Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Merajut Kasih


__ADS_3

Sedangkan dia hanya sekedar keinginan yang tak mungkin terwujud untuk selamanya. Mungkin suatu saat hati dia pun akan berubah berjalannya usianya, jadi apa yang perlu kaurisaukan.


Cintamu, Mas Yo," jawab Jasmine


Rio menghela nafas memandang tubuh polos istrinya. "Aku akan berusaha mencintaimu jas, tangannya membelai lembut di sela-sela keindahan dari tubuh sang istri dan bibirnya pun mulai mengembara mencari kesenangan di dalam tubuh itu. Hingga berapa saat saling memberikan sentuhan kehangatan sampai akhirnya mereka bergelut dengan peluh dan hasrat yang menggelora dengan cuaca yang begitu sejuk dalam kemesraan mereka.


Walau semua tidak harus terpenuhi sesuai keinginan hati masing-masing. Akan tetapi perlu untuk saling mengisi kekosongan yang ada di hatinya mereka, "Jangan katakan apapun cukup nikmati saja kebersamaan kita, jika kau cemas itu akan mempengaruhi kandunganmu. Jadi lepaskan saja dan nikmati apa yang ada di depan kita, tanpa harus berpikir bagaimana atau andaikan dan sebagainya. Hiraukan semua kata itu cukup tataplah aku dan nikmatilah apa yang ingin kuberikan padamu jas," kata Rio.


Dia menatap wanitanya dan berkata, "Jangan lagi bertanya soal itu, kau sudah tahu jawabannya, jadi jangan melukai diri sendiri karena aku pun ingin membalut lukamu dengan perlahan, tak akan bisa kulakukan dengan cepat karena ini adalah masalah hati yang mungkin kamu tahu sendiri, bahwasanya itu sangatlah sulit.


Aku tidak bisa memilih dan tak akan memilih apapun atas hidupku karena sudah ada di depan mataku, suka ataupun tidak suka ini adalah hidupku, bersamamu menggenggam tanganmu, dan meraih semuanya denganmu, tak ada orang lain selain dirimu di mataku, juga di hidupku cukup itu saja yang harus kamu masukkan dalam pikiran dan hatimu, cinta akan datang sendirinya seiring waktu bersama kekagumanku padamu, walaupun hanya sedikit saja tapi akan ku buat itu menjadi bukit yang indah di hatiku entah kapan, aku pun tidak tahu kuharap kau mau menunggu saat itu,"

__ADS_1


Rio terus berbicara sambil memberikan keindahan istrinya meraih gairah cinta asmara dan hasrat yang menggelora menjadi satu menimbulkan gejolak rasa yang begitu memabukkan. cukup lama ya bermain di atas tubuh istrinya dengan sangat lembut, hingga mencapai puncak kenikmatan yang amat sangat yang membuatnya merasa puas lalu mengecup kening sang istri dan berbisik, "Aku selalu menyukai yang ini maka jika kau resah bangkitkanlah rasa ini, agar aku tetap menatap matamu, wajahmu, senyumanmu, hatimu dan tubuhmu.


"Mas Yo, aku sangat mencintaimu walau kau belum bisa cintaiku," kata Jasmine.


Rio menjawab, "Aku tahu dan aku bahagia karena kau sangat mencintaiku, melebihi aku mencintai diriku sendiri aku akan berusaha membalas cintamu itu, tapi bersabarlah karena hati tidak mudah begitu saja untuk berubah. Saat ini aku menyukai ini dari dirimu cukup itu yang harus kau tahu, agar kau bisa merubahnya menjadi cinta yang sesungguhnya untukmu, ini bukan hanya sekedar nafsu birahi dari seorang pria, akan tetapi perhatianku padamu pun sangat besar, lebih hasrat lagi kelakianku."


"Kau sangat cantik cukup membuatku menggila saat seperti ini jadi Jangan cemas cukup nikmati kegilaanku padamu, Jas," katanya kembali.


Jasmine melihatnya dan dan menelan salivanya sendiri dia terpaku menatap suaminya yang berdiri dekatnya. Tanpa bicara Rio menarik selimut istrinya dan berkata, "Cepat mandilah Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, Apa perlu aku mandikan."


"Tidak perlu aku akan mandi sendiri," kata Jasmine dengan wajah merona karena malu, dia mengambil selimut dan ingin menutup tubuhnya namun segera diambil oleh Rio.

__ADS_1


"Tidak perlu ditutupi berjalan seperti itu saja lebih menarik," katanya sambil tertawa dan jika kau menggunakan selimut aku takut kau terjatuh, ingat kandunganmu itu jas jadi tidak perlu kau tutupi karena aku sudah tahu semuanya.


Jasmine pun pasrah Ia pun jalan dengan tubuh polosnya dengan di ikuti tatapan suaminya hingga mencapai pintu kamar mandi, dia pun segera menguncinya dan masuk dalam bathub lalu menikmati kehangatan air hangat dan aroma terapi.


Beberapa saat ia menikmati sentuhan hangat dari air yang ada dalam bathub. Melepaskan semua rasa kecemasan yang ada di hatinya untuk sesuatu hal yang mungkin tidak perlu dicemaskan, betul kata suaminya bahwa dia adalah satu-satunya wanita yang saat ini ada di kehidupan suaminya, yang bisa dia sentu dan rasakan keberadaannya. Suaminya tak akan menolak dengan keadaan takdir mereka berdua, walaupun hati belum bisa menyatu tapi tubuh dan jiwanya sudah saling merasa dan saling memiliki, itu sudah cukup baginya, andai suatu saat nanti Rio bisa mencintainya dan menempatkan dirinya dalam hatinya sepenuhnya, tanpa ada wanita lain walau itu sangat mustahil bagi dirinya, untuk menjadi satu-satunya di hati suaminya, tak perlu serakah cukup ruang kecil saja membuatnya sangat bahagia, tak butuh ruang yang besar dan indah, cukup saat sebelum ia pergi sudah menempatkan namanya di dalam relung hatinya yang paling dalam.


Di ruang lain di tempat Anta dan Dantai di sebelah ruangan ruangan milik Rio. Kemesraan pun terjadi pada mereka dengan deraian tawa diiringi dari kegiatan panas mereka. Dantai merasakan sesuatu yang benar-benar lain, dulu sewaktu Anta belum bisa melihat maka dialah yang lebih aktif untuk menyirami cinta mereka berdua. Sekarang begitu berbeda karena mereka saling memuja sama yang lainnya, saling mengagumi dan saling menyentuh tubuh dan hati mereka. Geloranya begitu dahsyat membuat mereka saling berpeluh resah.


Irama desah indah mewarnai aktivitas mereka hingga membuatnya semakin bersemangat. Dantai terus bermain di atas tubuh istrinya, kadang ada di bawah ataupun di atas. Beberapa macam permainan dilakukan hingga membuat nya menguras tenaga yang begitu berlebihan, cinta semakin menggelora bersamaan dengan hasrat dan gairah yang semakin memuncak, menimbulkan rasa yang begitu nikmatnya yang tak sanggup di untai dengan sebuah kata-kata mesra, yang dibisikkan di telinga, hanya sentuhan yang mewakili semua perasaan yang ada dalam diri mereka.


Tak perlu berbicara banyak untuk menyampaikan sebuah perasaan cukup lakukan sesuatu yang disenangi pasangannya masing-masing, akan lebih membuat hidup mereka lebih bergairah dan bahagia, Andai badai menerpa maka mereka akan menghadapi bersama dengan genggaman tangan dan senyuman. Seandainya ada air mata yang terlanjur jatuh maka mari saling membalut luka dengan senyum dan tawa.

__ADS_1


__ADS_2