
Andi dan Dantai keluar dari ruangan direktur rumah sakit. Rasa geram dan marah masih menyelimuti hatinya.
"Enak saja mereka ingin mengatur kehidupan anaknya karena pesan dari orang yang telah meninggal, Dia kira hati itu terbuat dari batu apa"kata Andi dengan hati dongkol.
"Sudah pi biarkan saja, mereka kan memang belum tahu aku dan Anta sudah menikah."
"Tapi tuan Alex itu seolah ingin memaksakan diri, Dia belum tahu saja keadaan putri ku yang kedua kalau tahu tak akan memaksa dia."
"Diana itu punya Ambisi yang hampir sama dengan ibunya, aku masih ingat sorot mata kekecewaan Anta kecil ketika Diana memintanya untuk menggantikan sebagai pianis kecil atas namanya."
"Pi sudahlah Diana sudah meninggal, kasihan harus di usik dengan masalah ini Pi, masalah ini anggap saja sudah selesai."
"Yah kau betul Dan, papi itu cuma kasihan sama Anta. dari kecil hidupnya hanya menuruti keinginan orang lain Dan, trimakasih telah mencintai putriku dengan sangat tulus, papi benar-benar beruntung mendapatkan menantu seperti mu Dan."
"Dantai yang beruntung pi, punya istri yang cantik dan kuat juga punya papi yang keren dan hebat selalu datang memeluk putrinya dalam keadaan rapuh, yang selalu menjadi sandaran putrinya selain suaminya dan selalu berada di barisan yang paling depan untuk membelanya."
"Oh Ya pi, Kenapa papi ingin tahu, siapa saja yang menerima donor organ dari Diana."
"Ya karena ada bunga di makam Diana sebelum papi datang Dan. Tidak ada orang yang tahu di mana kuburan Diana.
Prosesi pemakamannya tertutup. Hanya beberapa orang yang ikut hadir, karena Diana tak ingin publik tahu bahwa dia telah meninggal."
Tanpa di sadari ia sudah sampai di tempat di mana mobil mereka terparkir.
Andi dan Dantai memasuki mobilnya dan mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang membela jalanan yang berdebu.
"Dan kita mampir dulu makan ya, papi lapar karena tadi cuma makan buah."
__ADS_1
Dantai terkekeh," papi terlalu bersemangat, padahal tadi ibu sudah siapkan makanan istimewa buat papi dan mami eh gak tahunya papi malah melarikan diri. Dan juga ngerti mengapa papi ingin langsung ke makam Diana karena ingin menunjukkan kasih sayang papi tetaplah sama tidak berubah, walau Diana sudah tak ada di dunia ini."
Andi mengarahkan mobilnya kesebuah restoran besar. Mereka duduk di kursi di depan meja makan memesan makanan yang menjadi favorit mereka masing-masing, mereka pun makan dengan tenang, tak seberapa lama mereka pun selesai lalu membayarnya dan keluar dari restoran itu.
Mereka berjalan menuju mobilnya berada dan masuk didalam. Setelah itu mobil pun berjalan pulang menyusuri kembali jalanan Singapura.
Mereka mampir kesebuah masjid besar dan sholat dhuhur berjamaah di sana.
Setelah selesai sholat Andi duduk di lantai masjid melepaskan rasa marah, jengkel dan sedih pada saat ini.
dia mengambil rokok elektriknya menghisap dalam dan di hembusan asap dalam mulutnya.
"Papi ngerokok?"
"Hanya kadang-kadang Dan pada saat hati lagi galau."
"Hari ini papi galau? kukira saat ini papi senang karena mengunjungi rumah penuh kenangan dan berkunjung makam Diana."
"Sebenarnya papi itu tak suka ada orang yang mengatas namakan pesan orang meninggal untuk memuaskan ke inginan kita sendiri bahkan papi pun tak tahu apa yang di sampaikan Diana."
"Sudah pi gak usah di pikirkan lagi, gak bagus untuk kesehatan papi."
" Iya betul Dan, ya sudah ayo pulang Dan."
kata Andi sambil mematikan rokoknya mereka berjalan kembali ke mobilnya.
mobil pun berjalan meninggalkan masjid besar itu, Hari sudah sangat siang matahari bersinar sangat teriknya debu berterbangan dan beberapa pohon yang berbunga menjatuhkan bunga dan terbang di bawa angin.
__ADS_1
Di dalam mobil mereka larut dengan pikiran masing-masing hingga mobil membelokan di suatu arah yang ternyata rumah Dantai mobil masuk di pelataran rumah rumah Dantai.
Mereka turun dari dari mobil berjalan masuk dalam rumah sebelumnya mengucapkan salam pada semua penghuni rumah. Dantai dan Andi masuk di dalam di sambut dengan keramah-tamahan penghuni rumah.
"Mari pak Andi kita makan bersama sudah kami siapkan makanan khas sini agar pak Andi rindu untuk datang ke sini." kata Ira sambil mempersilakan untuk duduk di kursi meja makan dan menikmati hidangan yang telah.ia persiapkan.
Andi menoleh ke Dantai dan terkekeh. Dantai hanya angkat bahu saja, apa boleh buat tak bisa menolak ibunya Dantai pun ikut makan bersama mereka. Dantai mengambil nasi secukupnya, begitu pula pak Andi. Mereka terjebak di situasi yang tak di inginkan.
Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada diskusi yang ada di meja makan.
pak Andi serasa perutnya ingin meledak karena memang sebelumnya telah di isi dengan makanan di luar.
Acara makan siang telah selesai, Ira dan mbak Nana membersihkan meja makan dan mencuci perkakas dapur. Ayah dan pak Andi mulai berbincang-bincang berawal dari perbincangan sekitar bisnis hingga politik mereka bahas.
Sementara sang ibupun bercakap-cakap tentang makanan dan bagaimana cara memasaknya hingga membicarakan gosip-gosip terbaru dari selebriti indonesia. Sementara Dantai mengajak istrinya ke kamar untuk beristirahat. Dantai masuk ke kamarnya bersama istri mereka duduk di bibir ranjang berdua dan Dantai mulai bercerita kemana sajakah ia bersama mertuanya itu, mengunjungi rumah lama, lalu ke makam hingga bertemu dengan salah satu penerima donor organ dari Diana yang salah satunya adalah anak pemilik rumah sakit juga sahabat selama kuliah di Singapura.
menceritakan kemarahan papinya pada pemilik rumah sakit yang seolah- Olah pesan seseorang yang sudah meninggal harus di laksanakan padahal pesan itu menyangkut hati orang lain, bukanlah sesuatu barang yang bisa di oper
ke sana-ke sini bahkan kesannya Alex ingin Dantai melepas Anta untuk Vano.
"Benarkah begitu mas?"
Itulah yang membuat Anta sangat kecewa dengan saudara kembarnya itu.
"Tapi kamu tak boleh membencinya sayang, kasihan saudara kembar mu jika kau membencinya biar tenang di sana.
"Tapi aku yang tak tenang mas," katanya sambil menangis.
__ADS_1
"Hai tahu begini mas gak akan cerita tadi, sudah jangan menangis kasihan anak kita. Bumil harus selalu bahagia dan selalu ciptakan pikiran yang positif.
Trimakasih telah berkunjung dan membaca karya saya, dukungan anda sangat berarti buat saya, selalu dukung saya dengan memberi Like dan koment agar lebih semangat lagi untuk update dan sehat selalu serta di berikan kelancar rizki bagi anda semua.