Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Hira


__ADS_3

Setelah itu ajak dia berlibur, bawah ketempat romantis, sudah lama dalam kegelapan, mungkin ia merindukanmu, Dan," jawab Rio


Dantai memukul bahu Rio, dan mereka tertawa bersama.


Satu jam kemudian perawat datang dan membawa Anta keruang pemeriksaan dengan menggunakan bankar dorong,


Dantai pun mengikuti mereka, setelah sampai di ruangan Dantai mengenakan jas dokter yang di berikan oleh pemilik rumah sakit.


di sana di lakukan pemeriksaan CT scan di bagian kepalanya dan Dantai yang langsung memeriksanya dia begitu takjub akan kebesaran Ilahi, yang mungkin otak manusia tak akan sanggup menjangkaunya. Bayangkan saja yang tadi otak besar mengalami kerusakan akibat kecelakaan di masa lalu dan ini pun tidak bisa di jelaskan dalam dunia kedokteran.


Setelah selesai Anta di bawa kembali keruangannya dan pasien lainnya pun datang, Dantai memeriksa dengan sangat teliti dengan Pemeriksaan radiologi denganĀ rontgen, CT-scan atau MRI kepala. Pemeriksaan di periksa secara Detail, kemudian Dantai menjelaskan bahwa pasien bisa melakukan operasi untuk memulihkan pengelihatannya, kemungkinan keberhasilan 80% .


"Trimakasih Dok, tolong lakukan yang terbaik saya akan memberikan apapun untuk Anda jika Anak saya sembuh," pintanya


"Jadi dia putri Bapak?" tanya Dantai.


"Iya, dia putri saya ," jawabnya sambil menghapus air matanya di sudut matanya.


"Bantu saya doa yaa pak dalam membantu kesembuhan putri Bapak, satu minggu kedepan jadwal operasinya, agar operasi berjalan dengan baik," kata Dantai menjabat tangan beliau lalu kembali keruangan Anta.


Di sana masih berkumpul mertuanya juga anak-anaknya, Dantai mendekati sang mertua. "Pi, minta tolong anak-anak bawa pulang sudah siang, besok 'kan Anta juga akan pulang aku minta dirawat di rumah, agar jika anak-anak ingin bertemu Anta tidak harus di rumah sakit. Gak baik anak-anak di rumah sakit, Pi."


"Aku juga akan pulang, Om Andi diantar pak man 'kan?" tanya Rio pada Andi


"Iya, di antar Pak Man, Yo," jawabnya

__ADS_1


"Aku sama Om Rio, yaa Kek?"pinta Hira.


Andi menggangguk, Hira pun berlari ke arah Rio, menarik tangan lelaki itu, pria itu hanya tersenyum mengikuti lari gadis kecil itu, sesampainya didekat mobil Rio mengarahkan remove kontrolnya, dan Hira pun masuk ke dalam begitu juga dengan dirinya yang duduk di belakang kemudi dan menjalankan dengan kecepatan sedang.


"Mau kemana kita? Kau begitu bahagia Ra." kata Rio sambil terkekeh.


Hira menyalahkan tape dan mendengarkan musik dengan kepalanya mengangguk dan digoyangkan ke kanan dan ke kiri. "Kemana asal sama Om."


Melihat anak sahabatnya itu membuatnya terkekeh. "Kenapa kau begitu bahagia?"


"Ya, aku sangat bahagia, karena ada Om," jawabnya sambil tertawa. "Om ini sudah tua loh, masak jalan sama orang tua suka sih?" tanya Rio sambil terus fokus mengemudi.


"Gak tahu, sih. Seneng saja gitu loh Om," jawab dengan masih menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


"Apa Om gak seneng jalan sama Hira," tanyanya


"Jangan dong, gak enak sama istrinya," kata Hira.


Mendengar ucapan Hira Rio pun terdiam sekarang ia baru ingat jika dia sudah punya istri. Dia tersenyum untuk menghilangkan rasa canggung.


Dia terus mengemudikan mobil kearah wisata. "Kita kemana nih Princess, mau ke taman ataukah di pantai."


"Kita ke pantai saja yaa, Om," pinta Hira.


"Ok! Princess siapa takut," kata Rio mengarahkan mobilnya ke wisata pantai, namun sebelum mereka mampir ke Masjid dulu untuk melaksanakan sholat duhur.

__ADS_1


...----------------...


Di rumah sakit, tempat di mana Anta dirawat di ruang VIP, sudah mulai sepi hanya tertinggal dirinya dan istrinya yang masih berbaring lemah.


Perban masih melingkar membalut keningnya, ia tersenyum pada pria yang berjalan perlahan mendekatinya, pria yang sekian lama dirindukan sosok dan wajah yang tak mampu ia lihat.


Dantai menatap kekasih hatinya yang telah lama tak pernah menatap wajahnya dengan cinta hanya tatapan kosong dan mencari-cari keberadaannya, yang selalu ia sebut dalam setiap doa malamnya, agar kekasih halalnya ini mendapatka cahaya matanya dengan cara apapun yang menurut Robby-Nya baik. Dantai duduk didepan ranjang sang istri mengenggam jemari tangannya dan berkata," Aku merindukan tatapan ini An, sudah lama sekali tak kunikmati, hingga ingin ruangan ini hanya ada dirimu dan diriku," kata sambil mencium bibir merah yang mereka menikmati rona merah yang membias karena malu seorang remaja yang sedang pertama kali jatuh cinta, setelah itu mereka pun tertawa ada air mata yang menetes di pipi lelaki tampan itu, ketika istrinya benar-benar bisa melihat kembali.


"Dan, Trimakasih. Selalu ada untukku, saat dalam keadaan sulit, maupun senang, membuatku kuat melakukan apa saja, membuatku seperti orang normal pada umumnya, Aku seperti seorang gadis yang bertemu cinta pertamanya," kata Anta tertawa.


Dantai terkekeh melihat bidadari hatinya itu tersenyum malu-malu. Jika tidak dalam ke adaan sakit pasti akan di bawanya ke peraduan mengungkungnya dalam pelukannya.


Waktu seakan berjalan cepat, suara adzan duhur berkumandang, Dantai, membantu sang istri ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan mengantarnya ke ranjang. Lalu ia kembali ke sana untuk mengambil air wudhu dan sholat berjamaah bersama sang istri. Anta melakukan sholat duhur dengan duduk di atas ranjang, karena tubuhnya belum bisa dibuat berdiri.


Setelah melaksanakan sholat duhur empat rokaat, mereka memanjatkan doa syukur penuh hikmat atas karunia ilahi yang memberikan.pengelihatan kembali pada Anta, wanita yang dicintainya sepenuh jiwa hingga di Jana nanti. selesai berdoa, ia melipat sajadahnya dan kembali duduk di depan ranjang Istrinya menikmati mata yang terlihat bersinar mengagumi dirinya.


"Kenapa kamu senyum-senyum begitu, Bun? Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Dantai sambil menatap wajah nan cantik itu.


"Kau tidak berubah, Dan. Bahkan lebih tampan dari yang pernah ku bayangkan, dan selalu punya ide untuk mengusir mereka agar kita bisa berduaan, untungnya papy dan mommy tahu maksudmu. Andai tidak, kau pasti akan tetap duduk di pojokan sana sambil melihat ke arah sini," katanya sambil tertawa.


"Yaa, kau benar Bun. Mereka akan memonopolimu sepenuhnya, dan aku pasti menahan rindu di sana saat kau menatapku penuh dengancinta," katanya


sambil terkekeh.


Anta terseyum, menatap mata dalam tangannya meraba wajah tampan itu. "Dulu ini yang selalu ku lakukan untuk membayangkan betapa tampannya dirimu, sekarang aku tidak perlu lagi melakukannya dan membayangkannya karena aku bisa melihat senyummu dan aku rindu dengan lesung pipitmu itu.

__ADS_1


Aku rindu dengan mata yang selalu menatap penuh cinta, dan aku rindu menatap tubuh yang kekar ini," katanya sambil meraba dada bidang suaminya itu membuat Dantai memejamkan mata menikmati lembut cinta istrinya semakin mekar dan berseri.


__ADS_2