Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Tentang Dianta Dan Diana


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang dari kantor nyonya Celometa, Dantai masih berfikir apakah benar Anta mempunyai saudara kembar. Pada waktu kulihat gadis itu mirip sekali dengan Anta, bahkan seperti pinang di belah dua.


Hanya perbedaan saat ini adalah Anta masih hidup sedangkan Diana sudah tiada.


Ia kembali ke kampus untuk menyelesaikan mata kuliah yang masih ada hingga sore nanti.


Mata kuliah ku sudah selesai.


Setelah mata kuliah yang di ampu hari telah selesai. Dantai melajukan mobilnya menuju Apartemen. 30 menit kemudian dia telah sampai parkiran gedung apartemen.


Begitu sampai di lantai 10, pintu lift terbuka, Dantai keluar dari lift berjalan menuju Apartemennya. Dia menekan password, dan pintu terbuka terdengar denting piano yang di mainkan Anta. Dia masuk kedalam berjalan menuju suara alunan musik piano di peluknya istrinya belakang di ucapkan salam dengan membisikan ke telinga, Anta tersenyum dan menjawab salam.


"Lagu siapa itu aku tak pernah mendengarnya."


"Lagunya Diana,


"Siapa Diana?


"Saudara kembar ku."


"Kau punya saudara kembar."


"Ya aku punya, dia meninggal di usia masih sangat muda 9 tahun."


"Mengidap kangker otak stadium 4, dia sangat berbakat dalam memainkan piano di usia 7 tahun dibawa konser ke mana- mana mami gak pernah ada di rumah, mengantarkan Ana show di dalam dan di luar kota dan juga luar negeri.


"Saat itu aku hanya no 2 di banding dia, mas."


suatu ketika Ana protes ke mami," Mami aku capek, lain kali tolong suru Anta yang tampil toh mereka tak tahu, aku apa Anta yang main.


" Tidak bisa An, Anta belum piawai dia harus latihan lagi baru bisa menggantikan mu."


"Dia pasti bisa Mam," Diana menunjukkan lagu ini padaku hanya satu kali lalu aku mencobanya dan Diana menikmati alunan suara yang kudendangkan dengan senyuman manis dan itu senyuman terakhir yang di berikan padaku saat kondisinya sehat.

__ADS_1


Mami pun tercengang sejak saat itu Diana melatih ku untuk menggantikannya di saat ia lelah.


Suatu ketika kami ada show do Singapura, Diana tiba-tiba pingsan dipertengahan lagu.


aku pun menggantikannya pada detik itu juga.


Dia dibawa ke rumah sakit dan berita sungguh mencengangkan, Diana mengidap kangker otak stadium akhir.


Sejak saat itu aku berada dibayang- bayang keberhasilan dan ketenaran dari Diana.


Hari itu sehari sebelum operasi pengangkatan tumor otaknya. kami melakukan show yang luar biasa kami berkolaborasi di permainan tuts-tuts yang sangat indah setelah selesai di menggandengku berjalan di tengah panggung, dengan lantang dia berkata pada audience.


"Dia saudara kembar ku, dia lebih berbakat dari ku, mungkin nanti kalian tak akan melihatku secara nyata tapi kalian akan melihat di dalam diri adik kembar ku. Perkenalkan Dianta Anta Bella."


"Penonton pun bersorak tanpa tahu apa yang akan terjadi keesokan harinya."


"Keesokan harinya jam 20.00 Diana menjalani operasi pengangkatan tumor di otaknya. namun sayang Dia tak mampu bertahan dan akhirnya meninggal sebelum operasi selesai pengangkatan tumor di otaknya.


"Sejak saat itu mami tak pernah menatap ku dia bilang aku mengingatkan kesedihan atas kepergian Diana. Aku harus menyelesaikan projects Diana selama 2 tahun lamanya dengan Nama Diana Ana Bella. Dan kematian saudaraku di sembunyikan dari media agar projects tidak di batalkan."


"Hidup ku sepi dan hampa hanya papi dan nenekku yang selalu berada di sisiku."


Menginjak usiaku 12 belas tahun aku mengenal Riko dan Billy. Omnya Riko seorang pembalap, Aku pun mulai mencoba olahraga ekstrim itu.


Awalnya kita balapan di sirkuit aku yang selalu menang. Aku semakin menjadi-jadi, aku suka balapan liar, aku suka taruhan, taruhan dari kecil hingga besar. Taruhan pertama ketika usia ku menginjak 14 tahun motor sport keluaran terbaru bisa ku menangkan. Aku beralih memcoba motor sport. Aku mampu mengemudikan dengan sangat lihai di belok-belok tajam itu membuat aku melupakan Diana, dan ketika aku berada di panggung akan mengingat kembali Diana saudara kembar ku itu. Di usia 14 tahun itulah aku mulai debutku sendiri dengan nama Beautiful Rose." Anta mengakhiri ceritanya."


"Sekali lagi ku katakan padamu, Honey lupakan yang membuat mu sedih kenanglah yang membuat mu bisa berbahagia.


Dantai merangkul sang istri mencium keningnya sekali lagi," Sudah makan tadi?"


"Belum, aku tak berani memanaskan makanan yang kau buat tadi pagi."


"Ok! kita makan dulu ya, akan ku panaskan masakannya dulu, duduk lah Honey." kata Dantai sambil menarik kursinya dari dalam meja makan dan membantu anta duduk di kursi tersebut.

__ADS_1


Dantai mulai memanaskan makanan yang tadi pagi dia siapkan untuk Anta. Lalu menyiapkan di meja makan setelah dia duduk di depan Anta.


Saat ini Dantai sadar bahwa rasa cinta yang berlebihan pada Anta membunuh kepercayaan istrinya untuk bisa mandiri.


Selalu menolongnya membuatnya akan selalu bergantung padanya dan membuat istrinya semakin terpuruk dalam kesedian.


"Honey, aku sudah menemukan orang yang bisa membantu dan melatih mu untuk bisa mandiri."


"Oh, iya siapa dia? Apa dia sangat istimewa hingga kau memilihnya."


"Iya sangat Istimewa, namanya Celometa Agata


dia istri tuan Brian salah satu kolegaku. Dia yang membeli lukisan ku tentang mu dengan harga fantastis, katanya dia mengenali matamu. dan ingin mengenang seseorang yang katanya juga mirip dengan mu."


"Apa dia bisa melihat? ataukah seperti diriku."


"Dulu dia tak bisa melihat, umur 4 tahun di kehilangan penglihatan karena sakit panas tinggi. Ayahnya melatihnya sangat keras hingga di mampu melakukan pekerjaan sendiri tanpa di bantu orang lain. Pertemuan dia sangat unik seorang penyandang Tunanetra mampu berjalan tanpa tongkat hanya dengan mengandalkan konsentrasi pikiran dan alam sadarnya hingga mampu merasakan sesuatu yang ada di sekitarnya yang sering di sebut dengan blindsight."


"Benarkah, aku tak sabar ingin bertemu dengannya, apa dia sekarang bisa melihat?"


"Ya, honey dia mendapat donor mata dari gadis kecil yang di tabrak waktu akan menjenguk ayahnya di rumah sakit."


"Waktu melihat lukisan mu yang duduk di kursi roda itu dia tertarik ingin membelinya karena matamu sama dengan mata gadis kecil itu."


"Iya kah?"


"Iya gadis kecil itu berpesan agar nyonya Celometa mau menjadi teman saudara kembarnya nanti."


"Aku semakin ingin bertemu Segera dengannya mas."


"Ya kau akan bertemu dengannya besok, karena kamu akan di latih di ruang khususnya."


"Ah, trimakasih banyak, ini yang ku inginkan," katanya sambil mencium punggung tangan Dantai.

__ADS_1


__ADS_2