Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Berangkat ke Surabaya


__ADS_3

Setelah itu dia keluar dari kamar mereka dan menuju kamarnya menyiapkan keperluannya sendiri.


Dantai menurun tangga dan berjalan masuk kedalam kamarnya. ia melihat sang istri tengah mengoleskan krim malam pada wajahnya.


Dia menghampiri sang istri merangkulnya dari belakang. Cantiknya istriku, Bun aku ingin punya anak lagi, Anak-anak sudah besar rasanya rindu mendengar tangisan bayi kembali, semoga di sana kita berhasil membuatnya, bukankah si kembar juga buatan dari sana," katanya terkekeh.


"Ya, Semoga saja kita di kasih amanah sama Allah untuk punya anak lagi, Yah," katanya sambil tersenyum.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai di sini dulu," kata Dantai sambil tangannya sudah tak bisa diam.


"Besok pagi itu kita berangkat loh pasti sangat lelah, jika melakukannya sekarang."


"Ayohlah! An. Sebentar saja untuk membakar kalori," katanya sambil menarik gesper yang ada di bagian belakang baju Anta, lalu melepas kaitan kancing penutup gunung kembarnya dengan sekali tarik semua terlepas tinggal kain penutup yang menutup area sensitif, yang juga ditarik ke bawah lalu menggendongnya keranjang sambil bibirnya bermain di dada Anta. Anta tak bisa menolak terjadi pertarungan yang sangat panjang, dan Dantai pun mengingkari janjinya untuk sebentar. Entah hari ini dia begitu bergairah. Tiga kali ia melakukannya dan itu membuat Anta benar-benar lelah.


Dantai mencium kening istrinya itu. "Kau selalu saja memaksa Dan," kata Anta mencebikan bibirnya. Dantai pun tertawa. "Kamu sangat suka dengan caraku bukan?" katanya sambil tertawa kembali.


"Siapa yang bisa menolaknya jika caranya begitu?" kata Anta lagi sambil memejamkan matanya. Dantai pun tertawa. "Hai, jangan tidur! bersihkan dulu tubuhmu! Sayang ...."


"Aku tak kuat menahan kantukku badanku lemas sekali."

__ADS_1


"Sebentar yaa, aku siapkan dulu air hangatnya," katanya sambil beranjak dan turun dari tempat tidurnya, lalu berjalan di kamar mandi dan menyiapkan air hangat dan aroma terapi di bathtub untuk istrinya. setelah itu, ia keluar lalu menghampiri Anta kemudian menggendongnya masuk kedalam kamar mandi dan di dudukannya ke dalam bathub. "Mandilah! aku akan membersihkan tubuhku di sana," kata Dantai menuju shower yang terpisah dengan pintu kaca, ia pun masuk dan mulai mengguyur tubuhnya dengan shower.


Setelah selesai, melilitkan handuk untuk menutupi aset berharganya lalu menghampiri istri dan membantu mengenakan bath robe, lalu menggendong keluar dari kamar mandi dan di dudukan di bibir ranjang, kemudian ia membuka lemari dan mengambilkan baju untuk istrinya itu. Anta memakainya dengan sangat cepat.


Dantai pun sudah selesai berganti pakaian. Ia pun mulai mengambil koper dan mulai mengemas pakaian Anta dan dirinya. Ia menoleh ke arah ranjang dan melihat istrinya ternyata sudah terlelap. Ia pun tersenyum dan kembali dengan aktivitas dirinya mengemasi apa saja yang perlu dibawanya besok .


Setelah selesai ia pun menaruh koper di pojok ruangan lalu berjalan menuju ranjangnya, dibaringkan tubuhnya di sana dan memeluknya istrinya dari belakang, tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari bibirnya.


Pagi hari setelah sholat subuh mereka pun bersiap-siap pergi ke Bandara, pak Amru sudah siap dari jam enam pagi tadi, ia pun membantu membantu membawakan koper-koper milik majikan kecilnya itu kedalam bagasi.


Beberapa menit kemudian halaman yang terasa sepi karena masih pagi tiba-tiba ramai ketika kedua majikan kecilnya itu mulai berlarian berebut tempat duduknya hingga Dantai datang melerai mereka.


Dantai dan keluarga kecil sudah masuk kedalam pesawat, mereka menempati tempat duduknya masing-masing, hingga pesawat pun lepas landas.


Setelah Dua jam perjalanan sampailah ia di Bandara Juanda.


mereka pun berjalan menuju keterminal kedatangan, Dantai mendorong troli berisi koper-koper mereka sedangkan Emir dan Hira berjalan bersisian dengan Bundanya bergandengan tangan hingga Pak To yang sudah menunggu setengah jam yang lalu, menghampiri mereka dan mengambil alih troli lalu membawanya di tempat dimana mobil di parkirkannya.


Kemudian ia memasukan barang-barang dalam bagasi. Dantai dan keluarga kecilnya menyusul Pak To, lalu masuk dan duduk di kursi penumpang, begitu pula anak dan istri menempati bangku tengah dan belakang, Setelah memastikan tak ada barang tertinggal Pak To pun duduk di belakang kemudi dan menjalankan mobil menuju kediaman Harlan yang sekarang di tempati oleh Salva dan Aril.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobilpun sampai, pak To memberhentikan mobilnya di Depan halaman rumah besar namun sederhana itu. Dantai dan keluarga kecil keluar dari mobilnya dan di sambut oleh Salva dan Izyan putra pertamanya, Izyan berlari menghampiri Dantai sambil berteriak "Paman!" Dantai pun tersenyum lalu menggedong Anak itu.


Salva memeluk Anta, dan menatap kedua ponakanya itu. "Maaf ya, tante gak bisa jongkok ini perut Tante sudah besar."


"Tidak apa-apa,Tante," jawab Emir sambil meraih tangan Tantenya dan mencium punggung tangan Salva, begitu pula Hira.


"Ayo kita masuk, Bang, Mbak. Biar Pak To yang membawa koper-kopernya di kamar Abang," kata Salva menggandeng tangan Anta.


"Pak, nanti koper Hira taroh di kamar ibu yaa, dan Emir taroh di kamar baru jadi itu yaa, Pak To," perintah Salva.


"Baik, Mbak Salva," jawab Pak To.


Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu.


"Abang sama Mbak Anta, kalau capek masuk aja ke kamar dan kamu juga, Hira dan Emir," kata Salva.


"Sudah duduk sini, Abang kangen sama kamu, tahun kemarin gak datang ke rumah kan?" kata Dantai pada adiknya.


Salva duduk di samping Dantai yang sedang memangku Izyas.

__ADS_1


"Iya, Bang. Tahun kemarin Izyas sakit jadi gak bisa ke sana, dua hari yang lalu Ibu baru saja pulang dari sini." katanya menatap kakak dengan mata berkaca-kaca karena rindu.


__ADS_2