Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Tentang Riko


__ADS_3

Seorang lelaki sedang duduk di cafe menikmati secangkir kopi expreso kesukaannya. hari ini dia melarikan diri dari pantauan ayahnya dan meninggalkan gurunya yang di rumah menunggu dengan gelisah. Riko Ardian Syah seorang putra orang pengusaha yang kaya raya di Jakarta. karena kenakalannya lah membuat ayah memutuskan untuk homeschooling.


Dengan penyamaran yang luar biasa ia kabur dari para bodyguard ayahnya. dengan menggunakan kaos hitam lengan pendek dan celana jins murah yang di pesan dari temannya.


memakai kumis dan cambang palsu serta kaca mata hitam bertengger di hidungnya.


Dreet! dreet!


Suara handphonenya di meja bergetar, dia meraihnya dan melihat pesan terlihat dari layar monitornya, Mutia.


Dia melihat foto yang di kirim Mutia. sesaat dahinya mengernyit, lalu tersenyum. Lalu jemarinya mulai sibuk mengetik kata-kata tanpa ia sadari seseorang sudah duduk di sebelah nya.


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri hah?" katanya, Riko yang mendengar suara itu terjengkit. "si@lan kau bikin kaget saja, Lihat ini siapa?" tanya Riko sambil menunjukkan potret seorang pada Billy temannya.


"Hah, Anta...? Dia di Surabaya ?" kata Billy sambil membelalakkan matanya.


"Yah Tia memintaku untuk memikatnya," katanya lagi.


"Dia tak tau kau sahabat Anta?" tanya Billi


Riko tersenyum," Ini akan membuatku tak sabar, sebentar lagi Tia akan masuk perangkap ku."


"Kau akan menikahinya," tanya Billy


"Yah orang tua kami sudah setuju, tinggal Tia aja yang mau nengok sana nengok sini." jawab Riko ketus


"Dia masih kelas Xl loh ko," kata Billy sambil menyesap kopi yang baru di antar oleh pelayan.


"Dia akan homeschooling seperti ku, daddy pasti setuju."


"Enak sekali Anta tinggal pindah saja, ada masalah. aku di skor 1 Minggu dan kau homeschooling karena ketangkap polisi di balapan liar." jawab Billy sambil terkekeh.


" Anta gak ke tangkap, makannya santai aja, sama bokap nya di pindah ke Surabaya, biar dekat neneknya." kata Riko


"Dia masih kontak sama teman lainnya, gak kapok dia masih mau ikut balapan liar?"


" Iya, Dia gak di kasih motor tuh sama bokap dia, tapi sama saja malah di kasih mobil sport."

__ADS_1


kata Riko lagi sambil tertawa.


"Lah kalau begitu sama juga bohong dong Ko, gak ada balapan motor, balap mobil pun jadi, itu si Anta gak kapok-kapoknya." kata Billy. merekapun tertawa mengenang sahabatnya itu.


"Tuan Anda di tunggu tuan besar di mobil," kata salah seorang dari 4 orang laki-laki berdiri di depan mereka.


Mereka terdiam seketika melihat bodyguard ayah Riko sudah berdiri didepan mereka Riko menghela nafas." si@l ketahuan," batinnya.


Riko berdiri setelah menepuk pundak Billy sambil berkata," gue pulang dulu, lain kali di sambung sekalian minta ACC bokap gue."


Riko berjalan dikawal bodyguardnya menuju mobil ayahnya. Dia masuk ke mobil tersebut dan mobil itu pun melesat pergi meninggalkan kafe tersebut. Didalam mobil tersebut ayahnya membuka suara.


"Sampai kapan kau terus seperti ini Ko?"apa ku kirim saja kamu ke Amerika saja ke nenekmu?" kata Raka


"Maaf dad, semenjak mommy meninggal aku kesepian dad, dad gak punya waktu untukku." kata Riko.


"Kau sudah besar Ko, daddy begini untukmu juga Ko, apalagi perusahaan sudah sangat besar, yang dipikirkan daddy bukan keluarga kita sendiri Ko, ada banyak keluarga yang bergantung pada perusahaan itu, karyawan daddy berpikirlah bijak nak!" jawab Raka ayah Riko. Riko menundukkan kepalanya.


"Ko tolong jangan bikin ulah lagi!" kata Raka lagi pada anaknya sambil mengacak rambut anaknya itu.


"Dad, boleh aku ke Surabaya, aku janji akan belajar sungguh-sungguh," tanya Riko dan ayahnya pun menggeleng.


"Akan Daddy pertimbangkan jika 3 hari ke depan kau patuh pada pak Lutfi dan belajar dengan sungguh-sungguh," jawab Raka kepada putranya.


...----------------...


Di tempat lain Dantai dan Anta keluar sekolah mengendarai motor setelah pertandingan usai.


Dantai mengendarai dengan kecepatan sedang, mereka menikmati hari itu dengan gembira tangan kiri Dantai tak lepas dari jemari tangan Anta.


Mereka berbincang-bincang dan bersenda gurau di sepanjang jalan yang mereka lewati


"Fif, kemana kita hari ini? tanya Anta di tengah perjalanan.


" Kemanapun yang kau mau,Han?" jawab Dantai


"Siapa Han ?" tanya Anta

__ADS_1


"Kamu, Honey." jawab Dantai sambil terkekeh.


"Jangan panggil begitu! telinga ku geli mendengarnya," kata Anta terkekeh mendengarkan jawaban Dantai


"Benarkah? apakah hatimu tidak juga berdesir ketika ku panggil Honey? hem," kata Dantai sambil menoleh ke belakang sebentar.


Anta menepuk punggung Dantai agar tetap fokus mengendarai motornya.


"Tidak biasa aja, fokus ke depan Fif aku gak mau kita berakhir di Rumah sakit," jawab Anta menyembunyikan rasa gugupnya.


Dantai tertawa," Kau berdebar Han, aku merasakannya dari sini."


Dantai menarik ke dua tangan Anta agar memeluk erat pinggangnya, sesuatu yang kenyal terasa merapat di punggungnya. Detak jantungnya berdetak kencang, rasa yang tak pernah di rasakan sebelumnya. Begitu pun Anta dia semakin merapatkan tubuhnya semburat merah terlihat di wajahnya yang menyembunyikan rasa gugup dan bahagianya, mampu dilihat Dantai dari spion motornya.


"Han," panggil Dantai


"Hem.., jangan panggil begitu Fif," kata Anta sambil meletakan dagunya di bahu Dantai.


Dantai terkekeh," Kau menolak ku panggil Honey tapi kau menyahut. Aku suka memanggilmu dengan sebutan itu, mulai sekarang aku akan memanggil mu honey, jangan menolak ya kalau menolak akan kucium kau."


"Ha..ha...ha...," Anta tertawa," Sejak kapan kamu seromantis ini Fif."


"Sejak kau peluk aku dengan erat, Han," kata Dantai sambil menggerakan badannya ke kiri dan ke kanan berulang kali menimbulkan getaran yang indah.


Anta merenggangkan pelukan nya dan memukul bahu Dantai dengan keras," Jangan nakal Fif."


"Ha ... ha ...ha ... tawa Dantai berderai maaf Han," katanya sambil tersenyum semir.


"Han, lebih erat lagi janji gak akan macam-macam." kata Dantai menarik kedua tangan Anta lagi agar memeluknya lebih erat. Anta pun memeluk Dantai dengan erat.


"Han ... lulus yuk kita nikah biar segera halal." kata Dantai sambil terkekeh kembali.


Anta terbelalak matanya mendengar kata-kata Dantai,lalu mencubit perut Dantai," Kita masih harus kuliah Fif."


"Menikah sambil kuliah oh indahnya, Honey. Jangan kawatir aku bisa menafkahi mu Han dari hasil lukisanku." kata Dantai dengan senyuman yang merekah.


"Aaaa ... aku bisa gila Han, kau belum halal Han ...! katanya lagi sambil sedikit berteriak

__ADS_1


Sementara itu, Anta di belakang melepaskan pelukannya sambil memukul punggung Dantai berulang kali," kalau begitu begini saja agar otak mu sembuh Fif, aku tak mau punya kekasih gila," kata Anta sambil tertawa yang disertai dengan tawa pria itu setelah mendengar jawaban Anta.


__ADS_2