Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Berangkat ke Jakarta


__ADS_3

Alarm handphone Dantai berdering di atas nakas, Dantai meraihnya dilihatnya jam di handphonenya jam 3.30. Terlihat 2Γ— panggilan tak terjawab dari Anta sekitar jam 12.00 malam.


Lalu mengecek wa Anta ada pesan dari Anta. Dia pun tersenyum, lalu meletakan handphone-nya di nakas kembali lalu mengambil wudhu dan melaksanakan sholat tahajud kemudian membaca Alquran sampai waktu subuh.


Setelah itu, dia bergegas ke masjid melaksanakan sholat subuh berjamaah. Habis dari masjid dia menyiapkan pakaian yang akan di bawa ke Jakarta.


Dia mengenakan pakaian seragamnya dan bergegas ke ruang makan nampak Salva sudah duduk di kursi dekat meja makan.


"Dek nanti kakak ke Jakarta selama tiga hari ada show di sana, baik-baik di rumah ya. jangan nakal jangan bikin repot bik Marni!" pesan Dantai menasehati adiknya sambil memakan roti selai kacang.


"Aku tidak boleh ikut kak?" tanya Salva sambil mengerutkan bibirnya.


"Tidak boleh kakak di sana kerja dek! bukan lagi piknik," jawabnya sambil mengacak hijab Adiknya. Salva menyebikan bibirnya.


Dantai pun tersenyum pada adiknya? "Mau di antar sama kakak?" tanya Dantai dengan tatapan sayang pada Adiknya.


Salva menggeleng sambil menitikkan air matanya. "Salva di rumah sendirian dong?" kata Salva


"Ada Bik Mirna, 'kan, Dek?" jawab Dantai


"Tetap gak samalah," jawab Salva ketus


"Jangan gitu dek! kakak kan kerja. udah deh mau apa nanti kakak belikan," kata Dantai merayu.


"Benar nih Salva bisa minta sesuatu?" tanya Salva lagi dan Dantai mengangguk.


"Salva mintak kak Dantai ajak Salva liburan sepulang dari Jakarta." jawab Salva dengan mata berbinar. Dantai menepuk keningnya mendengar jawaban Salva.


"Maksudnya oleh-oleh Salva kamu minta apa?" tanyanya lagi.


"Salva gak minta apa-apa, Kak Dan, maunya liburan!" jawab nya lagi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ok! nanti kita agendakan, yaa" katanya sambil mengelus kepala Salva yang tertutup hijab.


"Sudah selesai makannya? Ayo berangkat! Sudah di tunggu Pak To." kata Dantai sambil menyangkutkan tas punggungnya. Salva pun sama mengambil tasnya dan keluar mengikuti kakaknya.


"Pak saya ngikut Bapak sampai depan sekolah sana deh Pak," kata Dantai sambil membuka pintu mobil dan duduk di samping adiknya.


"Mestinya juga begitu, Tuan sendiri yang gak mau ikut, sukanya jalan kaki," balas Pak To dengan terkekeh sambil melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumah dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


"Habis dekat sih Pak, sambil olahraga," kata Dantai sambil tertawa, di ikuti derai tawa pak To dan Salva.Tak lama kemudian mobil sudah berhenti di SMUN 5.


Salva mencium punggung tangan kakaknya. Dantai keluar dari mobil sambil berpesan pada Pak To, " jangan lupa Pak! Nanti siang antar kami ke bandara yaa." Pak To mengacungkan jempol nya tanda setuju.


Dantai berjalan memasuki gerbang sekolahnya. Dari jauh nampak teman-teman nya sudah berkumpul. Mereka masuk ke kelas bersama. Pelajaran dimulai, mereka menyimak pelajaran dengan serius.


Dantai membuang rasa rindunya pada Anta dan serius mengikuti pelajaran hari ini. Pelajaran demi pelajaran diikuti sampai bel istirahat berbunyi.


Di waktu istirahat itu kami berempat pergi menemui kepala sekolah kami untuk meminta ijin dua hari melakukan show di Jakarta.


Kepala sekolah mengijinkan asal tidak membuat presentasi mereka menurun toh merekapun masih membawa nama band sekolah.


Kepala sekolah memberikan surat rekomendasi pada mereka untuk pulang lebih awal sekitar jam 12.00 siang nanti. Setelah, mengurus perizinan di sekolah mereka kembali mengikuti pelajaran hingga jam 12.00 siang, lalu mereka pulang setelah meminta ijin kepada gurunya dengan memberikan surat dari kepala sekolah.


Tepat jam 13.45 mereka sudah sampai di bandara Juanda dan langsung menaiki pesawat. Jam 14.00 tepat pesawat merekapun berangkat, 1 jam 30 menit berlalu mereka sudah sampai di bandara Wiladatika Jakarta timur.


Mereka keluar dari bandara, Om Alex sudah menunggu mereka. Mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Bandara Wiladatika menuju hotel yang dipersiapkan untuk mereka, dua kamar saling berdekatan, agar mereka bisa berkoodinasi dengan mudah.


"Hari ini kalian istirahat dulu, mulai besok kegiatan kalian padat dari pagi sampai malam, kostum sudah disiapkan jadi jangan kawatir." kata Om Alex sambil menyerahkan schedule untuk besok pada Dantai lalu pergi meninggalkan mereka.


Dantai, Rio satu kamar dan Aril bersama Gibran di kamar lain.


"Apa kamu tidak menelepon Anta, Dan?" tanya Rio.


Dantai menghembuskan nafasnya, "Dia sibuk Ri dia akan menghubungi kalau sudah kembali dari Jakarta, itu katanya."


Dantai bangkit dari ranjang mengambil baju dan handuk lalu ke kamar mandi membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi dan berganti pakaian Dantai keluar dari kamar mandi, berganti dengan Rio setelah Dantai keluar dari kamar mandi.


Dantai menggelar sajadahnya menunggu Rio, tak lama kemudian Rio keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar lalu mengelar sajadahnya di sebelah Dantai mereka sholat ashar berjamaah.


Setelah selesai, menunaikan kewajibannya sebagai muslim, Dantai membuka Hpnya ada sekitar 10 panggilan dari Anta dan pesan wa.


Honey


Fif apa kau marah maaf ya aku benar-benar sibuk dan baru bisa telpon pagi ini.


Honey


Fif kenapa gak jawab telpon ku.

__ADS_1


Honey


Baik deh kalau masih marah, nanti deh aku tebus kamu minta apa?


Dantai


Mau cium yang banyak


Balas Dantai ketika tau bahwa Anta sedang online, mungkin saja masih menunggu jawaban dari nomer Dantai hingga jam 4.30 Anta masih online. Tak seberapa lama balasan muncul dari Anta.


Honey


Hei gak boleh ya belum nikah tau.


Dantai tertawa melihat jawaban Anta lalu ia menulis jawaban lagi, sementara itu Rio yang sedang chat dengan kekasih hanya tersenyum saja melihat sahabatnya mulai ceria lagi.


Dantai


Mau nikah? Yuk ....


Honey aku kangen ni mau😘😘😘😘😘


Honey


Mau.... nunggu lulus ya sayang.


Dantai


Oh ah ... aku mau lari nyusul kamu, HoneyπŸƒ


Kamu sudah bawah hatiku Honey ini aku gak sanggup jauh darimu.


Honey


Gombal.. gombal... gombal kamu pintar gombal Fif.


"Kemarin aja muka kaya jemuran kumal belum kering, sekarang senyum-senyum, tertawa-tawa. lupa sama teman," kata Rio yang tiba-tiba tidur di paha Dantai.


Dantai yang terkejut menjambak rambut Rio dan membangunkannya, "Najis tau aku maunya sama Anta bukan kamu."

__ADS_1


"Ha ha ha ha! Aduh sakit, Dan," aduh Rio sambil terbahak-bahak dan mengusap bagian rambut yang ditarik Dantai.


__ADS_2