Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Perubahan Hira.


__ADS_3

Hari berganti hari Hira dan Emir sudah menjalani kegiatan sehari-hari, belajar, sekolah dan bermain piano.


Sang nenek telah menunjuk seseorang untuk menjadi menagernya yang mengatur segala kegiatan Hira bermain musik.


Kegiatan semakin hari semakin padat, saat Dantai bertanya pada sang putri, "kenapa saat ini kegiatan show mu semakin padat, Hira?"


"Maaf ayah hanya ini yang membuatku melupakan Om Rio jadi jangan mencegahku!" katanya sambil berlalu meninggalkan Dantai yang masih duduk di kursi meja makan dan saat ini mereka sedang makan malam.


Dantai menghembuskan nafas kasarnya sambil melihat piring Hira yang di tinggalkan gadis itu dengan makanan yang masih separuh di dalamnya. Gadis ini semakin sensitif, pikir Dantai.


Anta mengelus punggung suaminya, "Sabar Yah, dia dalam proses melupakan segala menjadi keinginan dan ambisinya."


"Iya aku mengerti Bun, Baiklah biarkan dia melakukan sesuatu yang dia sukai agar melupakan semua yang tak mungkin untuk di raihnya, ia harus sadar bahwa tidak semua hal harus di dapat, tidak semua harus bisa digenggam ada banyak hal yang harus direlakan untuk pergi dan berlalu dalam kehidupan kita.


Tidak semua yang berlalu harus kita benci karena semua yang hilang dan berlalu kadang tidak benar-benar hilang dari diri kita kadang menepi sebentar untuk membuat kita dewasa dan mampu menerima kenyataan yang lebih pait atau pun lebih manis.


Dantai menyelesaikan makan malamnya lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya, setelah dia mengusap rambut sang putra, Emir pun kembali ke kamarnya dan ia merasa kesunyian yang luar biasa, kembarannya tak lagi seperti yang dulu seolah senyuman sudah hilang dari sudut bibir gadis itu.


Dantai duduk di sofa kamar tidurnya membuka pesan wa ada nomer yang tidak di kenalnya mengirimkan pesan namun ia tidak menggubrisnya ia memblokir nomor itu dan menghapusnya.


Lalu ada pesan lagi dari Aril di aplikasi Wanya.


Aril


[Dan, ada seorang wanita mencarimu, dia meminta alamat rumahmu yang ada di Singapura, aku tak memberikannya, aku curiga dia punya maksud tidak baik, hati-hati dengan wanita ini]


Dantai

__ADS_1


[trimakasih, Ril]


di bawah pesan ada foto wanita itu Dantai mengeryitkan dahinya sepertinya pernah ia lihat sebelumnya.


ya wanita itu adalah anak dari pemilik rumah sakit yang ada di Malang yang pernah ya operasi pada waktu itu.


Hem, ternyata dia sudah mulai melancarkan siasatnya untuk bisa memenuhi keinginan ayahnya, pikir Dantai.


Sungguh Dantai tidak bisa berpikir bagaimana dia bisa melakukan hal itu ketika seseorang berusaha menolongnya untuk bisa melihat kembali, tapi malah di lempar kotoran. Ini justru menjadi bumerang buat dirinya.


"Ada apa,Yah," tanya Anta pada suaminya sambil duduk di sebelahnya


"Ini Bun pria pemilik Rumah sakit itu kemarin mempunyai anak yang mengalami kecelakaan dan tidak ada pada otak besarnya mengakibatkan putrinya mengalami kebutaan dan aku mengoperasinya, karena memang aku melihat masih ada kemungkinan untuk melihat jika dioperasi.


"Namun, membuat lelaki itu serakah ia menyodorkan anaknya untuk menjadi istri keduaku," kata Dantai yang pada istrinya.


"Kamu menerima tawarannya begitu?" tanya Anta pada Dantai


Anta mencebikan bibirnya. "Masak begitu, dia belum di hadapanmu gajah depanmu bagaimana?"


"Ya, biarkan saja dia pergi, aku tidak tertarik sama sekali. Ini hidupku, Bun. Tidak ada yang boleh mengaturnya, walau dengan siasat licik sekali pun," kata Dantai memeluk istrinya.


"Aku sangat mencintaimu kau tahu dengan jelas itu kan," kata Dantai pada istrinya.


"Hem, Aku pun tak akan membiarkan wanita merebut kamu dari sisiku," kata Anta membuat Dantai tertawa.


"Oh yaa, apa yang akan kau lakukan kalau wanita itu datang ke sini?"

__ADS_1


"Akan ku bawakan sapu," kata Anta


"Apa kan kau pukul?" tanya dantai sambil terkekeh


"Ya, akan ku pukul lalu ku sapu jejaknya biar tidak mengotori rumah ini," kata Anta dengan berapi-api.


Dantai tertawa semakin keras. Anta menyipitkan matanya. "Kau senang ya diperebutkan cewek-cewek," kata Anta pada Dantai.


"Enggak lah aku cuma senang kamu pertahankanku, seperti aku mempertahankan dirimu pada waktu itu, rasanya seperti aku berharga bagimu,"


"Jelas kau berharga bagiku Dan, kau hadir saat diriku benar-benar terpuruk. Kau hilang ingatan waktu itu dan tidak mengenal diriku, lalu kenapa kau masih mengejarku?" tanya Anta pada Dantai.


"Karena denganmu hatiku berdetak, melihatmu mataku terkunci begitu pun hatiku dan hanya engkau yang bisa membukanya," kata Dantai


"Aduh, bagaimana bisa aku berpaling padamu, Dan? Kau selau menghujani kata-kata indah yang membuat hatiku basah," kata Anta sambil memeluk erat suaminya itu sambil menghirup aroma tubuh lelaki itu di antaran selah ceruk lehernya, pria itu memejamkan matanya menikmati rasa yang tercipta.


Dantai pun memeluk sang istri dan membawanya keperaduan memadu cinta dalam gelora hasrat yang menggebu hingga mencapai puncak gairah, mereka pun menyudahi dengan ritual mandi bersama setelah itu, tidur saling berpelukan.


...----------------...


Di kediaman Rio, dia dan jasmine duduk di kursi meja makan, sarapan bersama, setelah selesai Jasmine mengantar Rio sampai ke mobil lalu mencium punggung tangan suaminya itu.


Rio pun melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang menuju kantornya beberapa Minggu ini dia tidak mengaktifkan handphonenya yang biasa dia gunakan untuk menghubungi, seolah sudah lupa dengan gadis kecil itu tetapi sebenarnya tidak dia hanya menahan diri.


Sesampainya di gedung perkantorannya, dia memarkirkan mobilnya di area parkir lalu berjalan menuju lobi dan masuk ke dalam lift yang mengantarkan ke ruangannya. Hanya butuh waktu 15 menit untuk bisa sampai ke ruangannya. Setelah sampai, dia pun duduk di kursi besarannya dan mulai memeriksa file-file yang akan ditandatanganinya segera.


Dia membuka laci mejanya di mana terdapat handphone yang biasanya digunakan untuk menghubungi Hira. Ia pun menyalahkan handphone itu dan mencoba mencari sesuatu apakah ada pesan dan Hira ataukah tidak Ternyata ada ketika gadis itu akan pulang ke Singapura menulis pesan padanya agar bisa datang ke bandara mengantar kepulangannya serta ingin melihat dirinya untuk terakhir kalinya.

__ADS_1


Rio menggila nafas. Maafkan, Om. Ini harus melakukan agar kau bisa hidup dengan baik menjalani kehidupan masa kecilmu dan masa remajamu dengan baik tak Ada yang Bisa kau sandarkan pada Om yang tolol ini, katanya dalam hati.


Lalu kembali fokus dengan pekerjaannya yaitu file-file yang harus ditandatangani pada saat ini juga keesokan harinya. waktu bergulir dengan cepatnya hingga siang berganti sore dan karyawan sudah mulai keluar dari ruangannya pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2