Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Galau


__ADS_3

Dia istriku maaf tak mengundang kalian, dia wanita pilihan orang tuaku, waktu itu ayahku sakit dan memaksaku untuk menikah awalnya aku menolak namun ketika aku melihat wajahnya mirip putrimu, aku menyetujuinya, Dan maafkan aku mungkin aku sudah tidak normal lagi mencintai anak kecil." Dantai terdiam di seberang sana Rio memanggilnya berulang kali, hingga ia tersadar dari rasa terkejutnya. " Iya, Yo. Aku menganggap itu kasih sayang yang wajar, kau menyayangi Hira seperti putrimu sendiri, aku juga minta maaf padamu memanfaatkan kasih sayangmu pada Hira, Hira begitu menyayangimu hingga jika kau datang la lebih suka bersamamu, sesekali telponlah dia. Aku tidak sampai hati membohonginya," kata Dantai. "Ya, akan ku usahakan untuk menghubunginya, Dan." Dantai mengucapkan maaf sekali lagi lalu mengucapkan salam dan sambungan telepon terputus.


Dantai termangu menatap hampa ruangannya. Entah 'lah kenapa hatinya sedih bukan ia senang Rio menikah di usia 26 tahun, apa dia menaruh harapan besar pada temannya itu dia pun tak tahu, yang dia tahu saat ini ada ruang kosong dalam hatinya.

__ADS_1


Begitu pula Rio yang ada di Surabaya semenjak selesai diwisuda dengan predikat cumlaude. Dan sekarang ia sedang mengelolah perusahaannya Ayahnya, ia termangu diatas balkon rumahnya. Sebuah suara merdu mengagetkannya tujuh bulan yang lalu ia menikah dengan Jasmine dan saat ini Jasmine telah hamil enam bulan. "Mas aku mencarimu, apa kau tidak bekerja hari ini? tanya Jasmine pada Rio suaminya. "Ya ini aku akan berangkat sekarang." Di kecupnya bibir dan keningnya.


Begitu pula Rio yang ada di Surabaya semenjak selesai diwisuda dengan predikat cumlaude. Dan sekarang ia sedang mengelolah perusahaannya Ayahnya, ia termangu diatas balkon rumahnya. Sebuah suara merdu mengagetkannya tujuh bulan yang lalu ia menikah dengan Jasmine dan saat ini Jasmine telah hamil enam bulan. "Mas aku mencarimu, apa kau tidak bekerja hari ini? tanya Jasmine pada Rio suaminya. "Ya ini aku akan berangkat sekarang." Di kecupnya bibir dan keningnya. Rio berjalan keluar rumah masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan kediaman menuju ke perusahaannya. Tak seberapa lama kemudian dia sampai diarea parkir perusahaanya. Ia pun keluar dari mobilnya, lalu berjalan melewati lobby dan menaiki lift menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


Rio pun mulai mengetik pesan pada istriya untuk tidak usah menunggunya karena ia akan kerja lembur. Setelah selesai mengirim pesan pada istrinya Rio kembali fokus dengan file yang ada di mejanya. Menandatangani file-file perjanjian dengan kliennya. Tak seberapa lama Yudi asisten pribadinya mengetuk pintu, Rio mendongak dan menyuruhnya masuk, Yudi pun masuk ke ruangan yang memang pintunya tidak tertutup. "Maaf pak ada pertemuan dengan klien hari ini jam 10.00. ia melihat jam tangannya. "Ok! kita berangkat sekarang juga, sudah kau siapkan Filenya." Yudi mengangguk. "Sudah, PAK." Rio beranjak dari tempat duduknya, berjalan keluar sambil menyerahkan kunci mobil pada asistennya. Mereka berjalan melewati beberapa ruangan lalu masuk kedalam lift yang membawanya kelantai dasar, pintunya pun terbuka ia keluar dan berjalan menuju area parkir, masuk ke dalam mobil dan mobil itu pergi meninggalkan gedung perusahaannya. menuju restoran bintang lima. Mereka pun masuk kedalam nampak kliennya menunggunya di sana. Mereka pun saling berjabat tangan dan duduk berhadapan. Nampak mereka serius membicarakan kerjasama mereka Yudi pun menjelaskan dengan melalui laptopnya pada klien, terlihat mereka sangat puas dengan penjelasan Yudi, mereka menyetujui perjanjian kerja sama setelah itu mereka pun makan siang bersama. Setelah itu Rio dan Yudi kembali lagi ke kantor. Mobil berjalan dengan kecepatan sedang menuju ke kantor. setelah sampai mereka berjalan melewati lobby lalu masuk kedalam lift kemudian keluar saat sudah berada di lantai di mana ruangan kantornya berada. Rio berjalan memasuki ruangan kerjanya lalu masuk kedalam kamar mandi yang anda di ruangan privasi, setelah mengambil air wudhu ia pun melaksanakan kewajibannya sholat dhuhur. setelah selesai sholat, dzikir dan berdoa, Ia pun merebahkan tubuhnya keranjang melepaskan penat sesaat dengan kaki yang menjuntai ke bawah. Terdengar suara dering telpon di saku celananya, diambilnya dan dilihatnya ada panggilan Video nomer tak dikenal, ia pun menerima panggilan video, dan ia terkejut ternyata Hira, nampak di layar penuh dengan wajah yang menggemaskan itu. "Assalammualaikum, hello Om, kenapa gak main ke sini lagi, kata ayah Om sudah punya tante dan mau punya anak." Sangking terkejut Rio sampai terbengong, rasa bahagia menyeruak di hatinya, Suara panggilan dari Hira membuatnya tersadar. "Wa'alaikumsalam, Cantik. Apa kabarnya." Hira cemberut. " Kabar Hira buruk, karena Om menikah gak bilang- bilang Hira." Rio pun terkekeh. "Maaf yaa, Om gak sempat kabari Hira, karena ayah Om juga lagi sakit. Hira tersenyum. " Tidak apa-apa, tapi Om mendapatkan hukuman seumur hidup om untuk menelpon Hira setiap hari jam segini." Rio tertawa. "Bagaimana kalau jam kerja saja sabtu dan minggu libur. Hira berfikir sejenak membuat Rio semakin gemas. "Ok! Baiklah, janji yaa."


Rio mengangguk dan sambung telpon terputus.

__ADS_1


__ADS_2