Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Pulang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Pagi ini Anta sudah boleh pulang dari rumah sakit, dua keluarga sudah pada datang.


Mama Rena begitu bersemangat menyambut kehadiran cucu kembar.


Begitu juga bu Ira. Ruangan penuh sesak sudah seperti orang sedang kondangan, walaupun para nenek berbicara tak ada hentinya, si kembar tak terusik sedikit pun oleh celotehan mereka. Tidur dengan nyaman di gendongan mama Rena dan ibu Ira.


Dantai sedang mengurus administrasi rumah sakit. Setelah itu kembali keruangan perawatan dengan membawa kursi roda.


Dia membantu Anta untuk duduk di kursi roda lalu mendorongnya ke area parkir, menuju mobil-mobil mereka.


Anta duduk di kursi penumpang bersama mami Rena. Dantai duduk di belakang kemudi di samping papi Andi.


Sedangkan di mobil satunya ada lbu Ira yang mengendong Emir, nenek dan pak Amru yang berada di belakang kemudi bersama ayah Harlan.


Mobil berjalan membelah jalanan meninggalkan rumah sakit menuju kediaman Andi.


Mobil pun berhenti di halaman depan rumah. Mereka pun turun dari mobil. mama Rena berpesan pada Dantai untuk menempati kamar tamu dan Dantai pun menurut melihat kondisi istrinya.


Dantai memapah istrinya untuk berjalan masuk ke dalam rumah, dan berjalan melewati beberapa ruangan lalu ia pun masuk ke kamar tamu yang di jadikan kamarnya sekarang.


Di sebelah kanan ada sebuah kamar lagi yang sudah di rombak entah itu kapan.


Di berikan pintu penghubung dari kamar mereka ke kamar sikembar yang berada di sebelahnya.


Dinding warna biru tua paduan pink yang di desain sebegitu rupa hingga menimbulkan warna senada. Kesan dreamy yang menenangkan pada ruangan itu menciptakan warna kontras yang cantik.


dua box ada di dalam satu warna biru satu lagi warna pink.


Mama Rena meletakan baby Hira ke box warna pink, sedang kan Emir di box warna biru.


Mereka berkumpul, dan berbincang-bincang sesaat. Kemudian ibu dan ayah kembali ke rumah.


Antapun beristirahat di kamarnya.


hari ini disibukan dengan baby Hira dan baby Emir yang tak henti-hentinya menangis sudah di berikan asi pun masih menangis, mama Rena dengan kesabaran berusaha menenangkan baby Hira


Dantai menggendong baby Emir dengan membacakan doa "bismillahilladzi la yadlurru ma'a ismihi syaiun fil ardli wa la fis sama 'I wa huwas sami'ul 'alim " diulangnya 3 kali tak lama kemudian bayi itu pun tenang dan tertidur pulas. Lalu di baringkan kedalam box bayi berwarna biru.


Dia menghampiri mami Rena yang sudah nampak kelelahan,"Mam biar sini sama Dan saja, mami tidur sana Papi sudah nungguin tuh," katanya nyengir.


"Kamu ya Dan godain mami aja." kata Rena sambil memukul bahu Dantai

__ADS_1


Anehnya ketika baby Hira di gendong ayah dia menjadi anteng.


"Aduh dari tadi deh bilang kalau mau sama ayah, lihat omah sampai capek nih"


"Aduh omah aku gak bisa ngomong bisanya nangis doang," kata Dantai menirukan suara anak kecil. Rena terkekeh dan pergi meninggal menantunya.


di timangnya anaknya sambil berdoa "bismillahilladzi la yadlurru ma'a ismihi syaiun fil ardli wa la fis sama 'I wa huwas sami'ul 'alim " sebanyak 3 kali akhirnya baby Hira tertidur dengan tenangnya.


Dantai meletakan baby Hira kedalam box bayi warna pink. dikecupnya kedua kening anaknya lalu ia pun beranjak pergi keruang kamar utama tanpa menutup pintu sekat.


Dantai berjalan mendekati istrinya di kecup keningnya sang istri.


lalu berbaring atas di ranjang di samping istrinya.


...******...


jam menunjukan pukul 3.00 Dantai terbangun dan mengecek popok anaknya


ketika di rasa penuh ia menggantikan popok anaknya itu secara bergantian.


lalu ia pun mengambil air wudhu lalu melakukan sholat tahajud. setelah selesai tahajud ia ingin melanjutkan berdizikir tiba-tiba Hira nangis.


ia pun mengambil asi dari lemari es dan di hangatkan lalu diberi pada Hira.


Dantai kembali meneruskan membaca Alquran hingga waktu subuh, sebelum adzan berkumandang Dantai beranjak dari tempat duduknya. Pintu di ketuk dari luar pertanda papi sudah siap untuk pergi ke masjid.


"Iya pi, Sebentar."


Dantai berjalan menuju pintu di bukanya pintu dan papi sudah di depan pintu. Dia pun keluar dan menutup pintu perlahan. "mami sudah bangun pi?"


"Sudah, kenapa?"


"Anta belum bangun pi, ngak enak pi kasian juga sering terbangun untuk memberikan asi.


"Mam!"


"Yah?" jawab mami sambil tergopo-gopo menghampiri suaminya.


"Ada api?"


"Minta tolong barangkali si Kembar bangun mam,"

__ADS_1


"Iya pi, beres."


"Papi sama Dantai mau ke masjid dulu."


"Iya mami sholat di kamar Anta saja biar dengar si kembar kalau pas nangis.


Dantai dan Andi berjalan bersama menuju masjid. Ketika sampai di masjid suara Adzan pun berkumandang.


Setelah menunggu Adzan selesai di kumandangkan dan iqoma pun di lantunkan maka mereka pun melaksanakan sholat Subuh berjamaah.


Setelah selesai mereka pun kembali ke rumah.


Sesampainya di rumah Andi pergi ke kamarnya begitu juga Dantai.


Dantai sampai di kamar melihat Anta sudah terbangun dari tidurnya dan sedang menyusui Emir, sementara Hira masih terlelap di dalam boxnya.


Dantai menghampiri istrinya, terlihat tampak dengan tenang Emir menyedot sumber makanannya dengan lahapnya. "Hai apa anak ayah begitu sangat lapar?"tanya Dantai pada putra kecilnya itu.


saat pasokan air susu sebelah kanan mulai menipis, Emir pun menangis, Anta pun memindahkan Emir di bagian dada kirinya.Ia kembali menghisap dengan lahapnya sambil tangan memegang erat sumber makanannya itu seolah tak boleh seorang pun memintanya."


Dantai terkekeh, "apa itu milik mu?" tanya sang ayah pada putranya, Emir tak menghiraukannya tangan bayi itu semakin mencengkram.


Dantai tertawa dan mulai menggoda sang putra dengan memegang tangan putra menjauhkannya dari sumber makanannya membuat tangan Emir yang lain memukul tangan Dantai dengan keras.


Dantai tertawa," mas jangan ganggu dia!" perintah Anta sambil memukul sekenanya.


"Au, hai kau mengaenainya," katanya penuh dramatis.


"Mana ada, aku bisa membedakannya tahu."


Dantai terkekeh," Istri ku telah mengenalnya."


"Apaan sih mas?"


Dantai masih menatap putranya menyusu dengan sangat tenang tiba-tiba saja kepalanya di tarik kebelakang dan melepaskan punting sumber makanannya begitu saja sambil wajah mendongak ke arah ayahnya dan tersenyum.


"Hai jangan begitu sayang bunda sakit," katanya sambil menatap ngeri.


di raihnya putra kecilnya itu lalu di gendongnya," Sakit bun?"


"Sedikit, Emang dia kayak kamu sih," kata Anta yang sekarang justru menggoda suaminya.

__ADS_1


"Eh? mana ada?" aku membuatmu senang bun." katanya sambil terkekeh dan pergi meninggalkan Anta di kamar sendirian.


Anta mengelengkan kepalanya beranjak dari duduknya dan mengambil Handuk lalu pergi kamar mandi, Anta masuk kedalam dan menutup dengan pelan. Tak lama kemudian terdengar demericik di kamar mandi.


__ADS_2