, setelah sampai pintunya pun terbuka ia berjalan menuju flatnya kemudian menekan paswordnya dan pintu pun terbuka ia pun masuk kedalam setelah mengucapkan salam tak ada jawaban membuatnya sedikit cemas, dengan langkah lebar ia mempercepat jalannya mencari keberadaan istri kecilnya, ditengoknya kamar tidur tidak ada, lalu berjalan kembali menuju ruang tengah yang ternyata lengang lalu ia pun berjalan ke dapur dan mendapati istrinya kecilnya tengah menggoreng sesuatu, yang Aldo sendiri tidak tahu dan belum pernah memakannya.
"Masak apa? Kenapa Abang salam tidak dijawab?"tanya Aldo sambil memeluk istri kecilnya dari belakang.
"Buat Bakwan sayur, lagi ingin makan itu, Bang. Sudah lama gak pernah makan makanan ini, terakhir di panti sebelum keberangkatan ke Singapura untuk menjenguk Emir dan Hira. Setelah itu, tak pernah lagi memakannya."
"Emang kamu bisa bikin? Waktu itu kamu'kan masih kacil belum bisa bikin masakan," sangga Aldo sambil mengecup pipi Era.
Era terkekeh. "Tadi Mbak Sari telpon katanya kangen lalu aku tanya resepnya kepada Mbak Sari dan di kasih terus buatlah, habis Era juga bosan gak ngapa-ngapain di rumah.
"Kalau enggak ngapa-ngapain. Mau, diapa-apain, Abang?" kata Aldo sambil tertawa.
"Abang, Era masih kecil ...." katanya sambil tertawa.
"Cuma peluk, pegang dan cium Ra, gak akan lebih." kata Aldo sambil menciumi leher Era.
__ADS_1
"Bang, di depan ada minyak panas loh," kata Era yang merasa terganggu dengan apa yang dilakukan Aldo.
"Baiklah, aku akan duduk di sana menunggu masakanmu matang," katanya sambil melepaskan pelukannya dan duduk di kursi depan meja makan.
Setelah selesai menggoreng semua bawan sayur dan membuat sambal yang terdiri dari campuran, kacang, cabe, bawang dan kecap. Era menaruh Bawan kedalam piring dan sambal di dalam mangkuk kemudian disajikan di atas meja, ia juga membuatkan kopi panas untuk Aldo.
lalu Aldo memakan bakwan yang di buat oleh Nara. Sambil mencocolnya ke dalam sambal. "Enak, kamu pinter masaknya. Padahal ini baru percobaan pertama ya, tapi sudah enak. Enak lagi kamu makan di suapi kamu, dan paling enak lagi kalau kamu yang aku makan," kata Aldo sambil terkekeh.
"Abang kalau ngomong ya, Nara kan masih kecil Bang," kata Nara sambil tersipu,
"Kecil bagaimana? Wong sudah besar gitu kok, Abang itu paling suka yang itu," kata Aldo sambil menunjuk dada Era lalu tersenyum simpul.
Aldo tertawa melihat kelucuan dari istri kecilnya.
"Apa kamu hanya masak ini aja?" tanya Aldo. Era pun nyengir. "Iya Bang hanya ini saja aku masaknya," jawabnya pada suaminya.
"Padahal aku lapar banget, Ra," kata Aldo sambil mengerlingkan ke arah nya.
"Ya, nanti pesan saja, Bang." kata Era pada Aldo.
__ADS_1
"Oke, sebelum kita pesan makanan aku ingin sesuatu dari kamu, Ra," kata Aldo sambil beranjak dari duduknya menghampiri Era. Di putarnya kursi tempat duduk Era, lalu di angkatnya Era kemudian Edo duduk di kursi Era dengan posisi Era dalam pangkuannya, di lepas kan kancing di bagian atas kemeja Era hingga kebawah disingkapnya kain yang menutupi area yang iya sukai, disandarkan tubuh era pada sandaran kursi kemudian bibir Aldo mulai bermain di area dada Era membuat Era kelimpungan, Aldo terus bermain di area itu memberikan tanda ke pemilikan di sana sementara tangannya sudah menyusup diarea bawah dia antara kedua P@h@ Era, bermain di sana membuat gadis itu menjadi lemas setelah puas ia pun menutup kembali kancing baju Era dengan senyum menyeringai. Lalu berkata," Hanya pelajaran kecil Honey kau harus terbiasa, ya. Hanya sedikit perkenalan saja jika sudah saatnya nanti akan kuberikan menu utama, hemm. Maaf kalau membuat kamu kaget tapi enakkan?" tanya Aldo dan Era hanya mengangguk.
Aldo mengambil hansphone-nya mulai memesan makanan online untuk makan siang.
setelah selesai dia kembali menemui Era di meja makan. "Jangan terlalu banyak makanan yang di goreng. Gak bagus juga, sayang." kata Aldo sambil duduk di sebelahnya.
"Kenapa? Makan ini kan jarang-jarang, Bang." katanya sambil menoleh ke Aldo
Aldo tertawa saat melihat tampilan istrinya di bagian area bibirnya penuh belepotan sambal tanpa ragu Aldo mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya lalu membersihkan bibir istrinya dengan bibirnya dan bermain-main di sana cukup lama, hingga bel Apartemennya berbunyi, membuat Aldo menyudahi permainannya di bibir Era.
Ia beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah menuju pintu dan di bukanya nampak seorang laki-laki membawa paket pesanannya kemudian di ambilnya pesanannya lalu memberikannya sejumlah uang pada lelaki itu, lelaki pengantar makanan itu pun pergi dan ia pun menutup pintu kembali. Lalu kembali dengan menenteng makanan yang dibawanya.
Dua nasi kotak penghantar makan siangnya bersama istrinya, satu ditaruh di depan Era satu ditaruh di depannya. ia pun segera membuka kotak makanannya sendiri lalu disuapkanya makanan jepang itu dengan lahap dilihatnya sang istri belum juga membuka makanannya. "Ra, makan!" kata Aldo masih dengan menyuap makanan. "Aku itu masih kenyang, Bang. Tadi itu aku makan bakwan itu banyak sekali, jadi nanti aja makannya kalau Perut Era sudah lapar, sekarang belum lapar Bang," kata Era sambil mengarucutkan bibirnya. Akhirnya Aldo pun menyerah dengan apa yang menjadi keinginan Era.
Aldo mengambil hansphone-nya mulai memesan makanan online untuk makan siang.
setelah selesai dia kembali menemui Era di meja makan. "Jangan terlalu banyak makanan yang di goreng. Gak bagus juga, sayang." kata Aldo sambil duduk di sebelahnya.
"Kenapa? Makan ini kan jarang-jarang, Bang." katanya sambil menoleh ke Aldo
__ADS_1
Aldo tertawa saat melihat di bagian bibir istrinya belepotan penuh dengan sambal, ia mendekatkan wajahnya langsung meraup benda kenyal itu dengan bibirnya dan bermain di sana sangat lama, ia tersenyum. "Sudah bersih." Wajah Era pun merona.