Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Bertemu Orang di Masalalu


__ADS_3

Dia memeluk Era meletakan jemari tangannya di perut yang polos itu dan mulai merayap ke atas dan kebawah. Bibirnya mengecup bahu yang hanya terhalang tali kecil yang melintang di bahunya.di tarik kebawah hinggah menunjukkan bahu yang polos, bibirnya bermain di area leher di kecup kecil-keci dan terus merayap ke bahu, dan tak meberikan jeda sedikit pun. Lalu bagaimana dengan Era, jelas hal itu membuatnya sangat tegang namun memberikan efek kenimatan yang luar biasa yang baru di rasakan hari ini. Tiba-tiba Aldo menghentikan aksinya setelah ia menger@ng lirih, lalu berlari ke kamar mandi, sementara itu Era merasa tubuhnya sangat lemas bahkan untuk berdiri saja seolah kakinya tak mampu menopang tubuhnya, beberapa menit kemudian ia telah mampu menormalkan kembali, nafas dan degup jantungnya, berjalan menuju kopernya dan mengambil baju daster rumahan. Di pakai baju itu, dan mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size, dia tak mengira secepat ini menjadi nyoya Aldo.


Aldo begitu lama beranda di kamar mandi, Era pun tak tahu apa yang terjadi pada pada suami itu, dia merasa ada bagian tertentu berkedut lalu ia pun lari ke kamar mandi. Gemiricik air terdengar di telinga Era. Satu jam kemudian Aldo keluar dengan hanya memakai handuk sebatas pinggangnya menutupi area pribadinya. Aldo membuka lemari pakaian dan memakai pakaian kaos dan celana pendek, ia tersenyum melihat gadis pujaan hatinya meringkuk di ranjang dengan sangat nyaman. Sungguh malam ini adalah pengalaman yang benar-benar membahagiakannya.


Aldo naik ke ranjangnya dan membaringkan tubuhnya di sebelah Era yang mungkin telah terlelap, ia memeluk tubuh itu yang sekarang menjadi candunya itu. "Ra apa sudah tidur?" tanya Aldo pada istrinya dan Era pun menjawab, "Belum, Bang. Gimana bisa tidur kalau kalau tangan Bang Aldo kemana-mana."kata Era sambil menahan sensasi rasa yang ditimbulkan dari perbuatan Aldo. Aldo tertawa dan masih mengerjai istinya itu.


"Ini namanya proses pendewasaan Ra." kata Aldo tiba-tiba menarik sesuatu yang ada dibalik baju daster Era lalu melemparkan kelantai, tangannya mulai bermain di sana membuat Era semakin kelimpungan. Bang, apa Abang gak takut itu keluar lagi dan Abang mandi lagi?" tanya Era sambil menahan erangan kecil dari mulutnya, serasa seluruh tubuhnya bergetar dengan hebat. ia mencengkram seprai yang membalut matras ranjangnya.


"Jangan di tahan, Sayang, gak papa."


"Apa itu tadi Enak?" tanya Aldo pada Era dan Era pun mengangguk.


"Sini menghadap, Abang." kata Aldo dan Era pun membalikan tubuhnya menghadap Aldo. malam pertama yang hanya di lewatkan dengan pengenalan anatomi tubuh bagi Aldo, tapi bukan Era.


Era hanya mengenal sebatas dari sentuhan Aldo, sementara ia tak berani menyentuh tubuh suami itu. Era menyusup kedalam dada Aldo yang bidang itu lalu memejamkan matanya hingga terlelap larutnya malam.


...----------------...


Di tempat lain di rumah kediaman Andi, Dantai membantu Anta mengemasi pakaiannya dan di masukan kedalam kopernya, rencana Anta akan melakukan meeting kerja sama dengan mitra bisnisnya yang berada di Jerman.

__ADS_1


Setelah selesai berkemas ia pun naik ke ranjangnya masuk kedalam selimut Anta, Dipeluknya tubuh polos istrinya di balik selimut itu. Dantai baru saja melakukan hal yang menyenangkan dengan istrinya hingga istrinya merasa lelah dan terlelap terlebih dulu.


Ia pun menyusup kedalam dada Anta da mulai memejamkan matanya dan tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari bibir Dantai.


pagi hari setelah menunaikan kewajiban sholat subuh, Anta dan Dantai sarapan pagi bersama keluarganya dan anak kembarnya. Setelah selesai ia berpamitan kepada Andi dan Rena. untuk mengantar ke Bandara untuk pergi ke jerman bersama duwi Asisten Anta.


Mobil berjalan menuju Bandara dengan kecepatan sedang. Setelah itu, Datai meninggalkan mereka untuk segera ke rumah sakit tempatnya bekerja.


13 jam mereka sampai dan memilih untuk istirahat di hotel Sebelum Nanti rapat bersama klien.


Tiga jam mereka beristirahat, kemudian mereka pun pergi kesebuah jamuan makan di restoran terkenal.


Duwi berjalan mendahului majikannya.


"Hai apa yang kau lakukan, lepaskan aku," kata Anta lirih.


"Diam lah sebentar An, kalau kamu tak ingin suamimu tahu tentang kejadian ini dan kita berdiri tepat di depan CCTV, jadi diamlah sebentar aku ingin memelukmu agak lama," kata Reno lirih sambil tersenyum menyeringai.


"Lepaskan atau aku membanting di sini," kata Anta sambil mengintimidasi Reno.

__ADS_1


Reno segera melepaskan Anta lalu duduk di meja yang telah di pesannya tadi.


"Aku kemari hanya untuk membahas tentang kerja sama kita bukan yang lainnya, Kak Reno." kata Anta dengan tegas.


"An, Aku tahu, tapi entah mengapa setelah sekian lama aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri untuk memelukmu, maaf telah merusak suasana hatimu, sekali lagi maaf baiklah ayo kita bahas tentang kerja sama kita." jawab Reno sambil tak melepaskan tatapannya pada Anta.


"Dulu bukankah kita belum mengapa kau malah sudah dengan lainnya." katanya sambil tersenyum miris.


"Ku dengar kakak sudah berkeluarga bukan, tidak semestinya kakak berkata begitu kepada ku, saat itu kau yang pergi, bukan aku. Jadi tidak salah Jika menjalin hubungan dengan yang lain, Hari ini aku tidak ingin membahas soal masa lalu kita, karena itu sudah ku Anggap telah selesai. Kita bahas tentang kerjasama kita atau kerja sama ini batal dan aku akan kembali segera ke Singapure. Silahkan anda memilih." kata Anta kembali."


"Ok! Kita bahas kerja sama kita sekarang maaf jika membuatmu tak nyaman." kata Reno sambil tersenyum.


Mereka mulai membicarakan mengenai projects kerja sama, Ant mulai menjelaskan secara detail dari awal hingga akhir.


Akhirnya terjadi kesepakatan dan penandatanganan kontrak. Reno menawarkan untuk mengundang makan malam di sebuah restoran ternama di Jerman. Anta pun menolaknya," Maaf aku tidak bisa mungkin, Kak Dewi yang akan mewakiliku untuk makan denganmu, kalau sudah tidak ada yang di tanyakan aku akan segera pergi." kata Anta pada Reno.


'Baiklah sampai bertemu lagi." jawab Reno sambil tersenyum samar.


Anta pun meninggalkan restoran itu menuju kamar.

__ADS_1


Ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, Ia tak mengira akan bertemu Reno orang di masalalunya, Cinta pertamanya.


Ia masih ingat waktu itu, Reno begitu saja pergi tanpa pesan dan tanpa kata dan sekarang ia kembali apakah itu benar, jelas tidak apalagi setatusnya adalah istri orang begitu juga dengan dia.


__ADS_2