Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Detik-detik Perpisahan


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, Dantai terjaga tepat ketika adzan subuh selesai di kumandangkan.


Ia perjapkan matanya, ia menatap wajah istrinya yang terlelap dalam pelukannya


dikecupnya kening istrinya dengan penuh cinta, "Akhirnya kau menjadi milikku seutuhnya dan selamanya."gumamnya dalam hati.


"Honey, bangun sudah subuh sholat dulu, Anta mengerjapkan matanya lalu merengangkan tubuhnya di buka matanya," Sudah subuh ya?" tanyanya dengan suara serak habis bangun tidur.


"Iya, segera ambil wudhu kita sholat subuh berjamaah di sini saja ya, mas tunggu."


Anta pun berjalan dengan hitungan langkah kaki lalu memasuki kamar mandi untuk mengambil wudhu lalu keluar dari kamar mandi," mas di mana?"


"maju ke depan 3 langkah dan ke kanan lima langkah sayang."


"Di sini?" tanya Anta sambil kakinya meraba di mana letak sajadahnya.


"Iya, sayang." jawab Dantai sambil memperhatikan istrinya, Anta meraba di mana mukenanya lalu memakainya kemudian berdiri mengikuti Dantai yang menjadi imam sholatnya.


Setelah sholat Anta mencium punggung tangan suaminya lalu melepas mukenanya," Aku mau keluar ya?"


"Jangan di kamar aja ya mas masih ingin kita mengulang yang tadi malam," katanya sambil menarik Anta membawa kedalam pangkuannya.


Jemari tangannya bermain di area yang ia sukai," Sayang jangan langsung keluar tanpa ijin ku ya, karena jika aku berada di sisimu seperti saat ini, kau pasti mengenakan lingerie sayang."


Anta mebelalakan matanya," Jadi tadi malam mas ngasih aku lingerie? tanya Anta sambil mencubit paha Dantai, Dantai tertawa." Habis aku suka melihat mu ****."


"Kenapa kamu jadi mesum mas?"


"Kalau dengan mu otakku selalu mesum Sayang, makannya aku selalu ingin segera menikahi mu." katanya sambil terkekeh, tangan dan bibirnya sudah tak dapat di kendalikan tak lama kemudian pakaian mereka pun telah teronggok di lantai kamar.


Selama satu jam lebih mereka belum keluar, Anggota keluarga Anta dan Dantai sudah berada di meja makan akan memulai sarapan paginya.


"Sudah besan, gak usah menunggu mereka, kita sarapan dulu saja. Mereka pengantin baru jadi maklum kalau mereka masih di kamar saat ini," Kata Andi sambil terkekeh.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka pun keluar, kamar Anta yang sekarang tidak di atas melainkan di lantai bawah.


Terlihat rambut mereka masih basah.Mereka pun mengambil tempat duduk dan bergabung dengan mereka untuk sarapan pagi," Maaf kami terlambat bergabung." kata Dantai tersenyum.


"Iya gak papa kalian pengantin baru, kami maklum kalau kalian betah di kamar tapi jangan lupa isi perutnya," Kata Andi terkekeh, Harlan dan lainnya pun ikut ketawa.


Dantai tersenyum, Anta tersipu malu mencubit perut Dantai.


"Aduh sakit sayang." katanya sambil menggosok perutnya.


"Dan, kemarin Aril bilang sama Ayah kalau dia menyukai adikmu dan ingin melamarnya dan menikah kalau adik mu sudah lulusan dari SMU.


"Kalau aku terserah sama Salva, ayah dan ibu. Kalau Salva siap mau mengikuti Aril kuliah di Jakarta Dan gak keberatan, karena kalau anak permpuan yang sudah menikah kan lebih baik mengikuti suaminya yah."


"Kamu gimana ni Va sudah siap untuk jauh dari orang tua."


"Ya harus siap lah yah," jawab Salva tersipu. Harlan terkekeh mendengar jawaban Salva.


"Dan, apa kamu pulang dengan kami nanti?"


"Kalau Ayah harus segera pulang, Ayah dan ibu serta Salva silakan pulang pagi ini biar ku antar ke Bandara. Kami mungkin agak sorean yah."


"Ok! Ayah dan ibu serta Salva akan pulang Pagi ini." kata Harlan pada Dantai.


"Dan, papi dan mami juga akan ke jepang pagi ini, papi titip Anta ya tolong jaga dan perlakukan dengan baik."


"Pasti, Pi Dan akan jaga Anta dengan yang sebaik-baiknya dan berusaha menjaga perasaannya dan selalu menjadikan ratu di hatiku pi." kata Dantai sambil menoleh ke Anta lalu tersenyum.


"Aduh kak Dantai so sweet deh," kata Salva terkekeh.


Setelah selesai sarapan mereka pun mulai berkemas, Andi membawa koper-kopernya dan menaruh di bagasi mobil.


Begitu Pula Harlan juga memasukan koper-kopernya di bagasi mobil yang satunya lagi. Anta berdiri menunggu kepergian mereka. la begitu sedih mengingat mungkin ia akan begitu lama tidak bertemu dengan papi dan maminya.

__ADS_1


Andi menghampiri sang putri memeluknya, dikecupnya kening Anta,"Baik-baiklah bersama suami saat ini suami adalah surgamu, patuhilah dia sayang, papi tak akan selalu bersama mu sayang."


"An pasti rindu papi, Bagaimana jika An rindu dengan papi apakah akan datang kunjungi Anta?"


"Pasti papi akan kunjungi kamu di saat ada waktu, segera kasih cucu buat kami ya, jangan menundanya Dan akan memberimu yang terbaik."


"Jika Dan libur panjang nanti Dan dan Anta akan kunjungi papi dan mami serta nenek."


"Oh ya kami akan menunggu hari itu Dan," Kata Andi memeluk Dantai menantunya.


Rena memeluk putrinya dan menangis," Maaf jika mama selama ini tak ada waktu untuk kamu, di saat mama ingin dekat dengan mu tiba-tiba kamu menikah, rasanya mama sudah membuang waktu banyak untuk bersama dengan mu An, dan tak ada kesempatan bersama lagi namun mama bahagia kamu mendapatkan suami yang luar biasa, jangan lagi rendah diri karena kekurangan mu sayang, patuhi suami mu," kata Rena lalu mencium dahi putrinya.


Lalu Ira pun menghampiri menantunya lalu memeluknya," Ibu menunggu di Sana ya, Dan jangan dulu tinggal di apartemen, tinggal di rumah dengan ayah dan ibu banyak orang di sana jika Anta kau tinggal kuliah." kata Ira pada Anta dan Dantai.


"Kita lihat nanti ya bu," kata Dantai sambil memeluk ibunya


"Kau ini memang keras kepala seperti ayah mu." kata Ira kembali sambil memukul pelan pipi Dantai, Dantai pun tertawa.


Harlan memeluk menantunya,"Ayah tunggu di sana ya."


"Iya,yah."


"Kak An aku tunggu di sana, cepat menyusul ya," kata Salva memeluk kakak iparnya.


Akhirnya mereka masuk kedalam mobil masing-masing. Pak Man membawa mobil yang di tumpangi Andi dan Rena sedang rombongan keluarga Dantai akan dia atar Dantai sendiri ke Bandara.


"Sayang, mas antar ayah dan ibu dulu, kamu istirahat di kamar saja biar badan kamu fresh," kata Dantai mengecup kening istrinya.


Mobil pun berjalan meninggalkan rumah menuju Bandara.


Anta masuk ke dalam rumah di bantu bik Ijah hingga sampai ke kamar.


Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, terasa badannya remuk redam karena Dantai tak memberinya waktu cukup untuk Istirahat," Andai aku bisa melihat kembali, aku tak akan lelah melihat raut wajah mu Fif, oh ya Allah kembalikan lah pengelihatan ku," gumam Anta pelan.

__ADS_1


__ADS_2