Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Menghibur Istri.


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu Dantai selalu mengantar ke rumah ibunya sepulang kuliah ia akan menjemputnya untuk pulang ke apartemen.


Hari ini adalah hari libur kuliah, Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai muslim,


Dantai memasak untuk sarapan pagi di temani anta yang duduk di minibar.


Setiap hari Anta merasa tak berguna untuk suami, tak bisa lakukan apapun dan selalu bergantung.


Mencoba untuk menerima kenyataan akan tetapi membuat hatinya selalu sesak.


Ia hanya punya kenangan waktu belum terjadi kecelakaan.


Dantai melihat Anta yang diam saja saat di panggil seolah pikirannya berada di pelanet lain. Di ciumnya bibir Anta sekilas.


"Kenapa melamun saja dari tadi."


Anta tersenyum meraih jemari Dantai di gegamnya jemari itu.


"Suatu saat jika begitu sibuk dan tak sempat memanjakan ku seperti ini dan kau mulai bosan dengan hidup bersama ku, karena selalu bergantung dengan mu maka lepaskanlah aku," kata Anta sambil mengecup tangan kekar Dantai.


"Hai ada apalagi? Kenapa bilang begitu? Aku tak pernah dan tak akan bosan dengan mu.


jika aku sibuk masih ada ibuku tinggal ku titipkan kamu ke ibu atau aku akan membayar ART saja. Saat ini aku belum perlu sayang, karena aku ingin berduaan dengan mu."


"Hem, Entah lah aku begitu takut kau tinggalkan."


"Ku rasa hari kita butuh jalan-jalan sayang," kata Dantai mulai menyuapi Anta dengan masakan yang baru di buatnya.


"Untuk apa? Aku tak bisa melihat." Dantai menghela nafas,"Aku akan jadi matamu honey."


Dia pun mengalihkan pembicaraan.


"Coba kau tebak apa yang ku buat untuk mu hari ini?"


"Ayam krispi saos keju pedas, enak sekali mas kau pandai memasak juga."


"Harus itu, agar cintamu semakin dalam padaku, bergantung lah terus pada ku An, karena aku merasa dengan kau bergantung pada ku ada untuk mu An." kata Dantai sambil terus menyuapi Anta. Anta tersenyum.


"Hai kenapa kamu terus menyuapi ku kapan kau makan?"


"Lihat kamu senyum aku kenyang."


"Gombal kamu mana ada begitu, mas lapar ya lapar aja kamu lihat senyum ku kau akan tetap lapar." Dantai tertawa


"Jangan berfikir yang membuat mu sedih cukup kau di sisi ku saja tetap di samping ku, Hem mengertikah kau honey." Anta hanya mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca. Dantai menghapus air mata Anta.

__ADS_1


"Ayo bergantilah pakaian dulu kita akan keluar."


"Hem, baiklah mas." kata Anta sambil berjalan ke kamar mereka dengan hitungan.


Dantai menyesaikan sarapan pagi dengan cepat lalu segera menyusul sang istri ke kamar untuk berganti pakaian.


Sampai di kamar sang istri sudah bersiap. Dantai menghampiri istri dan merapikan hijabnya terakhir mencuri cium dibirbir istrinya.


"Manis," katanya sambil terkekeh.


"Tunggu ya sayang, aku ganti pakaian dulu."


Anta mengangguk


"Dantai berganti kaos lengan pendek biru btua dengan bawahan celana panjang jins menampakan kegagahannya.


"Ayo sayang," Dantai menggandeng Anta keluar dari apartemen berjalan menuju lift dan pintu lift lift tertutup.


Lift membawa mereka ke lantai dasar dan pintu lift itu kembali terbuka Dantai dan Anta pun keluar dari lift menuju area parkir dan berjalan ke mobilnya.


Anta dan Dantai memasuki mobil, dan mobil itu berjalan meninggalkan gedung apartemen, membelah jalanan yang sedikit padat oleh kendaraan.


"Wisata kuliner mau, yang?"


"Masih Kenyang lah."


Dantai melajukan mobilnya menuju stasiun promenade dan memakirkan mobilnya di area parkir.


Mereka turun dari mobil berjalan menuju tempat wisata Singapore flyer sebuah wisata


yang menawarkan bianglala besar.


Dantai membeli dua tiket memasuki area wisata. berjalan berdua beriringan menuju tempat di mana Dia dan Anta bisa menaiki bianglala besar atau di sebut dengan Singapore flyer.


Dantai memasuki Singapore flyer bersama beberapa pengunjung. Singapura player bisa diisi antara 10 -15 orang di dalamnya. Singapore flyer mulai bergerakDantai tak hentinya bercerita layaknya seorang pemandu wisata.


"Honey, di sini kita bisa lihat kota Singapura, kita bahkan bisa lihat indonesia dari sini, gedung-gedung yang tinggi serta jalan berkelok bisa lihat di sini sayang."


Apa kau bisa merasakan sensasi menaiki Singapore flyer?"


"Yah," kata Anta berdiri sambil memegang tangan Dantai.


"Apa kau takut sayang?" tanya Dantai pada Anta dan Anta pun menggeleng, " Aku belum terbiasa di tempat keramaian.


"Tidak apa, nanti akan terbiasa aku akan selalu menemanimu melewati ini.

__ADS_1


"Kita akan kembali memeriksa mu An mungkin ada yang bisa kita usahakan untuk matamu, dan jangan salah paham, aku hanya ingin kau bisa melihat kembali andaipun tidak aku pun tetap bahagia bersama mu."


"Kau tahu bukan, aku mengejar kembali diri mu saat ku tahu kau adalah masalaluku yang tak ingin ku tinggalkan. Tepatnya saat reoni satu tahunan di depot Rudi, mereka vidio call dengan mu, aku ada di sana."


"Mereka bohong dengan ku kalau kau tak datang."


"Hem, aku yang minta agar kau tak lari dariku lagi.


"Kau tahu sayang, setelah pertemuan itu aku meminta Rudi memberikan nomer ponsel perawat mu sari. Ku minta sari setiap merekam kegiatanmu di rumah sakit dan mengirimkannya padaku dari malam pagi hingga malam," kata Dantai sambil memeluk dari belakang.


"Eh? Benarkah?"


"Hem, jadi jangan buat aku gila lagi sayang."


"Apa kau bahagia bersama ku mas?"


"Jangan kau tanya sebagai apa aku bisa menikah mu, sangat-sangat bahagia."


"Mas boleh aku minta sesuatu?"


"Tentu, apa pun yang kau inginkan."


"Aku dari kecil menyukai seni beladiri, bisakah aku meminta instruktur beladiri melatih pendengaran?"


"Aku akan mencarikan tapi waktu latihan harus menyesuaikan libur kuliah ku yah, biar aku bisa menjagamu.


"Hem," jawab Anta sambil mengangguk."


30 menit dalam putaran Singapura flyer, mereka pun turun dari dan keluar dari wahana itu.


Dantai dan Anta menaiki mobilnya kembali melajukan kembali di jalanan kota Singapura.


"Bagaimana kalau kita wisata kuliner? Ya aku tahu mungkin kau sudah Pernah ke Singapore sebelum." Anta terkekeh.


"Aku belum pernah kesini sama sekali. Aku ini suka tantangan apa yang ku lakukan sedikit extreme."


"Benarkah coba ceritakan pada ku bagaimana kita bertemu dulu."


"Kau itu dulu menyebalkan tapi manis."


"oh yah, Benarkah itu."


"Kau meneriakiku maling, Hai maling turun kau, begitu."


"Hah? benarkah?" tanya Dantai terkekeh tak terasa mereka sudah sampai Tian Tian Haninanese chicken Rice. Mereka.memesan nasi ayam Hainan di pedagang pujasera yang terkenal enak dan tak kalah dengan restoran terkenal.

__ADS_1


Mereka menikmati makanan di sana, begitu di suap rasa benar-benar menggoyang lidah.


__ADS_2