
Deburan ombak yang menerjang kaki telanjang mereka, serta hembusan angin yang menerpa tubuh mereka memberikan ketenangan sesat, kaki telanjang itu menjejakkan lantai pasir putih nan basah di sekitar bibir pantai Dantai mengajak Anta berlarian di pantai ingin membuatnya tampak normal, melupakan sejenak kekurangan atas pengelihatannya.
"Mas aku capek," kata Anta menyandarkan punggungnya ke dada Dantai. Menghirup udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya perlahan.
"Mas Aku merindukan yang dulu, bisa menatap matamu, bisa melihat kemarahan mu dan juga kegembiraan mu.
Dantai tersenyum," Jika kau mau kau bisa meraba wajah ku saat ku tersenyum dan marah."Jawab Dantai dengan ringannya.
Anta pun memukul tangan Dantai,"Mana bisa begitu," kata Anta sambil mengerucutkan mulutnya.
"Bisa saja Honey selama aku tak keberatan," katanya sambil menoel hidung Anta.
"Ayo kita makan honey," kata Dantai sambil menarik tangan Anta pelan dan membawanya ke warung tenda di sana sudah ada Sari dan Rizal.
"Makan kenapa gak ajak- ajak sih," kata Dantai.
"Sungkan Dan kamunya lagi Asyik-asyik," Kata Rizal terkekeh
"seperti kamu enggak saja zal," kata Dantai ikut terkekeh.
"Menunya ikan bakar semua honey, mau?"
"Boleh mas, minumnya es kelapa muda ya sepertinya enak."
"Gurame Bakar 2, nasi putih 2 lalu minumnya es kelapa muda 2" pesan Dantai pada pelayan.
Tak lama kemudian pesanannya datang, Dantai memisahkan daging dengan durinya, lalu Dantai meminta mangkuk kecil pada pelayan dan menaruh sambal dalam mangkuk kecil.
"Honey, di sini sambalnya ya," kata Dantai sambil menyentuhkan tangan Anta ke mangkuk sambal. Beberapa pengunjung yang melihat interaksi Dantai dan Anta berbisik merasa prihatin dengan kondisi Anta, ada yang berbisik mencemooh. Rizal salut dengan apa yang di perbuat Dantai.
Anta makan dengan lahap tak memperdulikan dengan apa yang terdengar di telinganya.
"Kalian tadi kemana?" tanya Dantai sambil meminum es kelapa mudanya.
"Gak jauh dari den Dantai, cuman gak bisa lihat kita ya mas Rizal di mata den Dantai hanya non Anta saja," Sari terkekeh sambil melirik Rizal.
__ADS_1
"Masak, dari tadi loh aku cari, pasti bohong ni," kata Dantai, mereka pun tertawa mendengar protes Dantai.
Setelah puas ke pantai Anta mengajak Dantai pulang mereka pun meninggalkan pantai Rizal meminta ijin untuk mengajak Sari di suatu tempat, Anta pun mengijinkannya.
Rizal mengantarkan Dantai dan Anta pulang ke Vila, setelah mengantar keduanya mobil Rizal melesat meninggalkan Vila.
Dantai dan Anta masuk ke kamar masing-masing setelah melaksanakan sholat dhuhur.
Anta merebahkan badannya bohong jika tak tersinggung dengan perkataan orang tentang dirinya dan bohong jika dia tidak bersedih, marah dan menyesali perbuatannya yang membuatnya kehilangan pengelihatannya kehilangan cahaya yang pernah hadir di dalam diri.
semua menjadi gelap, walau ia berusaha menerangi dengan ketegaran hati. Putus harapan untuk bisa melihat kembali, membuatnya ia harus terlihat tegar, dalam kerapuhan hatinya ia teringat kata-kata ibunya Dantai," Tetap lah bersinar seperti dulu Anta, jika kau tak bisa melihat dengan matamu, lihat dengan hatimu,"
lelah, terasa lelah hatinya. Ia pejamkan mata berusaha melupakan apa yang dia dengar tadi.
Di kamar Dantai menelpon Andi untuk membicarakan tentang rencananya.
Panggilan pun terjawab. "Assalamualaikum om, Dantai ingin berbicara serius om."
"Wa'alaikum salam, katakan nak Dantai."
Di sambungan telepon terdengar Andi tertawa," Kapanpun kau inginkan aku akan datang nak Dan,"
"Lalu bagaimana dengan Tante Rena apa bisa hadir juga om."
Tawa pun terdengar lagi," Ada yang sudah tak sabar ini, ha...ha..ha.. kalau tante Rena 2 minggu ini sudah tak ada acara show Dan."
"Ok! 2 minggu ya om, bagaimana saya bisa mendapatkan surat-surat penting Anta Om."
"Ada, di rumah Jakarta hubungi Lila atau Alex, Dan."
"Iya om terimakasih, Assalamualaikum."
"Sama-sama Dan, wa'alaikum salam."
Dantai menelpon om Alex, tak seberapa Panggilan terhubung," Assalamualaikum, om bisa bicara dengan mbak Lila?"
__ADS_1
"Ada apa menghubungi Lila istriku, hah? apa ada hubungannya dengan yang viral kemarin, ha..ha...ha.."
" Om tahu aja ni, he..he..he.. Aku mau minta tolong om untuk siapkan surat-surat Anta kalau bisa sekalian diuruskan ya om, rencana dua minggu ke depan aku mau melamar dan langsung menikahinya om."
"Ok! ini berarti acara di Jakarta ya Dan." "kalau Dan sih terserah om Andi deh om, kok om Andi gak bilang ya tadi tempatnya di mana," kata Dantai menggaruk tengkuknya yang tak gatal di sambungan teleponnya terdengar Alex tertawa, "Gak usah bingung Dan nanti om saja yang tanya om Andi kamu bawa saja surat-surat kamu kesini."
"Om bisa minta tolong sama mbak Lila untuk siapkan baju pengantin Anta?"
"Sudah deh lo trima beres aja Dan, 2 hari sebelum hari H kamu sudah datang."
"Ok! hari ini atau besok aku mampir ke situ om trimakasih om, Assalamualaikum."
"Sama-sama Dan, wa'alaikum salam."
Dantai menutup sambungan teleponnya.
Ia tersenyum dan beranjak melangkah ke kamar mandi, dan membersihkan tubuhnya lalu berganti pakaian ia pun berjalan ke kamar Anta.
Ia mengetuk berulang kali tak ada sahutan lalu ia pun membuka pintu nampak Anta tertidur pulas,"Honey bangun sayang," Dantai menepuk-nepuk pipi Anta mencoba membangunkannya. Tak lama kemudian mata itu mengerjap lalu terbuka,"Hem, ada apa mas?" tanya Anta dengan serak.
"Honey, kita akan menikah 2 minggu lagi."
"Apa? Anta pun langsung terduduk dan menatap tajam pada ruang kosong. Dantai pun terkekeh, ia pun menjelaskan bahwa ia telah menelpon papinya dan punya waktu 2 minggu ke depan.
Surat-surat akan di urus oleh om Alex.
"Hari ini aku pamit mau pulang ke Surabaya Honey, dan langsung ke
Jakarta lalu ke Singapure, gak papa kan? tanyanya.
"Gak papa maaf aku tadi kaget saja mas."
"Iya aku ngerti, aku berangkat sekarang ya Honey, tetap di sini aja lanjut kan tidur jika lelah tapi jangan lupa sholat Ashar ya."
Anta mengangguk, Dantai pun keluar dari kamar Anta, lalu berjalan ke dapur berpamitan sama bik Ija dan pak Man. Ia kembali ke kamarnya membawa tas ranselnya dan berjalan keluar Vila dan masuk kedalam mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang melaju meninggalkan kota batu Malang menuju Surabaya.
__ADS_1