Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Menolak Perjodohan


__ADS_3

Pagi harinya Dantai sudah berada di Bandara di antar oleh Andi. Ia pun berjalan memasuki pesawat yang akan membawanya ke Singapura. Ia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi di pejamkan matanya mengingat wajah ayu dan aroma tubuh kekasihnya.


11 jam kemudian ia sampai di Bandara Changi Singapura. Ia pun mencari masjid untuk melakukan sholat magrib.


Setelah itu ia pun mencari taxi, taxi pun datang dan ia pun masuk ke dalam taxi yang membawa pulang.


pukul 19.30 ia pun sampai di rumah, ia mengucapkan salam yang di jawab serempak dari ruang tengah, ia berjalan melewati ruang tengah menuju kamarnya yang terletak di lantai 2.


di ruang tengah nampak begitu ramai di lihatnya ada om Surya dan istri serta putrinya yang seumuran dengannya.


"Kebetulan kamu datang Dan, duduk di sini sebentar, Ayah mau bicara," Kata Harlan pada putranya.


"Maaf Ayah aku baru datang dan sangat lelah, tolong jangan libatkan aku dalam usaha kalian," kata Dantai sambil melangkah kakinya kembali.


"Dan sebentar saja, duduk lah nak," kata Ira pada putranya.


Dantai meletakan kopernya di lantai.ia pun duduk di sebelah Salva dan Clara putri dari om Surya.


"Apa yang ingin kalian sampaikan kepada ku?"


Surya menghela nafas lalu melirik putrinya juga istrinya. "Begini nak Dan, Clara putri om menyukai mu dan om ingin nak Dan menjadi menantu om."

__ADS_1


"Maafkan saya om, saya tidak bisa. Om, ayah, dan ibu tahu siapa yang saya cintai," kata Dantai berdiri ingin meninggalkan meja makan itu.


Namun tiba-tiba suara Clara menyela," Gadis yang buta dan lumpuh itu kan, apa istimewanya gadis itu, hingga kau menolak ku, tidak lebih bagus dari diriku."


Dantai menatap tajam pada gadis itu," Kau! siapa kau? kau bahkan tak bisa di bandingkan dengan dirinya, seujung kukunya saja pun tidak."


"O ya.. tanpa ayahku kau bukan apa-apa? lukisan tak akan terjual semahal itu tanpa ayah ku dan tanpa ayah ku maka bisa jadi perusahaan ayahmu akan bangkrut." kata Clara yang tersulut emosi.


"O begitu kah, dengar baik-baik anak manja, tanpa Ayah mu, aku bisa menjual lukisan ku lebih mahal dari harga patokan Ayahmu."


"Ayah berapa saham om Surya, kembalikan aku bisa membantu ayah untuk bangkit kembali jika usahamu runtuh tapi tolong jangan jual aku!" kata Dantai dengan pergi begitu saja sambil membawa kopernya kembali keluar dari rumahnya.


Ia pun melangkah dengan cepat tanpa menghiraukan adiknya, Ia menaruh kopernya di bagasi mobilnya, lalu masuk dan duduk di belakang kemudi dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumahnya menuju apartemen yang baru di belinya 6 bulan yang lalu, tanpa sepengetahuan orang tuanya.


" Begini Sur, aku tahu kau dan aku sudah lama berteman namun masalah hati tidak ada hubungannya dengan pertemanan kita, jika Dantai sudah memutuskan seperti itu, maka itu lah keputusannya. Jika kau ingin mengambil saham mu dan menarik diri dari perusahaan ku silakan akan ku hubungi pengacara ku."


"Semua Usaha yang kau jalankan itu berasal dari uang suami ku maka kembali kan semuanya juga rumah yang kau tempati ini." kata Arum istri Surya.


"Mam, jaga mulut mu, jangan pernah ikut campur, kau tak tahu apa-apa!"


"Maaf Har masalah perusahaan kita bicara di kantor sekarang kami mohon diri, sekali lagi maafkan putri dan istriku." kata Surya sambil menjabat tangan Harlan.

__ADS_1


Lalu ia pun melangkah keluar dari rumah sahabatnya itu bersama anak dan istrinya. Mobil itu pun berjalan meninggalkan halaman rumah sahabatnya itu.


Di dalam mobil Surya meluapkan kemarahannya pada putrinya, "apa yang kau lakukan hah? kenapa kau menghina mereka? Tanpa lukisan Dantai papamu ini tidak ada apa-apanya, betul kata Dantai dia biasa menjual lukisan lebih mahal di luaran sana. Papa sudah bilang padamu, permintaan mu itu tidak akan bisa di wujudkan. Kau membuat ku kehilangan orang-orang yang handal, pertama Alex, sekarang Dantai tidak bisakah kau memilih pria yang tidak berada di lingkaran bisnis papa mu ini Clara!"


Mobil berhenti tepat di rumah mereka dan Surya keluar dari mobil sambil membanting pintunya. "Brakk," Clara dan ibunya pun terkejut. Lalu ia masuk kedalam rumah dan Surya mengurung diri di ruang kerjanya.


Di rumah Dantai, Harlan dan Ira termenung ia menatap suaminya," Ku rasa hal yang tepat kita tidak usah lagi bekerja sama lagi dengan Surya yah, jika melihat kelakuan istri dan anaknya aku tak ingin menjalin hubungan apapun dengan Surya," kata Ira menatap suaminya.


Baiklah bu, Hitung biaya semua yang harus kita tanggung jika Surya menarik dananya dari kita kalau kita tetap berjalan berapa dana yang harus kita butuhkan? jika kita menjual perusahaan itu berapa kerugian yang harus kita tanggung."


"Baik yah, kemana anak itu tadi yah?" tanya Ira pada suaminya.


"Biarkan dulu dia bu, biar dia memenangkan dirinya, mungkin di rumah temannya, aku lelah aku ke kamar dulu." kata Harlan pergi meninggalkan istrinya yang tengah membersihkan meja makan.


Dantai sudah sampai di tempat parkir apartemen, ia pun keluar dari mobilnya, mengeluarkan kopernya dari bagasi lalu menggeret kopernya memasuki gedung apartemen tersebut, ia pun masuk kedalam lift yang membawanya ke lantai 10, setelah tiba di lantai 10 ia pun berjalan menuju apartemen no 9, ia menekan kode pintu apartemennya maka terbukalah pintu tersebut di nyalakan lampu apartemennya nampak beberapa lukisan berjajar di sana.


Apartemen itu memang belum terisi apa pun tidak ada sofa bahkan di kamar tidurnya pun masih ruang kosong tidak ada lemari dan ranjang rencananya ia ingin mengisinya bersama Anta.


Dantai masuk ke kamarnya meletakkan kopernya di lantai, ia membuka kopernya mengambil baju dan handuk lalu pergi ke kamar mandi, beberapa menit kemudian ia pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumahan ia mengambil sajadahnya dan sarung lalu melaksanakan sholat isya, setelah itu ia keluar dari apartemen menuju toko terdekat membeli kasur lipat serta peralatan tidur lain lalu ia ke supermarket membeli beberapa barang yang di butuhkan saat ini kemudian ia kembali ke apartemennya meminta bantuan sekuriti untuk membawa ke apartemennya, setelah sampai ia pun memasukan semua barangnya ke apartemen lalu memberikan tips kepada sekuriti.


Ia pun mulai mengelar karpet dan kasur lipat di kamarnya. tak lama kemudian bel berbunyi pesanan makanannya datang ia pun keluar dan mengambil pesanannya lalu membawanya ke kamar dan duduk di kapet mulai makan dengan lahap setelah selesai ia pun mengambil satu botol air mineral lalu meminumnya.

__ADS_1


Ia pun duduk bersandar pada dinding apartemennya, setelah membuang kotak sisa makanannya, 30 menit kemudian ia pun membaringkan tubuhnya karena merasa sangat lelah lalu tertidur dengan cepat.


__ADS_2