Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Melunak


__ADS_3

Rio keluar kamar untuk memeriksa sang putra apa sedang tidur atau melakukan aktivitas lainnya karena sang putra sedari kecil hiperaktif jadi dia bisa diam ada saja yang di lakukan sang anak.


Sementara sang istri tengah masak di dapur, jam menunjukkan jam dua siang.


Rio membuka kamar sang anak dan ternyata sang anak tengah tertidur, akhirnya ia pun menutup kembali pintu kamar dengan sangat pelan.


Ia menyusul sang istri di dapur, lalu memeluknya dari belakang sambil bertanya." Masak apa sayang?" tanya Rio pada Istrinya.


"Ayam balado saja sama sayur asem tadi pagi mau bikin sayur asem gak jadi, katanya gak enak kalau pagi-pagi makan sama kuah," kata Hira sambi mengaduk Ayam di dalam wajan.


"Kelihatannya enak," kata Rio.


"Hem, Dadd duduk saja Hira gak bisa bergerak nih," gerutu Hira


Rio tertawa. "habis cantik sih, jadi pengen peluk terus."


Rio melepaskan pelukannya dan duduk di kursi meja makan dan Hira menaruh masakan dalam mangkuk kaca dan meletakkannya di meja.


"Loh Bilal mana Dadd?" tanya Hira pada Rio


'"Masih tidur, Mam," kata Rio


"Bangunin Dad, dia belum makan siang loh, Bagaimana kalau sakit?" kata Hira


"Ok, aku bangunkan, sebentar yaa," kata Rio kembali beranjak dari duduknya.


Rio berjalan ke kamar Billal, membuka pintunya dan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Boy, bangun makan siang," kata Rio.


Bilal menggeliat, dan membuka matanya. "Emang jam berapa ini?" tanya Bilal dengan suara seraknya.


"Jam tiga siang Boy, sudah bukan makan siang yaa?" tanya Rio sambil tertawa.


"Iya," kata Bilal sambil bangun dari tidurnya dengan malas.


"Dadd sudah baikan sama Mamud?" tanya Bilal


"Sudah, Daddy di suruh bangunin kamu, buat makan siang, agak terlambat sih, tapi gak apa-apa lah, yang penting perut di isi dulu, Boy," kata Rio sambil beranjak dari kamar Bilal


dan berjalan keluar kamar.


Bilal mengikuti Daddy-nya dengan dengan berjalan malas keluar kamarnya. dan berjalan menuju meja makan.


"Ini, Mamud, yang masak semuanya?" tanya Bilal pada Hira.


"Iya, dong, Boy," kata Hira pada putra sambungnya itu.


"Kapan Mamud bisa masak?" ejek Bilal pada mamudnya.


"Loh, ya dari dulu Mami bisa," kata Hira membanggakan dirinya.


"Emang ini bisa di makan?" goda Bilal pada mami mudanya itu.


"Dad, putramu itu loh," adu Hira pada Rio sambil mengambilkan makanan pada suaminya.

__ADS_1


Rio tertawa. "Boy, sudah jangan ganggu Mamimu."


"Habis gak pernah lihat Mami masak kemarin-kemarin menunya juga beli malam di hangatkan pagi," kata Bilal sambil mencuil ayam sedikit di dalam mangkuk.


"Bagaimana? Enakan masakan Mami?" tanya Hira pada Bilal.


"Lumayan lah kalau ukuran pemula," kata Bilal sambil mengambil makanannya


"Awas yaa, Mami gak mau masak lagi loh, " kata Hira memberengut.


"Ya, jangan nanti Daddy yang uring-uringan kayak tadi, habisnya tadi mami itu wou gitu, jadi Daddy kalut deh, mau di cegah mulai aksi, udah gitu banyak yang muji lagi, apalagi yang muji masih muda ganteng-ganteng pula, pasalnya, Daddy, kan kala muda," katanya Bilal.


"Awas kamu, Boy. Mengejek Daddy seperti itu," kata Rio pura-pura marah pada putranya.


"Sudah-sudah, biar Daddy tua, tapi Hira masih cinta sama Daddy.


"Ya ya, aku tahu Mami bucin sama Daddy hingga tidak melihat Daddy sudah tua," kata Bilal tertawa.


Deddy legah deh kalau mamimu itu bucin sama Daddy pasalnya mamimu itu banyak pengagumnya, tadi pagi saja bikin Dady hampir jantungan," kata Rio sambil melirik sang istri.


Bilal tertawa. "Mamud, tidak tahu saja bagaimana paniknya Daddy, waktu Mamud buka baju dan hanya pakai kostum olahraga yang terbuka di perut, lalu banyak pria berjalan mendekati Area mamud berdiri ada yang akan menyentuh tadi membuat Daddy shock, sebaiknya Mamud berhenti saja biar sekarang bilal yang menggantikannya," kata Bilal pada Hira.


"Kalian mengeroyok ku yaa, Daddy juga dari tadi di ulang terus kata-katanya," kata Hira pada suaminya.


"Biar kamu tahu kalau saat itu suamimu ini benar-benar kecewa sama kamu dan tadi pagi itu marah sudah sampai ke ubun-ubun ketemu sama teman cowokmu yang membawa bajumu dan mencium berulang-ulang rasanya ingin memukul bibirnya itu biar jontor," kata Rio


"Sudah Daddy, Mami sudah kena marah dari jam sepuluh pagi sampai jam dua siang kasihan dia belum makan nasi sudah kenyang dengan segala macam umpatan dan kemarahan Daddy sampai gak nafsu makan pizza," kata Bilal sambil tertawa.

__ADS_1


"Mana ada gak nafsu tapi satu kotak habis," kekeh Rio


__ADS_2