Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Nuansa Biru di Maldives


__ADS_3

Selama berada di Maladewa mereka menginap VARU by Atmosphere resort.


Overwater Villas memiliki interior khas Maladewa dan akses langsung ke laguna biru kehijauan dari dek adalah pilihan mereka untuk tinggal. menawarkan sejuta pemandangan pantai yang menarik, bukan memperhitungkan harganya akan tetapi panorama keindahannya, sepajang mata memandang hamparan laut yang indah memanjakan mata mereka.


Water Suite eksklusif dengan pemandangan matahari terbenam langsung, layanan khusus dalam vila, dan kolam renang pribadi seluas 15m². Suite ini dilengkapi dengan kamar tidur yang luas dan ruang tamu, kamar mandi mewah, dan dek dengan akses langsung ke laguna dan pemandangan matahari terbenam.


Setelah melakukan aktivitas yang melelahkan dan melaksanakan sholat Ashar berjamaah mereka menunggu matahari terbenam, mereka duduk dikursi di atas dek vila yang berada di atas air, tak ubahnya dengan tetangga sebelah yang juga merupakan sahabat dekatnya. Akhirnya mereka pun bergabung berbincang bersama begitu pula Anta dan Jasmine.


Hingga saat matahari pun mulai terbenam mereka pun menikmati momen itu, diam-diam Dantai memotret dan mengabadikan kemesraan sahabatnya itu, hingga waktu sholat pun tiba mereka melakukan sholat berjamaah di salah satu Vila mereka yaitu Vila yang di tempat Dantai menginap, setelah sholat magrib mereka tak kunjung beranjak dari tempat duduknya untuk menunggu waktu sholat isya'. Setelah itu mereka menikmati makan bersama di atas dek tersebut.


Jasmine mencari kesempatan untuk bisa bicara dengan Anta.


"Mbak, apakah kita bicara sebentar?" tanya Jasmine pada Anta.


"Boleh, Mbak," jawab Anta.


"Apa bisa kita menjauh dari suami-suami kita?" tanyanya lagi pada Anta.


Kenapa sepertinya yang yang mau dibicarakan sangat penting dan sepertinya tidak ingin suami suami kita tahu," kata Anta.


"Ah tidak juga ini cuma masalah antara wanita, jadi kalau suami kita mendengar rasanya juga tidak enak," jawab Jasmine.


"Baiklah kalau begitu kita pindah di Dek sebelah sana," ajak Anta.


Mereka pun berjalan menuju dek villa yang di sewa Anta. Mereka pun duduk di sana dan mulai berbincang-bincang serius.

__ADS_1


Rio yang melihat hal itu sedikit curiga apa yang ingin dibicarakan Jasmine sehingga harus jauh darinya. Dia pun menatap Dantai dengan serius. "Dan, aku merasa bahwa Jasmine menyembunyikan sesuatu padaku," katanya pada Dantai.


"Tidak semua seperti itu yo kadang wanita membicarakan suatu hal tentang masalah mereka, akan merasa riskan jika terdengar sang suami, jadi biarkanlah mereka. "Baiklah, Dan. Mungkin ini hanyalah dugaanku saja," jawab Rio.


"Kau harus percaya bahwa Jasmine tidak menyembunyikan sesuatu padamu, Andai pun iya pasti ada alasannya.


"Entahlah dan saat ini jujur aku belum merasakan getaran saat bersamanya," kata Rio.


Dantai tertawa. "Kau ini bagaimana? Dia sudah hamil anakmu, tapi kau tidak merasakan berdebar apapun dengannya, sungguh kalau aku jadi Jasmine, sudah kupukuli kau," kata Dantai.


"Kau ini seperti tidak pernah merasakan jatuh cinta pada seseorang saja, yang tak pernah tergantikan dan kau adalah salah satunya. Jika Anta ditukar dengan yang lainnya apakah kau mau?" tanya Rio.


"Kalau cari contoh itu jangan aku, jelas aku tidak mau Anta ditukar dengan siapapun juga, yang mau tetaplah dia," protes Dantai


Dantai menghela nafas. "Ya memang itu yang harus kaulakukan, apalagi kau saat ini akan memiliki anak," kata Dante. "Ya kau betul, Dan," kata Rio


Sementara di dek yang berbeda Jasmine mulai bertanya kepada anda. "Maaf Mbak apa Hira putrimu," tanya pada Anta. Anta sedikit terkejut mendengar pertanyaan Jasmine.


"Iya mbak emangnya ada apa Mbak bertanya tentang Hira putriku," tanya Anta.


"Begini Mbak aku hanya ingin bertemu dengannya saatnya itu tiba. "Aku hanya ingin meminta nomor telepon Mbak Anta jika benar-benar aku ingin bertemu dengannya,"


"Mbak Jasmine untuk apa bertemu dengan Hira," tanya Anta kembali.


"Aku tidak bisa mengatakan saat ini mbak, nanti kalau tiba saatnya akan kukatakan padamu dan Hira," katanya.

__ADS_1


"Aku minta maaf Mbak kalau putriku membuatmu resah, tapi percayalah putriku itu masih sangat kecil, mungkin rio hanya menganggapnya anak kecil atau menganggapnya seperti putrinya sendiri," jawab Anta.


"Ya aku tahu, Mbak. Akan tetapi ini tetap penting kulakukan agar suatu saat nanti masih ada yang menjaganya, walaupun nantinya itu sangatlah mustahil karena aku pun juga tidak tahu perasaan Hira, jika nanti telah dewasa terhadap suamiku," kata jasmine


"Bukankah kau yang menjaganya karena kau adalah istrinya," jawab Anta.


Jasmine ketawa dengan hati yang pedih. "Inginku seperti itu, Mbak. Akan tetapi mungkin keadaan nanti tidaklah bisa, aku hanya meminta nomor mbak Anta, agar suatu saat nanti aku bisa menghubungi Mbak Anta ataupun Hira dan tersedia datang bertemu denganku."


"Kenapa tidak Nanti saja, ketika kita pulang liburan dan kau bisa datang ke rumahku bersama Rio?" tanya Anta pada jasmine.


"Tidak Mbak belum saatnya dan aku tidak tahu apa yang terjadi esok hari tapi aku ingin dia tahu bahwa aku pun juga berharap suatu saat nanti dia menemukan cintanya," kata jasmine pada Anta.


"Rio dan diriku adalah suatu hubungan yang dipaksakan dan bagaimanapun kami harus menjalaninya dengan bahagia aku pun juga tidak ingin meneteskan air mata setiap kali mengingat bahwasanya ada orang lain hati-hati suamiku. Kakak tak akan pernah merasakan bagaimana pedihnya saat tahu bahwa suami kita belum mencintai kita apapun yang dilakukannya hanya ingin menyenangkanku bukan menyenangkan hatinya tapi itu sangat kuhargai karena dia sudah bekerja sangat keras untuk mengubah hatinya yang membeku," katanya lagi


"Aku jadi tidak enak pada kamu jas," jawab Anta


"Tidak perlu Kakak mempunyai perasaan itu karena setiap perasaan memang tidak bisa dipaksakan tapi seiring waktu mungkin aku hanya bisa menggeser saja sedikit walaupun sedikit aku tetap bahagia kalau dia mencintaiku sedikit saja kita," katanya kembali Anta pun memeluk wanita itu. "Apa kau ingin melihat wajah putriku itu akan ku tunjukkan fotonya padamu?" tanya Anta padanya.


"Apa boleh Kak An?"tanyanya


"Tentu saja boleh karena kau juga akan melibatkan hatiku dalam masalahmu, sebenarnya aku juga tidak ingin putriku itu menjadi hal yang tidak kau inginkan," jawab Anta.


tidak begitu, Mbak. Aku bahagia bersama suamiku," katanya sambil tersenyum.


"Ini foto putriku," kata Anta menunjukkan foto di ponselnya pada Jasmine saat itu pun wanita itu terkejut, ternyata dia begitu mirip dengannya, hanya saja yang membedakannya adalah mata birunya serta lesung pipitnya yang begitu dalam sehingga terlihat sangat cantik.

__ADS_1


__ADS_2