Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Kunjungan Besan


__ADS_3

Setelah tahu Anta sedang hamil, Ira dan Harlan meminta kembali tinggal bersama mereka, alasan mereka pasti ingin ikut menjaga dan merawat Anta selama hamil.


Dantai pun tidak keberatan dengan permintaan orang tuanya.


Dulu Anta ingin tinggal di apartemen mungkin agar tidak tergantung pada orang lain, dan ingin memupuk kepercayaan dirinya karena semakin banyaknya orang yang menolongnya dalam hal-hal kecil membuatnya merasa tidak bisa berbuat apa-apa dan menjadi orang yang tak berguna karena tak mampu melakukan apa-apa.


Dia sangat bersyukur Dantai memahami perasaannya selama ini selalu mensupportnya dalam kondisi apapun.


Kebahagiaan menyelimuti keluarga itu, sejak anta berada di tengah-tengah mereka. Ira tak membatasi gerak langka Anta di rumah itu.


Sudah satu bulan Anta tinggal bersama orang tua Dantai. Dia merasa setiap hari dihujani dengan kebahagian.


Dantai seperti biasa dan tetap meniti karir bersama boy keponakan tuan Brian.


usaha yang semakin berkembang pesat, sebuah restoran yang di desain sedemikian rupa di mana di sana juga pusat pelelangan lukisan bagi yang ingin membawa lukisan terpasang di dinding restoran, namun bagi yang menginginkan lukisan yang baru sesuai keinginan mereka bisa menghubungi Dantai. Otomatikal dia banjir pesanan lukisan.


Beberapa waktu yang lalu Andi mengirim pesan bahwa hari ini akan datang mengunjungi putrinya yang sedang hamil.


Hari ini hari Minggu, sejak pagi hari sebelum sarapan Dantai sibuk menggodai sang istri. dari kemarin dia telah mendapatkan informasi keberangkatan mertuanya dari Jepang.


"Sayang, aku akan menjemput papi, mami dan nenek di Bandara apa kau ingin ikut sayang atau di rumah saja."


"Aku ikut mas."


"Ok! bersiap-siap lah kita akan berangkat sebentar lagi."


Anta bergegas masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian setelah itu keluar kamar.


Anta dan Dantai berpamitan pada ayah dan ibu untuk menjemput ayah, ibu dan neneknya Anta.


Ira telah menyiapkan 2 kamar satu kamar di atas satu kamar lagi di bawah untuk nenek Anta.


Anta dan Dantai memasuki mobilnya dan mobil itu berjalan membawa mereka berdua ke Bandara Singapura.

__ADS_1


30 menit perjalanan mereka tempuh dan sekarang mobil itu pun sudah memasuki terminal kedatangan.


mereka menunggu di terminal kedatangan. Dantai meminta Anta tetap dalam mobil sementara dia keluar dari mobilnya mencari keberadaan mertuanya itu. Tak seberapa lama Dantai melihat Papinya berjalan dengan menyeret 2 buah koper bersama dengan yang lainnya. Dantai segera menghampiri mereka mencium punggung tangan mereka satu-persatu.


Dengan gesitnya mengambil alih koper milik Andi menggeret menuju mobil setelah sampai dia pun menaruh dalam bagasi.


Anta keluar dari mobilnya ketika merasa mereka sudah dekat. Berdiri di samping mobil mobil menunggu pelukan kasih sayang orang tuanya.


Andi yang melihat putrinya berdiri di samping mobil langsung berjalan cepat menyongsong dan memeluk putrinya itu.


Rena pun melihat putrinya air matanya mengalir membasahi pipinya.


Setelah Andi meluapkan rasa rindunya pada putrinya kini giliran ibu dan lalu neneknya," Kau semakin cabi sayang," kata neneknya sambil menepuk pelan.


mereka masuk kedalam mobil begitu pun Dantai masuk kedalam mobilnya dan duduk di belakang kemudi.


Dantai memasangkan sabuk pengaman pada Anta lalu ia memasang sabuk pengamannya sendiri.


Dantai pun mulai menjalankan mobilnya meninggalkan Bandara, sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan namun yang membuat Dantai yakin ada suatu kenangan tersendiri pada mereka.


tangannya tak lepas menggenggam tangan Rena. Rena berusaha menenangkan hati dan memasang muka datar Agar tak di ketahui menantunya itu.


Mobil terus berjalan melintasi jalanan yang mungkin pernah di lewati Rena dan Andi. Anta mulai membangun percakapan dengan maminya.


"Mami sudah gak ada show."


"Gak ada sayang, sudah mami suru manager mami tidak mengambil job dulu sayang karena mami ingin mengunjungi mu."


Dantai pun mulai mengajak bicara dengan ayah mertua," Bagaimana bisnisnya papi, siapa yang akan menghendelnya di sana?" tanya Dantai pada Andi.


"Asisten papi yang papi percayai menghendel segalanya, andai tidak pergi pun ia akan menghendel segalanya. Papi tinggal menandatangani saja." katanya terkekeh.


Mobil masih berjalan, tak lama kemudian mobil itu membelokan mobilnya di rumah besar milik orang tuanya lalu berhenti di halaman rumahnya. Dantai melepaskan sabuk pengaman Anta lalu melepas sabuk pengamannya sendiri. lalu keluar dari mobil begitu dengan yang lainnya.

__ADS_1


Nampak ayah, ibu dan Salva telah menunggu di luar dengan antusias mereka menyongsong besannya itu.


Harlan memeluk Andi begitu juga Ira memeluk Rena dan Salva dengan keceriaannya menyambut sang nenek.


"Oh ini kah neneknya yang katanya kak Anta Cantik luar biasa, andai masih gadis aku pasti kalah," kata Salva sambil memeluk sang nenek.


Nenek terkekeh mendengar celotehan Salva, lalu mencubit pipi gadis itu.


"Aku baru tahu nek kenapa kak Anta begitu sangat cantik karena memiliki wajah nenek dan tante Rena."


Mereka tertawa mendengar kelakar Salva.


" Mari jeng masuk, jika capek langsung istirahat saja di kamar yang telah kami persiapkan."


Mereka masuk kedalam rumah, Andi merangkul putrinya. Ya Andi lah yang lebih dekat dengan putrinya itu di banding Rena. Dantai mengeluarkan 3 buah koper yang di bawah papi dan mami.


Dia memanggil pak Amru untuk membantu mengangkat koper-koper.


salah satu koper telah di taruh di kamar bawah. sementara 2 koper lainnya di letakan kamar atas di kamar yang di sediakan untuk Rena dan Andi.


Tak membuang waktu Andi pun menghabiskan waktunya bersama sang putri. Anta menggelayut manja pada sang papi menceritakan bagaimana rewenya Dantai ketika menghadapi keluhan kehamilannya.


"Papi tahu di awal kehamilan aku, benar-benar aku tidak bisa mencium bau bawang, sampai sekarang pun sama, apa yang Dantai lakukan dengan makanan ku?"


"Ia membuat resep makanan yang baru yang benar-benar bisa ku makan. Menganti dengan mencampur dengan keju, atau jamur."


"Jadi daddy jika nanti makan tidak ada oroma bawang daddy jangan protes ya.."


"Oh ya rasa papi tidak sabar menikmati masakan yang kata putri ku ini sangat lezat" tersenyum sambil menoel hidung mancung putrinya.


Andi mengusap perut Anta mencoba berkomunikasi dengan cucunya yang masih di perut putrinya itu.


"Hai cucu-cucu kakek kenalan yuk sama kakek mu yang tampan ini, sehat didalam ya, jangan rewel ya kasihan mami mu."

__ADS_1


"Yee, papi narsis nih dek," jawab Anta.


Andi tertawa," Tapi iya loh papi masih Gagah," katanya sambil memperlihatkan otot tangannya.


__ADS_2