Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Kepulangan Dantai


__ADS_3

Pertunjukan sudah usai, seseorang petugas acara menyampaikan bahwa ada yang ingin bertemu dengan Anta dan Dantai di ruang tunggu. Mereka pun ke sana nampak Riko dan Billy menunggu mereka di sana.


Anta dan Dantai menghampiri mereka, " Maaf ada keperluan apanya? " tanya Dantai


"Minta bantuan Anta tepatnya kalian berdua, kemarin Anta tak bisa memutuskan karena belum bicara dengan mu, kali ini kamu ada sekalian aja." kata Rio


"Bagaimana kau tahu kalau dia...?" tanya Anta dengan tatapan serius.


" Terlihat camestrinya begitu kuat," kekeh Riko


"Apa sih yang mau kalian bicarakan?" tanya Dantai. Sambil menatap mereka bergantian.


Riko menjelaskan apa rencana mereka, awalnya Dantai keberatan tapi Riko menjamin bahwa itu hanya rekayasa tipuan kamera saja, Akhirnya Dantai pun menyetujui. Malam makin larut mereka pun pulang Dantai dan kawan-kawan ke hotel sedangkan Anta ke rumah nya untuk beristirahat.

__ADS_1


Pagi pun datang menyapa insan manusia menjejaki dunia untuk mencari kesibukan di muka bumi. hari ini adalah hari terakhir mereka di Jakarta dan di gunakan berjalan-jalan di Jakarta. Awalnya mereka merencanakan berjalan-jalan dengan Alex karena Anta pun menyusul mereka di hotel maka Dantai dan kawan-kawan berada di mobil Anta mereka berkeliling Jakarta menikmati hari terakhir mereka dan kebetulan juga hari Minggu.Ahirnya Alex hanya bersama Lila dengan rencana mereka sendiri.


Mereka benar-benar memanfaatkan waktu untuk healing dan sore harinya mereka akan kembali ke Surabaya pada penerbangan jam 4 sore.


waktu merambat dengan cepatnya dan saat ini waktu menunjukkan pukul 4 sore mereka sudah duduk di pesawat mereka yang sebentar lagi lepas landas. perjalanan mereka di tempuh selama satu jam setengah dan jam 5.30 mereka sudah sampai di bandara Juanda, mereka singgah dulu ke masjid untuk menunaikan ibadah. Setelah sholat magrib mereka pun pulang ke rumah masing-masing dengan di antar pak To sopir Dantai. Dantai terakhir sampai di rumah yang di sambut teriakan heboh adiknya Salva. Salva dengan gembira membawa semua oleh-oleh yang di beli di Jakarta tak lupa ia memberikan beberapa kepada Pak To untuk di bawa pulang ke rumah buat anak dan istrinya. Dantai langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri, mengganti pakaiannya dan beribadah. Setelah itu membaringkan tubuhnya ke ranjang, menghilangkan kepenatan dari kesehariannya tadi tanpa menghiraukan teriak adiknya yang membuka bungkusan oleh-oleh yang ia bawa. Salva berlari menuju kamar kakaknya sambil membawa sebuah kotak yang berisi hadiah untuknya sebuah jam gelang yang sangat cantik dan ada tulisan di secarik kertas.


Buat yang manis dan imut, rajin belajar ya... agar bisa lulus dengan nilai bagus.


"tok...tok"


"Krieet"


Suara pintu terbuka dan menyembul lah kepala gadis kecil itu menengok kedalam kamar kakaknya, "ya... sudah tidur..." gumamnya pelan dan kembali menutup pintu dengan pelan.

__ADS_1


Ia pun melangkah kan kakinya menuju kamar nya sendiri.


Pagi harinya bik Mirna sudah sibuk membuatkan sarapan untuk kedua anak majikannya dan telah menyiapkannya di meja makan. Dantai dan Salva keluar kamar dengan pakaian seragam sekolahnya sedang menuruni tangga menuju meja makan. Salva mengejar langkah kaki kakaknya sambil membawa kotak hadiah yang akan di tunjukan tadi malam pada kakaknya, " Kak ini dari kak Anta ya?" tanyanya sambil menunjukan kotak hadiah yang terbuka.


"Hem." jawab Dantai tanpa menoleh dan terus berjalan menuruni tangga menuju meja makan lalu menarik kursi dengan pelan kemudian duduk di kursi itu dan mulai mengambil sarapannya di ikuti adiknya yang duduk di sebelah dengan mengerucutkan bibirnya karena tak di hiraukan kakaknya itu. Salva menaru kotak di atas meja makan lalu mengambil rotinya dan mulai memakannya dengan lahap, Dantai menoleh dan terkekeh, "Begitu saja cemberut dek."


"Habis dari kemarin sore loh, kak Dan gak memperhatikan Salva, pulang-pulang langsung tidur. gak tanya apa gitu sama Salva tapi di tanya gak di jawab kan kesel jadinya kak."


Dantai pun tersenyum sambil mengusap kepala adiknya dengan sayang," iya, itu dari kak Anta kemarin malam gak sempat bilang karena kakak sudah capek banget begitu kepala menyentuh bantal kakak langsung tertidur, di pakai biar tau jam gak keluyuran sepulang sekolah," kata Dantai sambil mengambil jam tangan hadiah dari Anta untuk adiknya lalu di pakaikan di tangan adiknya.


"Eeeh! gak kebalik tuh kak, kakak tuh yang begitu sama kak Anta, mana bisa aku begitu? Kan di jemput pak To, gak bisa pulang sendiri," kata Salva sambil memajukan bibirnya kearah Dantai.


Seketika Dantai tertawa." Sudah makannya? kalau sudah ayo berangkat sudah ditunggu pak To diluar!"

__ADS_1


"Bik, kami berangkat ya..!" teriak mereka berdua


"Iya, Non...Den...!" terdengar teriakan dari bik Mirna yang masih ada di dapur. Mereka pun bergegas meninggalkan meja makan dengan menyangkutkan tasnya di punggung mereka dan melangkahkan kaki keluar rumah menuju mobil yang sudah terparkir di halaman rumah mereka, pak To tergopo-gopo membukakan pintu mobil untuk anak majikannya dan setelah mereka masuk dan duduk di bangku penumpang ia pun menutup pintu mobil dengan rapat lalu ia pun masuk ke mobil dan duduk di bangku kemudi dan mulai menjalankan mobilnya menuju sekolah masing-masing. Tak lama kemudian mobil berhenti di sekolah Dantai, Dantai pun keluar mobilnya setelah Salva mencium punggung tangannya lalu menutup pintu mobil dengan rapat. mobil itu pun berjalan kembali meninggalkan sekolah Dantai. Dantai pun berjalan dengan santai memasuki gerbang sekolah, nampak sekolah sudah begitu ramai karena jam sudah menunjukkan jam 7 kurang 15 menit dan sebentar lagi bel masuk berbunyi, ia berjalan memasuki koridor sekolah, ia pun mengeryitkan dahinya ketika berapa siswa melihatnya padangan iba, setelah siswa itu keluar dari kerumunan siswa lainnya yang berdiri di di depan majalah dinding sekolah, rasa penasaran membawa langkah kakinya ke arah di mana banyak siswa berdiri di sana, ia pun berdiri tepat di depan majalah dinding itu dan melihat pajangan foto di sana ia menghembuskan nafas panjang menghilangkan kan rasa panas di hatinya walaupun ia tahu itu bukan yang sebenarnya, karena pada waktu itu ia pun ada di sana, namun foto itu tetap membuatnya cemburu pada pria yang ada di foto itu, di mengambil foto- foto yang ada di mading lalu dia pun pergi dari tempat itu menuju kelasnya. Sesampainya di kelas ia pun duduk di samping Rio tanpa memperdulikan tatapan ketiga teman itu.


__ADS_2