
tujuh tahun kemudian,
sebuah taksi berjalan melintasi perkampungan di area pegunungan terlihat seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di dihadang 5 anak yang lebih besar darinya tanpa rasa takut sedikitpun tasnya Iya putar-putar untuk memukul kelima anak-anak itu.
taksi itu pun berhenti Lalu ada seorang wanita yang berusia sekitar 16 tahunan datang menghampirinya.Lalu membantunya untuk menghajar 5 anak tersebut hingga Mereka pun kabur terbirit-birit.
hai Boy Apa kabarmu kata wanita itu sambil tersenyum
Siapa kata anak laki-laki 11 tahun itu
Lupa denganku yang mengajakmu bersepeda keliling kebun teh, bukankah dulu kau mintaku buat jadi ibumu dan sekarang bagaimana katanya terkekeh.
Kak Hira teriaknya anak laki-laki umur 11 tahun itu sambil memeluk gadis itu
cantik sekali aku yakin kalau daddy melihatmu pasti deh akan terbengong melihatmu. kata anak lelaki itu yang bernama Bilal sambil tertawa.
"Ayo masuk!" katanya kepada Bilal.
taksi pun kembali berjalan menuju kediaman di lama kemudian berhenti tepat di depan rumah Rio.
Bilal turun dari taksi bersama Hira lalu.menurunkan koper setelah saling bergandengan tangan masuk ke dalam rumah Rio
saat Ira masuk ke dalam rumahnya ia pun terkejut badannya mematung seolah tak percaya seorang gadis India damba sudah berdiri di depannya begitu cantiknya kecantikan yang tak tercela di hadapannya Ingin rasanya membawanya ke pelukannya dan mengurungnya dalam dekapannya tanpa melepaskannya sedikitpun tanpa ragu Hira pun menghampirinya memeluknya dengan erat.
rasanya tubuhnya seperti tersengat aliran listrik yang begitu dahsyat sesuatu yang tidur dalam dirinya meminta masuk ke dalam sarangnya yang indah.
Dia mengumpat dalam hati jiwa lelakinya meronta minta untuk dipuaskan dia memeluk gadis itu sangat erat lalu ditariknya tangannya menyeret ke kamarnya kemudian memberi perintah pada sang anak.
Boy taruh koper Kakak di kamarnya kata Rio.
setelah sampai ke kamarnya di pun mengunci pintunya tanpa membuang dia menyambar bibir Hira bermain disana jemari yang kokoh itu mulai membuka kancing kemeja Hira.
__ADS_1
dia mulai menikmati permainan sang om, Setelah semua kancing terlepas ditanggalkannya baju dan dilepas penyangga gunung kembarnya.
Rio sudah tidak bisa menahannya terbawa arus oleh keinginannya mulai mencium leher lalu merambat ke bawah bermain di dada Hira menikmati ceri puncak bukit tangan lelaki itu pun mulai menyusup ke bawah kedalam lembah terindah dari Hira.
Rio pun mulai hanyut dalam permainannya sendiri dalam kelemahan terhadap Hira Ia pun membisikan kata kenapa tidak menunggu Om, kenapa harus ke sini kau tahukan Om tidak akan kuat menghadapimu lihatlah hari ini Om seperti singa kelaparan ingin menelanmu mentah-mentah.
"Om, Hira kangen sama Om, jadi Hira kemari, kau salah sayang aku ingin menghormati mu tetapi apa boleh buat Om tak sanggup melihat kecantikanmu," kata Rio.
Ia mulai bermain di perbukitan Hira mengulum ceri merah merekah indah. terdengar erangan kecil dari mulut gadis itu, ia pun semakin semangat.
Setelah berapa saat kemudian Ia pun tersadar melihat tubuh Hira telah polos di bagian atasnya.
Tatapan Hira berkabut menatap lelaki yang dirindukannya bertahun-tahun.
"Om kenapa berhenti," katanya sambil menatap mata lelaki itu.
"Kita akan nikah dulu Hira," katanya sambil menatap gadis itu kemudian dia tertawa.
Dia bangun dari duduknya berjalan mengambil baju Hira lalu dipakaikannya pada gadis itu.
"Andai saat ini ada ayahmu sudah ku nikahi kau," kata Rio sambil menatap gunung kembar Hira yang besar menantang.
"Ini besar sekali Om suka sekali bolehkah seperti ini,' kata Rio pada Hira sambil bibirnya bermain disana.
"Jika ayahmu tahu Om seperti ini padamu, Mungkin Om sudah dipukulin habis-habisan," katanya sambil tangannya bertengger dada Hira dan bermain-main sana tanpa henti.
"Hira boleh ini di lepas," ijin Rio sambil membuka resleting cel4n4 panjang Hira lalu di loloskan dari kaki jenjangnya saat ini ia sudah dalam keadaan polos kemeja hanya tersangkut di antara dua bahu yang putih itu. Tangan lelaki sudah mulai nakal menyusup di bagian bawah privasi.
Lalu Rio menarik tangan Hira hingga berdiri, di tatapnya tubuh polos itu, lalu berjongkok ia mulai bermain di tubuh bagian bawah Hira area lembah indah tangan merem4s kedua pantat Hira, gadis itu melenguh dan tangannya meremas rambut Rio.
Rio sudah tak tahan ia akan lari di kamar mandi tapi Hira melarangnya.
__ADS_1
"Biar Hira bantu Om," katanya mulai menarik reseting Rio lalu di tarik kebawah dan di loloskan dari kaki jenjang Rio tangannya mulai bermain di yunior Rio dengan mengulum maju mundur Rio mulai menikmati permainan Hira setelah itu ia pun berhenti.
"Kenapa berhenti Princess, Om sangat menyukainya," Kata Rio menatap sendu Hira. "Saatnya bantu Om," Hira mendorong pelan dada lelaki hingga terjerembab ke atas ranjang, lalu Hira duduk di bagian bawah perut Rio.
"No, Jangan Hira!" teriak Rio saat Hira memegang yuniornya.
Hira terseyum menyeringai lalu gesekan punyanya pada milik Rio maju-mundur cantik semakin cepat ia menggesek semakin membuat Rio semakin merasa nikmat luar biasa akhirnya cairan putih meloncat keluar dari sarangnya.
Rio terengah engah meciumi bukit indah Hira. "Kau sangat nakal Hira bagaimana kau bisa melakukan itu pada Om, heem?" tanyanya pada Hira sambil memeluk tubuh polos Hira
"Maaf, Om aku melihat Video begituan lalu Hira ingin melakukan dengan Om," katanya mengulum senyum.
Dasar anak nakal, besok kita ke Singapura Om gak mau lakukan sebelum nikah, ini yang pertama dan terakhir yaa, Jangan pernah datangi om dengan pakaian seksi! Om tak akan kuat," kata Rio
Terdengar ketukan dari luar membuatnya terkejut untung saja sudah di kunci bagaimana kalau tidak bisa-bisa Bilal tahu apa yang dilakukan nya dengan Hira.
"Sudah sana mandi!" perintah Rio.
Dia sudah dewasa, dan sangat dahsyat, awas kamu yaa, kalau sudah nikah bakal kurung satu minggu tanpa pakaian.
Kembali pintunya diketuk dari luar. ia pun membersihkan pusakanya dari sisa cinta dengan tisu lalu memakai kembali pakaiannya. Lalu membuka pintu. "Kak Hira mana, Dadd?" tanya Bilal.
"Di kamarnya mungkin, Boy," jawab Rio.
"Nggak ada, Dadd," kata Bilal.
"Sudah gak usah di cari nanti dia nyusul
Mereka pun pergi ke meja makan tak seberapa lama Hira keluar dan bergabung dengan mereka di meja makan, ia duduk di depan Rio sambil mengerlingkan matanya membuat Rio gemas sendiri.
Setelah itu Rio mengajak kesebuah ruangan yang terdapat piano, bermainlah aku ingin mendengarkannya kata Rio sambil berdiri di depan piano.
__ADS_1