Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Hari Pertama Clara


__ADS_3

Jam 6,45 Asisten Surya mengantar ke kantor Boy, ia mengantarkan sampai keruangan Boy.


"Nona tunggu di sini jangan sampai lari, tunggu tuan Boy datang," kata Asisten Surya sambil menunggu Boy datang.


"Sudah sana pak Dito kembali kekantor sana, aku gak akan lari," kata Clara sambil memutar bola matanya ke atas.


"Saya ditugaskan pak Surya menunggui Anda, sampai tuan Boy datang dan memastikan anda tidak kabur nona." Clara menghembuskan nafas dengan kasar. Ia terdiam dan melihat sekeliling ruangan untuk menghilangkan rasa jengkel dan jenuhnya.


Tak seberapa lama Boy datang tepat jam 7.00 ia pun menyalami asisten tuan Surya.


"Saya di utus oleh pak Surya untuk memastikan nona Clara untuk tidak kabur." kata asisten Surya pada Boy.


"Ok! pak, trimakasih. Anda boleh melanjutkan kerja," kata Boy sambil menjabat pak Dito, lalu pak Dito pergi meninggalkan Clara.


Clara menatap Boy dengan tajam," Apa mau mu sebenarnya mengapa meminta aku bekerja dengan mu?"


"Tidak ada maksud apa-apa? hanya memastikan kau bisa membayar perbaikan mobil dengan gaji mu. Di sana meja mu, buat berkas perjanjian kerja sama, ini contoh file dan ini daftar berkas yang harus di buat saat ini dan harus selesai hari ini juga."


"Apa ? ini terlalu banyak gak akan selesai." kata Clara, Boy menyorotkan matanya ke Clara. Clara pun berhenti protes, ia beranjak ke meja kerjanya mulai mengerjakan berkas yang di perintahkan, 30 menit kemudian Boy datang ke mejanya lalu memberikan berkas yang lain.


"Kerjakan ini dulu, ini harus di tandatangani dengan secepatnya."


"Pak kenapa gak dari tadi pak! ini saya kerjakan sudah hampir selesai untuk berkas yang ini," Protes Clara.


"Tinggal di simpan dan kerjakan yang lain," kata Boy sambil menekan tombol save.


"Tapi kan......" Clara belum selesai menyelesaikan ucapannya tiba-tiba kursi di putar oleh Boy dan dihadapkan padanya yang tangan ditumpukan pada sandaran tangan kursi sambil menatap lekat-lekat pada Clara.


"Tapi apa?"


"Tapi 30 menit ter......." belum selesai dia bicara ada sesuatu mendarat di bibirnya, ia pun membelalakkan matanya, jantungnya berdetak lebih kencang, tubuh menjadi lemah lunglai tak mampu melakukan apa-apa dan Otaknya menjadi kosong. Hingga ia tak mampu bernafas, baru sengatan itu terlepas dari bibirnya, Bibirnya terasa bengkak karena ulah Boy.

__ADS_1


"Apa yang bapak lakukan? saya akan bilang ayah saya, kalau Bapak......" kembali mendarat di bibirnya dan ia tak mampu meneruskan kalimat yang ingin di katakan.


" Satu protes, satu ciuman. Katakan pada om Surya aku tak apa, paling juga di suru nikah. ini kerjakan dulu! setelah itu ikut saya, waktu hanya 1jam harus selesai," Clara pun mengangguk.


"kenapa tidak menjawab?" tanya Boy, Clara mengetik kalimat dalam laptopnya.


Takut di sengat tawon pak!!!!!


Boy melihatnya tertawa, pergi dan berjalan lalu duduk di kursi meja kerjanya. Di sebrang sana ia tak melakukan apapun hanya mengawasi Clara dari sebrang matanya tak berhenti memandang bibir Clara yang bengkak karena ulahnya.


1 jam terlewati nampak Clara sudah menata berkas dalam map file, lalu berdiri dan berjalan ke meja kerja Boy, Boy pura-pura sibuk dengan laptopnya padahal dari tadi ia tidak melakukan apa-apa.


"Pak ini berkas yang harus di tandatangani, " katanya pada Boy sambil meletakan tanpa berani menatapnya. Boy mengambil berkas itu dan mengoreksi pekerjaan Clara, Clara yang berdiri menunggu perintah Boy, Boy berhenti sejenak menatap Clara," Duduk Cla!" perintah Boy, Clara pun berjalan ke sofa dan duduk.


Setelah Boy menandatangani berkas itu, meletakan di meja lalu berdiri dan berjalan ke pintu keluar sambil berkata," Kita pergi sekarang." namun belum ada respon dari Clara ia tetap duduk di sofa sambil melamun.


Boy pun berhenti dan menoleh."Clara!!" panggil Boy dengan intonasi tinggi.


"Berangkat sekarang ikut saya!"


"Berkasnya di bawah pak?"


"Tidak usah itu untuk besok," kata Boy santai


"Apa untuk be...," Clara tak jadi protes ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu mengambil tasnya dan mengikuti Boy yang berjalan duluan.


Sesekali ia ia berlari kecil untuk menyusul Boy yang berjalan cepat tiba-tiba Boy pun berhenti membuat Clara yang berada di belakangnya menubruk punggung Boy," Aduh kenapa Ba....." Clara terdiam saat sadar wajah Boy sudah begitu dekat dengan wajahnya," Kenapa apa?" tanyanya sambil melihat bibir Clara.


Clara langsung membekap mulutnya sambil menjawab," gak kenapa-kenapa. Boy tersenyum lalu membalikan tubuhnya dan berjalan kembali lalu masuk ke dalam mobilnya.


Clara akan membuka pintu belakang tiba-tiba pintu samping terbuka dari dalam," Masuk Clara!"

__ADS_1


Clara pun mengurungkan niatnya lalu masuk dan duduk di samping Boy, Clara begitu gugupnya duduk di samping Boy hingga dia tidak bisa mengancingkan sabuk pengaman.


Boy dengan tenang membantunya mengancingkan sabuk pengaman, ia menahan nafas sambil memejamkan matanya untuk menetralkan hatinya namun bukan itu yang terjadi, seketika kembali di rasakan sesuatu mendarat lagi di bibirnya dengan cepat, sesaat hatinya kecewa karena menginginkan lebih lama itu terjadi.


"Kenapa wajah mu seperti itu? ingin lebih lama seperti tadi?" tanya Boy sambil tersenyum devil.


"Apa sih Pak?" sahut Clara sambil memukul bahu pria itu. Boy terkekeh lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Pak boleh tanya?" tanya Clara ragu-ragu


"Apa?"


"Bapak, kalau tidak suka saya jangan cium-cium saya pak, kasihan suami saya nanti bekas Bapak." kata Clara sambil membuang muka menatap keluar ke jendela. Boy tertawa spontan mendengar protes Clara.


"Bagaimana kalau kalau saya yang akan jadi suami kamu, sekali pun bibir kamu bekas bibir saya, saya tidak apa-apa.


"Lah itu bukan bekas pak, itu bapak maksa namanya." katanya sambil memanyunkan bibirnya.


"Lah kalau yang di paksa mau, bagaimana dong? kan saya jadi keterusan."jawabnya sambil tersenyum dan tetap fokus mengemudi.


"Siapa yang mau?"tanya Clara pura-pura gak tahu.


"Kamu lah, kalau gak mau kenapa diam dari tadi? kamu."


"Pak Boy!" teriak Clara karena tak mampu berdebat lagi. Boy tertawa hari ini ia merasa terhibur sekali dengan keberadaan Clara, ia tak peduli Clara marah ataukah tidak yang terpenting saat ini dia melancarkan aksinya untuk memikat Clara.


"Kita sudah sampai, ayo turun." katanya sambil melihat Clara sedang melepas sabuk pengamannya," Perlu di bantu?" tanyanya lagi


"Gak perlu pak, nanti pak Boy modus lagi." Boy hanya mengulas senyum. lalu ia pun berjalan mendahului Clara di tempat pembangunan restorannya yang memang masih 40% dan jalan masih berbatu membuat Clara kesulitan menyusul Boy, high heelsnya nyangkut di bebatuan membuatnya terkilir dan terjatuh.


Pak Boy!" teriak Clara.

__ADS_1


__ADS_2