Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Berbelanja


__ADS_3

Pagi harinya bangun lalu salat subuh berjamaah.


Setelah itu Rio menyiapkan sarapan pagi


"Om, masak apa?"tanya Hira pada Rio


ya ini Kamu lihat sendiri Om lagi masak apa kata Rio.


"Bikin nasi goreng ya Om? apa setiap hari bikin nasi goreng?"tanya Hira.


Iya itu aja setiap hari masak nasi goreng dulu bosen aku, "kata Bilal.


Mggak papa dimakan aja, itu bikinnya sudah capek-capek Lal," kata Hira


Iya Bilal makan soalnya nggak ada lagi yang lainnya dan Bilal lapar, "kata Bilal.


Hira terkekeh. "Tapi enak kan Bilal


Mereka pun sarapan bersama dengan tenang, sambil sekali-kali berbincang-bincang, kadang celotehan Bilal membuat mereka tertawa.


"Om punya sepeda gunung apa nggak kalau punya kita sepeda gunung," tanyanya pada Rio


"Cuman satu Hira," kata Rio.


"Katanya om punya banyak uang kenapa sepeda gunung cuma Satu," kata Hira


sepeda cuma satu tuh bukan berarti Om tidak punya uang tapi memang yang pakai sepeda kan cuma satu, ya cuma om saja, jadi buat apa beli banyak-banyak


Bilal juga belum bisa pakai sepeda gunung


"Ya buat Hira dong Om sepedanya buat boncengin Bilal," kata Hira


"Kan baru datang kemarin kamu kalau datang kemarin baru beli sekarang?" kata Rio


"Ini pagi hari penjual sepeda itu belum buka,Hir," jelas Rio


Hira tertawa. "Om Rio gak kerja?tanya Hira.


"Om itu kerjanya ya di sini Hira? itu ruang kerja om laporan keuangan Om dikirim lewat email, dan di pantau dari sini Kenapa? Karena si Bilal tidak bisa ditinggal jadi Om kerja di rumah," kata Rio.


"Oh begitu nah sekarang Bilal masuk sekolah apa enggak sih," tanya Hira


"Masuklah nanti Om yang antar," kata Rio

__ADS_1


"Nggak boleh aku yang antar Om?" tanya Hira


"Enggak kemarin kamu sudah punya niat buruk, kamu mau nyamar jadi ibunya Bilal lagi, lah ini masalah nantinya kalau Om ditanya itu istrinya? Jawab bukan, gimana dong?" kata Rio.


"Enggak Hira sudah insaf kok, Hira tahu itu gak boleh nanti jadi fitna, om," kata Hira.


Bilall ganti pakaian yuk kita sekolah Daddy yang anterin," kata Rio pada Putranya.


"Aku tidak mau, Daddy, di sana aku dikatain kalau aku tidak punya ibu jadi aku di rumah saja kata Bilal," kata Bilal


"Baiklah Boy kalau kau tidak mau ke sekolah kita pergi ke toko sepeda untuk membeli sepeda kata kepada Bilal dan Hira," kata Rio


"Betulkah Om om tidak bohong tanya Hira?" tanya Hira


"Kenapa harus bohong kalau kita mau beli sepeda? Ayo beli sepeda!" kata Rio


Mereka pun pergi dengan menggunakan mobil menuju toko sepeda. mobil berjalan dengan kecepatan sedang melintasi jalanan pegunungan kadang naik kadang turun untuk mencapai sebuah pertokoan membutuhkan waktu yang cukup agak lama sekitar dua jam.


Mereka sudah sampai di toko sepeda Hira sibuk memilih sepeda yang diinginkannya hingga akhirnya menemukan sepeda gunung yang cocok untuknya


"Apakah bila tidak dibelikan sepada yang kecil nanti aku akan mengajarinya untuk memakai menggunakan sepeda," kata Hira.


"Betul kau akan mengajarinya?" tanya Rio


"Baiklah Boy beli sepedamu yang kau suka yang harus ada roda bantunya ya Karena kamu belum bisa," kata Rio.


"Hira membantu Bilal untuk menemukan sepeda yang dia mau, di sana dia mencobanya dan akhirnya dia menemukan yang benar-benar disukainya.


Setelah selesai membeli sepeda yang diinginkan sepeda pun akan dikirim ke rumah Rio, Hira dan Bilal masuk ke dalam mobil yang lalu berjalan meninggalkan toko sepeda itu.


Rio berhenti di sebuah supermarket Mereka pun belanja kebutuhan dapur Ira membantu membeli sayuran daging udang kebutuhan lauk pauk setelah beras dan lain sebagainya.


Belanjaan Mereka pun akhirnya ditaruh di mobil oleh tugas supermarket setelah barang-barang masuk semua mereka pun masuk ke dalam mobil lalu berjalan meninggalkan supermarket itu.


Hingga di sebuah restoran Rio menghentikan mobilnya. Mereka pun masuk ke dalam restoran lalu memesan makanan yang mereka sukai lalu makan dengan tenang.


Seharian belanja membuat


mereka merasakan perutnya sangat lapar begitu juga Hira dia begitu makan dengan lahapnya.


"Hir, makanya jangan tergesa-gesa tidak ada yang minta makananmu Nanti kalau tersedak bagaimana," kata Rio.


Hira terkekeh, "Aku lapar Om."

__ADS_1


"Kamu seperti Om tidak bisa memberi makan saja sampai seperti itu," kata Rio


"Gimana lagi ini tuh enak Om aku tuh tidak pernah makan makanan Indonesia Kalau pergi ke Indonesia baru aku bisa makanan beginian," kata Hira


"Enak sekali ini makanannya boleh nih Om bungkus?"tanya Hira.


"Boleh dong sayang apa yang nggak buat kamu," kata Rio pada Hira


"Jangan terlalu cepat makannya nanti tersedak tidak ada yang mintanya" kata Rio


"Iya Kak Hira norak banget kalau makan," kata Bilal


"Bukan norak karena memang di sana nggak ada jadi kalau makan di sini begini nih lah, Bil," kata Hira


Rio terkekeh.


"Itu karena lapar dan juga maruk."


"Kak Hira kalau makan modelnya seperti itu seperti tidak pernah makan satu tahun benar-benar mengerikan," kata Bilal


"Emang malah lebih dari satu tahun," kata Hira


"Emang berapa tahun gak makan itu?" tanya Bilal dengan polosnya


"Seusia kamu lah Bilal," kata Hira terkekeh.


"Ahh, selama itu?" tanya Bilal pada Hira.


"Jangan percaya, Boy di sana kan banyak restoran seperti ini, Kau kira kamu bisa bohongi om memang dari dulu kesukaan kan soto, loh kalau lagi suka kan gak kira-kira makannya," kata Rio.


"Om dari tadi ngeledek melulu sih," kata Hira.


"Kamu itu seperti ayah kamu kalau sudah suka di makan terus gak berhenti-berhenti tapi kamu kok enggak gemuk ya Ra," kata Rio.


"Ya, gak boleh gemuk lah kalau gemuk Om gak jadi suka sama aku," kata Hira terkekeh


"Kamu gemuk masih cantik, cuma sekarang kamu masih kecil belum bisa dengan Om lah kalau kamu baru bisa di pikirkan lagi," kata Rio pada Hira


"Om Anda jahat sekali, awas yaa, kalau Om punya pacar!" kata Hira.


"Emang kenapa kalau Om punya pacar kan wajar karena pria dewasa, jadi tidak apa-apa, sementara kamu umur masih sembilan tahun, kamu belum cukup umur untuk itu, badan mu saja yang bongsor, kelihatannya besar tapi masih kecil kamu," kata Rio pada Hira.


Setelah selesai makan mereka pun keluar restoran dan berjalan menuju mobilnya mereka pun masuk kemudian melaju meninggalkan restoran.

__ADS_1


__ADS_2