Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Persaingan Antar Cewek


__ADS_3

Hari ini adalah kompetisi basket antar sekolah dia sudah siap dengan kostum dan sepatu basketnya menuruni tangga menuju ruang makan ibu sudah duduk di meja makan begitu juga Salva yang telah mengenakan seragam SMP, Dantai duduk di antara ibu dan Salva.


"Dan, ibu nanti langsung ke bandara ya, hati-hati di rumah. dan jangan macam-macam ya! Itu gadis yang kamu kenalkan ibu kemarin siapa?


Apa pacar kamu? Gak boleh pacaran Dan!" kata ibu penuh penekanan.


"Gak bu, kami hanya teman kemarin juga datang ke rumah Anta juga rame-rame bu," jawab Dantai berbohong. Salva terkekeh mendengar jawaban kakaknya.


"Apa sih Va?" tanya Dantai dengan mengacak kepala Salva yang tertutup ijab.


"Berantakan ini ijab Salva." kata Salva dengan mengerucutkan bibirnya.


"Sudah-sudah makan dulu nanti kalian terlambat!" kata ibu menengahi.


Mereka makan dengan tenang, setelah selesai mereka berpamitan. Salva di antar pak To. Sementara itu, Dantai memakai Vixion kesayangannya karena tadi dia sudah chat Anta agar di antar pak Man saja karena dia akan mengajak jalan-jalan menggunakan motornya saja. Beberapa menit kemudian dia sudah sampai di parkiran sekolah. teman-teman tim basket sudah berkumpul termasuk Rudi dan Rio. Hari ini sekolah tidak ada jam pelajaran hanya ada pertandingan basket persahabatan dengan SMUN 4.


Beberapa tempat duduk sudah isi oleh siswa-siswi yang mendukung kompetisi ini dan beberapa siswa-siswi perwakilan dari SMUN 4.


terlihat Anta berada di bangku ke tiga bersama Bela. Sementara Mutia, Nara dan Lina berada bangku paling depan menunggu pertandingan basket dengan antusias.


Para pemain basket dari masing- masing sekolah sudah masuk ke lapangan basket. Mutia awalnya ceria tiba-tiba menjadi suram. Melihat sepatu yang di berikan pada Dantai malah justru Rio yang memakainya.


Pertandingan di mulai persaingan juga mulai ketat saling mengejar. Sorak sorai terdengar ketika masing-masing kubu menambah angka perolehan skor, dari kubu sendiri maupun lawan pertandingan sudah mulai tak imbang skor kubu Dantai sudah melebihi dari kubu lawan selisih 3 angka lebih unggul. tak berapa lama kemudian pertandingan terlihat sudah selesai dengan dimenangkan oleh tim basket Dantai. Dantai dan kawan-kawannya sudah keluar lapangan yang disongsong langsung oleh Mutia dengan membawa air mineral, sehingga Nara dan Lina urung menghampiri Dantai.


"Kak ini minumnya," kata Mutia sambil menyodorkan air mineral yang telah di buka tutupnya.


"Maaf ya Tia aku mau ke toilet sebentar," kata Dantai tanpa memperdulikan Mutia yang cemberut dan masih membututi dari belakang. pria itu mempercepat langkahnya menghampiri Anta yang duduk di bangku ke tiga. lalu duduk di sebelah Anta yang awalnya di duduki oleh Bella. Anta pun segera memberikan air mineral pada Dantai dan langsung di minumnya hingga tandas, di berikan handuk pada Dantai untuk menyeka keringatnya. Dantai menerimanya dan menyeka keringatnya sambil berbisik," An aku mau pulang mandi lewat jalan belakang taman, mau ikut? Ibu gak ada udah balik ke Singapure." Anta melotot mendengar itu dipukulnya bahu Dantai sambil menggelengkan kepalanya. Mutia yang melihat mereka merasa geram dan sakit hati apalagi dia tidak dihiraukan sama sekali oleh Dantai, dan itu pun didepan umum. Dia buang air mineral yang ia genggam dari tadi kemudian ia menghampiri Rio yang sedang bersenda gurau dengan Della. Sementaraitu, Nara dan Lia yang melihat Mutia di abaikan oleh Dantai pun tertawa.


"Kak Rio kenapa kok, sepatunya kakak yang pakai sih?" Kata Mutia pada Rio ketika ia sudah sampai ditempat Rio dan Della duduk. Mendengar itu Della menatap Rio dengan tajam meminta penjelasan. Melihat itu tawa Rio berderai.


"Ini Dantai yang kasih, katanya kekecilan jadi Dia suruh aku yang pakai, di buang sayang," kata Rio sambil tersenyum pada Mutia dan menoleh pada Della. Della hanya memutar bola matanya keatas sambil menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Mana ada? Ukuran kak Dantai dengan kak Rio kan sama, akal-akalan kak Dantai aja gak mau hadiah dari Tia," kata Mutia kesal.


"Sudah menyerah aja, cari aja yang lain Tia, tuh sama Rudi atau sama Asep tuh kayaknya masih singel, ni kalau nggak ikhlas sepatunya nih bawah lagi," kata Rio sambil melepas sepatunya.


"Nggak usah kak Rio, buat apa aku? Toh sudah ku berikan sama kak Dan. Kak Rio jangan suru cari yang lain, aku sukanya sama kak Dan, tau!" kata Mutia sambil berjalan pergi dengan lesu.


"Yang, nggak apa-apa ini aku pakai?" tanya Rio pada Della kekasihnya sambil menunjukan sepatu nya.


"Ya sudah deh gak apa-apa, asal jangan hatinya Mutia aja, yang di oper ke kamu," jawab Della, Rio pun terkekeh.


Sementara itu, Mutia berjalan gontai meninggalkan Rio dan Della. hari ini benar- benar membuat nya sedih, malu, dan terhina. Mutia menatap nanar pada Dantai dan Anta yang saling bercanda. Hatinya sangat sakit melihat itu.


'Baiklah nikmati hari ini, dan tunggu tangisanmu nanti,' katanya dalam hati sambil mengetatkan genggaman tangannya sendiri.


Lalu Dia meninggalkan lapangan basket.


Mutia duduk Taman belakang memandang pagar besi yang tinggi. di balik pagar besi itulah ia selalu diam-diam melihat Dantai melukis ketika Dantai ijin untuk tidak masuk sekolah sehabis pertandingan basket.


Mutia


Itu gadisnya. Kau harus bisa memikatnya.


Seseorang


Beres, ku buat dia akan terpesona, Siapa yang gak akan tertarik padaku?


Mutia


jangan remehkan dia, dia seperti sulit di taklukkan.


Seseorang

__ADS_1


Ok! jika aku bisa, apa yang ku dapat dari mu?


Mutia


Apapun yang kau mau?


Seseorang


Ok! apapun yang ku mau yaa, tepati janjimu!


Mutia


Ya, pegang kata-kata ku!


Seseorang


Aku pegang kata-kata mu, jika kau ingkari kau tau sendiri akibatnya, bahkan bisnis ayahmu jadi taruhannya. Mengerti kah kau!


Mutia menghela nafas panjang sebentar. Setelah itu berfikir,' Semoga ia gak akan minta yang aneh-aneh, aku rasa tidak,' Mutia meragu dengan rencananya.


Dreet...dreet suara handphone Mutia kembali berbunyi. Menandakan pesan masuk kembali.


Seseorang


Mengapa tak membalasnya. Apa kau ragu?" Ingin membatalkan, jangan mimpi! Ketika kau menghubungi ku maka itu kesepakatan yang gak bisa dibatalkan lagi. Anggap kau sudah setuju.


Dengan menghela nafas berat Mutia mengetik sesuatu lalu mengirimnya. Mutia


Ok!


Seseorang pria tersenyum semir, melihat balasan pesan dari handphonenya.

__ADS_1


'Kau sudah di genggaman ku Mutia, akan ku mainkan peranku dan nikmati lah.' pikirnya.


__ADS_2